Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka

Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 19 Jul 2024
  • visibility 25.786
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Sayang sekali di sini kami tidak bisa berdekatan tendanya, karena memang kondisi di Ranu Kumbolo saat itu ramai. Untuk memilih lokasi pun cukup sulit. Saya sendiri mendapatkan kapling tenda di area yang jauh dari bibir danau. Malahan hampir saja masuk ke area ranjau darat, untung tidak menginjaknya.

Yang ada di pikiran kami saat itu ingin cepat-cepat istirahat. Sebelum tidur saya sengaja mengisi perut agar tidak masuk angin. Termasuk Mufid juga saya paksa ngemil/makan.

Karena hal ini cukup membantu. Terutama untuk menambah tenaga dan menghangatkan badan.

Baca juga: Tektok Gunung Prau Jalur Wates

 

Di Oro-oro Ombo. (Foto: Hari)

Tidak lama waktu tidur kami karena kami mulai terlelap menjelang pukul 3.00 WIB. Alarm yang saya setel waktu Subuh membangunkan kami.

Hari ke-2

Setelah Subuhan, saya mulai meracik menu sarapan. Sementara Mufid jalan-jalan ke tenda sebelah. Berkenalan, minta nomor hp dan lainnya (bercanda).

Menu pagi itu sayur oseng kacang. Saya juga mengajak Willy dan Ilham yang tendanya berdekatan dengan kami untuk sarapan bareng. Setelah sarapan, saya segera menuju tendanya Rey dan yang lain.

Memastikan akan lanjut ke pos Kalimati jam berapa. Ternyata agak siangan karena masih ingin bersantai di Ranu Kumbolo.

Setelah berembug dengan Mufid, Ilham, dan Willy, kami memutuskan berangkat lebih dulu ke pos Kalimati. Dan itu tidak jadi soal, karena pada dasarnya kami bergabung dengan rombongan ini untuk memudahkan dalam pendaftaran saja.

Memang lebih baik jika berjalan sesuai daftar peserta yang registrasi supaya tidak merepotkan kita sendiri nantinya. Misal saat pengecekan sampah dan tiket.

Ke Kalimati

Perjalanan menuju Kalimati sebagai titik camp kedua dimulai setelah tengah hari. Kami berempat melewati tenda-tenda pendaki lain.

Tidak jauh meninggalkan Ranu Kumbolo, kita langsung melewati Tanjakan Cinta. Berupa tanjakan yang mitosnya adalah jika kita naik tanjakan ini tanpa berhenti sampai atas dan tidak menoleh ke belakang, maka jodoh kita akan dikabulkan. Hehehe.

Lepas dari Tanjakan Cinta, pemandangan berupa padang luas yang diisi tumbuhan berwarna ungu. Belakangan diketahui itu adalah Verbena brasiliensis, merupakan jenis tanaman asing invasif yang berasal dari Amerika Selatan. Lokasi ini dinamakan Oro-oro Ombo.

Melewati Oro-oro Ombo dapat ditempuh selama kurang lebih satu jam. Lalu sampailah kami di pos Cemoro Kandang.

Waspada Macan Tutul Jawa 

Oya, ada pengumuman dari pihak basecamp bahwa saat melewati area Cemoro Kandang tidak boleh berjalan sendirian. Alasannya, di area ini masih terdapat hewan liar yaitu panthera pardus melas atau macan tutul jawa.

Kami diminta waspada dan berhati-hati selama melewati area ini. Walau pada dasarnya hewan tersebut tidak akan menyerang manusia kecuali sedang mengalami gangguan (stress, penglihatan terganggu, kekurangan makanan di areanya, dan lainnya).

Namun tidak ada salahnya kita berhati-hati. Dan tentunya kita cukup bangga bahwa di Gunung Semeru masih terdapat macan tutul jawa. Semoga tetap lestari.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranting Pijakan Patah, Solihin Jatuh dari Pohon Petai, Begini Kondisinya

    Ranting Pijakan Patah, Solihin Jatuh dari Pohon Petai, Begini Kondisinya

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.815
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Seorang warga bernama Solihin (59) warga Dukuh Lebeng RT 04 RW 02 Kecamatan Sumpiuh, Banyumas meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon petai. Pria yang berprofesi sebagai pedagang itu terjatuh saat memetik petai di pohon yang berada di pekarangan milik Masid warga Dukuh Kaligalang, Desa Tlogosari RT 02 RW 05, Kecamatan Ayah, Kebumen, […]

  • Ulang Tahun Ke-3, Komunitas Plat AA Kebumen Adakan Jalan Sehat dan Bakti Sosial

    Ulang Tahun Ke-3, Komunitas Plat AA Kebumen Adakan Jalan Sehat dan Bakti Sosial

    • calendar_month Sab, 11 Jun 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.750
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) – Komunitas Plat AA Kebumen merayakan ulang tahunnya yang ke-3 di objek wisata Pantai Suwuk dengan mengadakan jalan sehat dan senam bersama pada Minggu, 5 Juni 2022. Pada acara ini juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim, disabilitas dan dhuafa, pengobatan gratis, serta vaksinasi dosis 1, 2, dan booster. Dengan motto “Brayan Seduluran” […]

  • Lestarikan Ekosistem Sungai, Bupati Kebumen Tebar 1.500 Benih Ikan Nilem Bersama Pawagir

    Lestarikan Ekosistem Sungai, Bupati Kebumen Tebar 1.500 Benih Ikan Nilem Bersama Pawagir

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 701
    • 0Komentar

    KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Semangat gotong royong dan kepedulian pada lingkungan yang dilakukan warga Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam patut diapresiasi. Pasalnya, dalam sebuah acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Jumat 2 Desember 2026, desa ini melaksanakan dua agenda sekaligus: pelestarian ekosistem sungai melalui restocking ikan lokal dan peningkatan layanan kesehatan desa lewat pengadaan […]

  • Warga Adimulyo membentangkan spanduk saat aksi unjukrasa. (Foto: Istimewa)

    Dugaan Skandal Perselingkuhan, Warga Adimulyo Tuntut Mundur Kades

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 12.538
    • 0Komentar

    ADIMULYO (KebumenUpdate.com) – Puluhan warga Desa/Kecamatan Adimulyo, Kebumen menggelar aksi unjukrasa di depan balai desa setempat, Kamis 2 Juli 2020. Mereka menuntut kepala desa mundur dari jabatannya lantaran diduga terlibat skandal perselingkuhan dengan warganya sendiri. Pantauan di lapangan, warga mulai berdatangan ke balai desa sekira pukul 10.00 wib. Warga datang dengan membawa spanduk dan poster […]

  • Belajar Kelola Sampah, OSIS dan Gaspala SMA N 2 Kebumen Kunjungi Bank Samiun

    Belajar Kelola Sampah, OSIS dan Gaspala SMA N 2 Kebumen Kunjungi Bank Samiun

    • calendar_month Sab, 2 Apr 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.212
    • 0Komentar

    Kunjungan Dari Luar Daerah Selain mengelola sampah khususnya anorganik, Bank Samiun juga mengelola pupuk kompos yang mana program ini dimulai sejak tahun 2021. Bahkan belum lama ini mulai mencoba budidaya buah anggur. Dengan mottonya “Sampah Jadi Berkah”, Bank Samiun cukup sering dikunjungi oleh peserta dari lain daerah di antaranya Kulonprogo, Jakarta, dan Kalimantan Selatan. Terkait […]

  • PKU Muhammadiyah Sruweng

    Dokter Hasan Bayuni Kembali Jabat Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Sruweng

    • calendar_month Kam, 4 Apr 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.422
    • 0Komentar

    Meskipun Kebumen merupakan kota kecil, masyarakatnya berhak mendapatkan fasilitas kesehatan kelas nasional. Gedung baru ini menerapkan standar kelas kota besar dan standar nasional, baik dari segi bangunan maupun peralatan. “Peralatan operasi diimpor langsung dari Jepang, ruang ICU berbilik dan tidak memakai gorden, dan setiap pasien mendapatkan kamar privasi yang nyaman,” papar Hasan. Baca Juga: 10 […]

expand_less