Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka

Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 19 Jul 2024
  • visibility 25.958
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Sayang sekali di sini kami tidak bisa berdekatan tendanya, karena memang kondisi di Ranu Kumbolo saat itu ramai. Untuk memilih lokasi pun cukup sulit. Saya sendiri mendapatkan kapling tenda di area yang jauh dari bibir danau. Malahan hampir saja masuk ke area ranjau darat, untung tidak menginjaknya.

Yang ada di pikiran kami saat itu ingin cepat-cepat istirahat. Sebelum tidur saya sengaja mengisi perut agar tidak masuk angin. Termasuk Mufid juga saya paksa ngemil/makan.

Karena hal ini cukup membantu. Terutama untuk menambah tenaga dan menghangatkan badan.

Baca juga: Tektok Gunung Prau Jalur Wates

 

Di Oro-oro Ombo. (Foto: Hari)

Tidak lama waktu tidur kami karena kami mulai terlelap menjelang pukul 3.00 WIB. Alarm yang saya setel waktu Subuh membangunkan kami.

Hari ke-2

Setelah Subuhan, saya mulai meracik menu sarapan. Sementara Mufid jalan-jalan ke tenda sebelah. Berkenalan, minta nomor hp dan lainnya (bercanda).

Menu pagi itu sayur oseng kacang. Saya juga mengajak Willy dan Ilham yang tendanya berdekatan dengan kami untuk sarapan bareng. Setelah sarapan, saya segera menuju tendanya Rey dan yang lain.

Memastikan akan lanjut ke pos Kalimati jam berapa. Ternyata agak siangan karena masih ingin bersantai di Ranu Kumbolo.

Setelah berembug dengan Mufid, Ilham, dan Willy, kami memutuskan berangkat lebih dulu ke pos Kalimati. Dan itu tidak jadi soal, karena pada dasarnya kami bergabung dengan rombongan ini untuk memudahkan dalam pendaftaran saja.

Memang lebih baik jika berjalan sesuai daftar peserta yang registrasi supaya tidak merepotkan kita sendiri nantinya. Misal saat pengecekan sampah dan tiket.

Ke Kalimati

Perjalanan menuju Kalimati sebagai titik camp kedua dimulai setelah tengah hari. Kami berempat melewati tenda-tenda pendaki lain.

Tidak jauh meninggalkan Ranu Kumbolo, kita langsung melewati Tanjakan Cinta. Berupa tanjakan yang mitosnya adalah jika kita naik tanjakan ini tanpa berhenti sampai atas dan tidak menoleh ke belakang, maka jodoh kita akan dikabulkan. Hehehe.

Lepas dari Tanjakan Cinta, pemandangan berupa padang luas yang diisi tumbuhan berwarna ungu. Belakangan diketahui itu adalah Verbena brasiliensis, merupakan jenis tanaman asing invasif yang berasal dari Amerika Selatan. Lokasi ini dinamakan Oro-oro Ombo.

Melewati Oro-oro Ombo dapat ditempuh selama kurang lebih satu jam. Lalu sampailah kami di pos Cemoro Kandang.

Waspada Macan Tutul Jawa 

Oya, ada pengumuman dari pihak basecamp bahwa saat melewati area Cemoro Kandang tidak boleh berjalan sendirian. Alasannya, di area ini masih terdapat hewan liar yaitu panthera pardus melas atau macan tutul jawa.

Kami diminta waspada dan berhati-hati selama melewati area ini. Walau pada dasarnya hewan tersebut tidak akan menyerang manusia kecuali sedang mengalami gangguan (stress, penglihatan terganggu, kekurangan makanan di areanya, dan lainnya).

Namun tidak ada salahnya kita berhati-hati. Dan tentunya kita cukup bangga bahwa di Gunung Semeru masih terdapat macan tutul jawa. Semoga tetap lestari.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaesang Pangarep Terpukau Kuliner Kebumen, Janjikan Pengembangan Pariwisata

    Kaesang Pangarep Terpukau Kuliner Kebumen, Janjikan Pengembangan Pariwisata

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.771
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Putra bungsu mantan Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, melakukan kunjungan istimewa ke Kabupaten Kebumen dalam rangkaian acara halal bi halal, Kamis 10 April 2025. Kedatangannya di Ruang Arungbinang kompleks Pendopo Kabumian disambut hangat oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, mantan Bupati Mohammad Yahya Fuad, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr Reza Mardhika. […]

  • Ramadan Aman dengan “Suling” dan “Ngumpul Yuk”

    Ramadan Aman dengan “Suling” dan “Ngumpul Yuk”

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 737
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bulan Ramadhan seharusnya menjadi momen penuh kedamaian, namun potensi gangguan keamanan selalu mengintai. Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith Syamsuri, tidak tinggal diam. Ia meluncurkan gebrakan inovatif melalui program Subuh Keliling (Suling) dan Ngumpul Yuk, mengajak masyarakat bersinergi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Bukan sekadar pendekatan biasa, Suling dan Ngumpul Yuk menjadi […]

  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tenggelam di Pantai Logending. Foto: Basarnas)

    Mahasiswi Asal Banyumas Tergulung Ombak Saat Hendak Selfie di Pantai Logending

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.813
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Keganasan ombak pantai selatan kembali menelan korban. Seorang mahasiswi Universitas Harapan Bangsa Porwokerto tenggelam tergulung ombak  saat hendak selfie di Pantai Logending, Ayah, Kebumen, Sabtu 12 September 2020. Korban diketahui bernama Ika Listiyani (20) warga Desa Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Hingga berita ini diturunkan jasad korban masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Hendak […]

  • Pandan Kuning Park Petanahan

    Seperti Miniatur Ancol, Ini Wahana Permainan di Pandan Kuning Park Petanahan

    • calendar_month Rab, 20 Des 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.817
    • 0Komentar

    Bupati mengatakan, dengan adanya Pandan Kuning Park ini diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kebumen di sisi selatan. Hal ini didukung dengan upaya Pemkab Kebumen menerapkan konsep Kebumen Integrated Tourisme Area (KITA ). “Pandan Kuning ini nantinya menjadi ikon wisata Kebumen yang terintegrasi dengan wisata-wisata lain di sisi selatan. Untuk pengembangan wisata, Pemkab memiliki konsep […]

  • HIPMI Kebumen

    HIPMI Kebumen Sowan Tokoh dan Ulama, Matangkan Program Pesantrenpreneur

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.672
    • 0Komentar

    Herwin menegaskan bahwa HIPMI telah berkomitmen mendukung program pemerintah, terutama melalui ekonomi kreatif masyarakat Kebumen. Untuk itu, dengan menggandeng pesantren, HIPMI berharap akan lahir pengusaha-pengusaha muda dari kalangan santri. “InsyaAllah program ini nantinya akan diketuai oleh Gus Harry Muhammad Al Hasani selaku pengasuh Ponpes Al Hasani,” imbuhnya seraya berharap program itu dapat berjalan baik. Lahirkan […]

  • Inspiratif, Begini Cara Ascendia Project Berdayakan Penyandang Disabilitas

    Inspiratif, Begini Cara Ascendia Project Berdayakan Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.213
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Sampai saat ini para penyandang disabilitas masih dipandang sebagai kelompok yang tidak berdaya, tidak bisa bekerja, merepotkan dan tidak produktif. Stigma negatif itu masih menyorot para penyandang disabilitas. Mereka dalam posisi lemah, termarjinalkan dan yang jelas terlihat belum bisa diterima di dunia kerja. Untuk itu, Ascendia Project salah satu lembaga nirlaba yang didirikan dokter […]

expand_less