Pemprov Jateng dan Fujian Perkuat Kerja Sama Kelautan dan Perikanan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 25 Jun 2025
- visibility 863
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima cinderamata. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Fujian, China, memperkuat kerja sama di sektor kelautan dan perikanan. Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Fujian Lin Ruiliang di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa 24 Juni 2024.
Kerja sama ini menjadi kelanjutan dari hubungan sister province yang telah terjalin sejak 2003. Sektor yang disepakati meliputi penguatan teknologi budidaya, pengolahan hasil laut, pengembangan SDM perikanan, dan mitigasi bencana kemaritiman.
“Kerja sama ini penting untuk memperkuat sektor kelautan yang strategis bagi kedua provinsi,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi di sela-sela acara.
Tren Positif Produksi dan Ekspor Perikanan Jateng
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Endi Faiz Effendi, mengungkapkan bahwa produksi perikanan di Jateng terus menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Produksi perikanan tangkap meningkat dari 309.759 ton (2018) menjadi sekitar 379.124 ton (2024). Sementara perikanan budidaya naik dari 623.945 ton (2018) menjadi 732.480 ton (2024).
Komoditas unggulan budidaya antara lain nila, lele, bandeng, udang vaname, dan gurame. Di sektor ekspor, Jateng mengekspor berbagai produk perikanan ke China, AS, Jepang, Vietnam, dan Malaysia. Ekspor ke China tahun 2024 mencapai 63.196 ton dengan komoditas seperti cumi-cumi, ikan kaca piring, kurisi, sotong, dan gurita.
“China merupakan mitra ekspor terbesar untuk produk perikanan olahan maupun segar dari Jateng,” ujar Endi.
Fujian Tawarkan Investasi Kapal dan Industri Maritim
Wakil Gubernur Fujian, Lin Ruiliang, menilai kerja sama ini strategis karena kedua provinsi sama-sama memiliki potensi kelautan yang besar. Fujian memiliki wilayah laut yang luas dan industri maritim maju, termasuk produksi kapal perikanan berbasis listrik yang sudah masuk pasar Indonesia.
“Kami ingin mempercepat implementasi kerja sama ini dan menjajaki lebih banyak peluang, termasuk manufaktur dan investasi kelautan di Jawa Tengah,” kata Lin.
Selain teknologi, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan investasi industri kemaritiman di Jateng, termasuk kapal dan pengolahan hasil laut. Fujian berharap perjanjian yang ditandatangani segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.






