Jalan Kejayan Ruas Muktisari-Bocor Berdebu Tebal, DPUPR Kebumen Targetkan Pengaspalan Segera Dimulai
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 70
- comment 0 komentar

Kondisi Jalan Kejayan (Muktisari-Bocor) yang berdebu tebal. (Foto: Tangkapan layar video akun Faza Familo)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — “Ini bukan embun persawahan ataupun asap pembakaran, tapi ini adalah debu jalanan. Wow, mengerikan. Kondisi ini sudah berjalan beberapa hari bahkan berbulan-bulan. Katanya sih sedang ada perbaikan, tapi enggak tahu entah sampai kapan. Buat kalian yang tahu infonya, mohon berkomentar. Ini ada di Jalan Kejayan, Kabupaten Kebumen. Komentarnya dong, di sebelah kiri bawah. Gas, semoga ada perbaikan. Salam hangat manis.”
Kutipan di atas merupakan suara langsung dari akun Facebook Faza Familo yang mengunggah sebuah video keluhan warga di media sosial.
Dalam video selfie tersebut, ia merekam situasi Jalan Kejayan (ruas Muktisari-Bocor) yang dipenuhi debu tebal. Akibat kendaraan yang melintas, jarak pandang menjadi sangat kabur dan menyerupai kabut asap di tengah hamparan sawah hijau.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, kondisi debu yang pekat ini tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan akibat terganggunya pandangan, tetapi juga memicu ketidaknyamanan serta risiko gangguan pernapasan bagi warga sekitar dan pengendara.
Menanggapi keluhan yang viral di platform Facebook dan TikTok tersebut, KebumenUpdate.com menghubungi pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kebumen, Kamis 28 Mei 2026.
Kabid Bina Marga DPUPR Kebumen, Kurnia Hadi, memberikan angin segar terkait kepastian kelanjutan proyek tersebut. Pihaknya berjanji akan segera melakukan langkah taktis dalam waktu dekat.
“Nggeh Mas. Rencana minggu depan (Jumat besok kami rapatkan untuk percepatan pengaspalan jalan),” ujar Kurnia Hadi saat dikonfirmasi via pesan singkat.
Sebelumnya, Kepala DPUPR Kebumen, Joni Hernawan, sempat memberikan penjelasan saat melakukan monitoring infrastruktur pada akhir April lalu.
Joni menyebutkan bahwa penanganan di ruas Muktisari-Bocor tersebut awalnya sengaja dilakukan secara darurat melalui pengerukan lapisan aspal dan pengurugan.
Langkah darurat itu diambil karena momentumnya bertepatan dengan persiapan arus mudik Lebaran IdulFitri, ditambah faktor cuaca yang masih sering turun hujan. Jika pengaspalan dipaksakan dalam kondisi basah, dikhawatirkan kualitas aspal tidak akan awet dan cepat rusak kembali.
Selain faktor cuaca, lamanya proses pengerjaan di Jalan Kejayan ini juga disebabkan oleh adanya agenda pembongkaran dan penggantian struktur sejumlah gorong-gorong. Upaya penggantian total ini dinilai penting agar sistem drainase jalan matang, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan bongkar-pasang jalan di kemudian hari.
Dengan adanya agenda rapat percepatan pada Jumat besok, diharapkan proses pengaspalan tahap penyelesaian (finishing) di ruas jalan Muktisari-Bocor dapat segera terealisasi demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat Kebumen. Makin Tahu Indonesia









Saat ini belum ada komentar