Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Destinasi » Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka

Usai Ditutup Selama 3 Tahun, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akan Dibuka

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Jum, 19 Jul 2024
  • visibility 25.624
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Sayang sekali di sini kami tidak bisa berdekatan tendanya, karena memang kondisi di Ranu Kumbolo saat itu ramai. Untuk memilih lokasi pun cukup sulit. Saya sendiri mendapatkan kapling tenda di area yang jauh dari bibir danau. Malahan hampir saja masuk ke area ranjau darat, untung tidak menginjaknya.

Yang ada di pikiran kami saat itu ingin cepat-cepat istirahat. Sebelum tidur saya sengaja mengisi perut agar tidak masuk angin. Termasuk Mufid juga saya paksa ngemil/makan.

Karena hal ini cukup membantu. Terutama untuk menambah tenaga dan menghangatkan badan.

Baca juga: Tektok Gunung Prau Jalur Wates

 

Di Oro-oro Ombo. (Foto: Hari)

Tidak lama waktu tidur kami karena kami mulai terlelap menjelang pukul 3.00 WIB. Alarm yang saya setel waktu Subuh membangunkan kami.

Hari ke-2

Setelah Subuhan, saya mulai meracik menu sarapan. Sementara Mufid jalan-jalan ke tenda sebelah. Berkenalan, minta nomor hp dan lainnya (bercanda).

Menu pagi itu sayur oseng kacang. Saya juga mengajak Willy dan Ilham yang tendanya berdekatan dengan kami untuk sarapan bareng. Setelah sarapan, saya segera menuju tendanya Rey dan yang lain.

Memastikan akan lanjut ke pos Kalimati jam berapa. Ternyata agak siangan karena masih ingin bersantai di Ranu Kumbolo.

Setelah berembug dengan Mufid, Ilham, dan Willy, kami memutuskan berangkat lebih dulu ke pos Kalimati. Dan itu tidak jadi soal, karena pada dasarnya kami bergabung dengan rombongan ini untuk memudahkan dalam pendaftaran saja.

Memang lebih baik jika berjalan sesuai daftar peserta yang registrasi supaya tidak merepotkan kita sendiri nantinya. Misal saat pengecekan sampah dan tiket.

Ke Kalimati

Perjalanan menuju Kalimati sebagai titik camp kedua dimulai setelah tengah hari. Kami berempat melewati tenda-tenda pendaki lain.

Tidak jauh meninggalkan Ranu Kumbolo, kita langsung melewati Tanjakan Cinta. Berupa tanjakan yang mitosnya adalah jika kita naik tanjakan ini tanpa berhenti sampai atas dan tidak menoleh ke belakang, maka jodoh kita akan dikabulkan. Hehehe.

Lepas dari Tanjakan Cinta, pemandangan berupa padang luas yang diisi tumbuhan berwarna ungu. Belakangan diketahui itu adalah Verbena brasiliensis, merupakan jenis tanaman asing invasif yang berasal dari Amerika Selatan. Lokasi ini dinamakan Oro-oro Ombo.

Melewati Oro-oro Ombo dapat ditempuh selama kurang lebih satu jam. Lalu sampailah kami di pos Cemoro Kandang.

Waspada Macan Tutul Jawa 

Oya, ada pengumuman dari pihak basecamp bahwa saat melewati area Cemoro Kandang tidak boleh berjalan sendirian. Alasannya, di area ini masih terdapat hewan liar yaitu panthera pardus melas atau macan tutul jawa.

Kami diminta waspada dan berhati-hati selama melewati area ini. Walau pada dasarnya hewan tersebut tidak akan menyerang manusia kecuali sedang mengalami gangguan (stress, penglihatan terganggu, kekurangan makanan di areanya, dan lainnya).

Namun tidak ada salahnya kita berhati-hati. Dan tentunya kita cukup bangga bahwa di Gunung Semeru masih terdapat macan tutul jawa. Semoga tetap lestari.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rest Area Sholihah

    Rest Area Sholihah, Dilengkapi Rumah Makan Nyaman dan Masjid yang Megah

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.676
    • 0Komentar

    “Kebetulan orang tua istri saya dulu berjualan makanan. Jadi seperti meneruskan usaha yang dilakukan oleh orang tua,” ujar bapak empat putra dengan dua cucu tersebut. Bisa Dimanfaatkan Pengendara Beristirahat Kapolsek Prembun AKP Tugiman menyambut baik keberadaan rest area yang cukup strategis tersebut. Dia berharap dengan dibangunnya rest area tersebut dapat membawa kebaikan dan manfaat bagi […]

  • Tertimbun Gunungan Tanah, Pembuat Genteng di Kebumen Meninggal

    Tertimbun Gunungan Tanah, Pembuat Genteng di Kebumen Meninggal

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 862
    • 0Komentar

    SRUWENG (KebumenUpdate.com) –Seorang pekerja pembuat genteng dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran gunungan tanah (bahan baku genteng) saat bekerja. Korban diketahui berinisial TG (33) warga Desa Giwangretno, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Peristiwa nahas terjadi di area pesawahan masuk Dukuh Banaran RT 003 RW 001 Desa Sidoharjo Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen, sekitar pukul 16.15 WIB, Kamis […]

  • Serentak,  PLN UP3 Cilacap Lakukan Kunjungan ke Pelanggan

    Serentak, PLN UP3 Cilacap Lakukan Kunjungan ke Pelanggan

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.402
    • 0Komentar

    CILACAP (KebumenUpdate.com) – Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cilacap di seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah kerja melaksanakan program rutin tahunan. Salah satunya dengan melakukan kunjungan pelanggan terpilih. ULP Majenang berkunjung ke CV Laksana Baru, ULP Sidareja ke PT Sunchang Sidareja, ULP Cilacap Kota ke PT Solusi Bangun […]

  • Jelang Lebaran, ASN Kebumen Diminta Belanja Produk UMKM

    Jelang Lebaran, ASN Kebumen Diminta Belanja Produk UMKM

    • calendar_month Jum, 5 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 968
    • 0Komentar

    Haryono menuturkan, ASN hanya diminta belanja di PLUT Kebumen, tidak ditempat lain karena tempat tersebut (PLUT Kebumen) sudah dikelola asosiasi. Sehingga bisa memudahkan untuk pendataan berapa ASN yang sudah belanja dan jumlah barang yang terjual. “Kenapa di PLUT, ya karena sudah dikelola oleh asosiasi, jadi biar lebih mudah untuk melakukan pendataan,” ucapnya. Rekap Data ASN  […]

  • Bahaya Mandi di Laut, Ini yang Dilakukan Polwan Kebumen

    Bahaya Mandi di Laut, Ini yang Dilakukan Polwan Kebumen

    • calendar_month Sen, 24 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.436
    • 0Komentar

    Patroli Polwan tak bosan berkeliling di sepanjang garis pantai sambil menggunakan pengeras suara agar warga menjauh dari air. Menurut AKP Heru, semua pihak harus berperan aktif saling mengingatkan agar tidak mandi di laut karena menurutnya setiap tahun selalu ada korban jiwa terseret ombak. Baca juga: Halal Bihalal di Pendopo Kabumian, Pesan Bupati: Hati-hati di Tempat Wisata […]

  • H-18 Pilkada Serentak, KPU Kabupaten Kebumen Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

    H-18 Pilkada Serentak, KPU Kabupaten Kebumen Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.631
    • 0Komentar

    Di tengah proses simulasi, Komisioner KPU Kebumen Divisi Teknis Heri Purnama menambahkan, DPT yang digunakan pada simulasi ini hanya 300 dari jumlah 519 pemilih. “Teman-teman penyelenggara bisa memahami alurnya mulai dari penerimaan dan pengecekan logistik, formulir yang digunakan, penggunaan alat bantu sirekap, serta proses menuliskan di formulir dan mengumumkan. Jadi tidak hanya teori tapi juga […]

expand_less