Hadir di Buayan, Pangdam IV/Diponegoro Pastikan Kehadiran Batalyon Baru Dongkrak Perekonomian
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 97
- comment 0 komentar

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menjelaskan kepada wartawan. (Foto: istimewa)
BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen, Rabu 15 Juli 2026.
Agenda utama kunjungan ini adalah meninjau progres pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) yang berlokasi di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam beserta rombongan disambut langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sebelum meninjau lokasi pembangunan, rombongan transit di Marshalling Area Yonif TP 440/SJS (Satria Jaka Sangkrip) di Desa Nogoraji, Kecamatan Buayan.
Mayjen TNI Achiruddin menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pengecekan pembangunan Batalyon TP di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Hingga saat ini, Kodam IV/Diponegoro telah merintis pembangunan 29 batalyon dari target total 40 batalyon yang direncanakan di setiap kabupaten.
“Kehadiran batalyon ini bertujuan memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain fungsi pertahanan, kami berharap kehadiran batalyon dapat menciptakan pusat-pusat perekonomian baru di tingkat desa,” ujar Pangdam.
Ia memberikan simulasi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Dengan asumsi penempatan 500 prajurit di satu batalyon, perputaran ekonomi yang dihasilkan bisa mencapai Rp1,5 miliar setiap bulannya.
Kehadiran prajurit di wilayah seperti Buayan diproyeksikan memicu tumbuhnya usaha mikro, mulai dari kuliner, jasa binatu, hingga sektor jasa lainnya.
“Keberadaan Yonif TP pasti akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kami ingin membuka mata masyarakat bahwa TNI hadir tidak hanya untuk pertahanan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi,” tambahnya.
Terkait peran operasional, Mayjen TNI Achiruddin menegaskan bahwa Batalyon TP merupakan bagian dari Batalyon Infanteri Tempur yang memiliki spesialisasi ganda.
Selain siap menjalankan tugas operasi militer di berbagai wilayah seperti Papua, batalyon ini juga dibekali kemampuan teritorial yang mumpuni.
“Mereka memiliki kemampuan tempur, namun juga dibekali kemampuan teritorial untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan produksi pangan, sehingga mampu menjaga ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar