Pemanas Gasolek Bocor, Kandang Ayam di Padureso Ludes Dilalap Api
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 71
- comment 0 komentar

PADURESO (KebumenUpdate.com) – Sebuah kandang ayam di Dukuh Krajan II, Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso, ludes dilalap si jago merah pada Minggu dini hari, 12 Juli 2026.
Kebakaran yang diduga dipicu oleh kebocoran alat pemanas (Gasolek) ini menyebabkan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan kandang beserta isinya. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, pemilik kandang, Dwi Susilo, harus menanggung kerugian yang ditaksir mencapai Rp750 juta.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan kebakaran bersumber dari kebocoran alat pemanas Gasolek yang menggunakan tabung gas.
“Peristiwa ini dipicu kebocoran pada alat pemanas. Kami memastikan tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp750 juta,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Laporan mengenai kebakaran tersebut diterima pihak kepolisian pada pukul 06.00 WIB. Menanggapi laporan tersebut, personel Polsek Padureso segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Padureso, Ipda Sampun, bersama perangkat desa dan warga setempat pun bergotong royong melakukan upaya pemadaman manual agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Menyikapi kejadian ini, Kapolres Kebumen mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama dalam penggunaan alat pemanas berbahan bakar gas di area peternakan. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat dan pemeriksaan rutin terhadap instalasi peralatan yang menggunakan sumber panas.
“Memasuki musim kemarau, kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Periksa secara berkala instalasi gas maupun peralatan lainnya untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga meminta warga agar segera melapor ke otoritas terkait apabila menemukan potensi bahaya atau kendala teknis agar langkah pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar