Gaya Ngabuburit Ala Muda-mudi Jogosimo Ini Patut Dicontoh
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 30 Apr 2020
- visibility 3.637
- comment 0 komentar

Muda-mudi Karang Taruna Pantai Indah saat menyalurkan beras kepada warga kurang mampu. (Foto: Istimewa)
KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Bulan Ramadan tahun ini bisa dikatakan paling berbeda bila dibandingkan dengan Ramadan sebelumnya. Pasalnya, bulan suci kali ini bersamaan dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.
Berbagai macam tradisi yang hanya bisa ditemui saat bulan Ramadan pun kini tampak sepi terdampak pandemi. Terlebih dengan seruan social-physical distancing yang menggema di mana-mana. Hal itu menjadikan bulan Ramadan tahun ini tak sesemarak Ramadan sebelumnya.
Muda-mudi Berkeliling Desa Bagikan Beras

Muda-mudi Karang Taruna Pantai Indah saat menyalurkan beras kepada warga kurang mampu. (Foto: Istimewa)
Salah satu dari beraneka macam tradisi di bulan Ramadan adalah ngabuburit atau kegiatan untuk menunggu azdan maghrib waktu berbuka puasa. Ngabuburit biasanya dilakukan bersama keluarga, teman maupun sanak saudara di tempat-tempat umum atau di lokasi objek wisata terdekat.
Di tengah pandemi Covid-19, muda-mudi di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen yang tergabung dalam Karang Taruna Pantai Indah mempunyai cara unik tersendiri untuk mengisi waktu ngabuburitnya. Seperti terlihat, Rabu 29 April 2020 mereka berkeliling desa membagikan beras kepada anak yatim dan warga yang dinilai kurang mampu.
“Beras yang kami kemas dan bagi-bagikan ini masing-masing seberat 5 kilogram. Selain beras, kami juga memberikan telur dan uang sekadar untuk membantu agar dapur tetap ngebul. Kami prioritaskan untuk anak yatim piatu, yatim, duafa dan warga kurang mampu,” ujar Ketua Karang Taruna Pantai Indah, Sigit Tulus EP.
Ngabuburit Berkah, Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

Muda-mudi Karang Taruna Pantai Indah saat menyalurkan beras kepada warga kurang mampu. (Foto: Istimewa)
Sejak awal Ramadhan, lanjut Sigit, sedikitnya 30 warga penerima manfaat yang telah dijangkau dalam kegiatan yang bertajuk “Ngabuburit Berkah” tersebut. Menurutnya, banyak cara yang dapat dilakukan untuk saling berbagi di tengah pandemi Covid-19 dan bulan Ramadan seperti sekarang ini.
Salah satunya yakni dengan mengisi waktu ngabuburit dengan hal-hal positif dan bermanfaat tanpa mengabaikan imbauan dari pemerintah.
“Kami memfasilitasi sekaligus mengakomodasi para dermawan desa yang peduli dan ingin berbagi terhadap sesama, utamanya mereka yang secara ekonomi sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan, terlebih di tengah pandemi Covid-19,” katanya.
Peran Pemuda Atasi Problem Sosial dan Ekonomi

Muda-mudi Karang Taruna Pantai Indah saat menyalurkan beras kepada warga kurang mampu. (Foto: Istimewa)
Dia menegaskan bahwa peran pemuda sebagai motor penggerak membendung penyebaran Covid-19 di desa sangatlah vital. Tak hanya itu, peran pemuda dalam membantu mengatasi problem sosial dan ekonomi selama menjalani social-physical distancing juga tak kalah urgen.
“Jika bukan pemuda siapa lagi. Ini tugas kemanusiaan. Kami harus berbuat sesuatu, kami tidak bisa hanya tinggal diam,” tandasnya. (rif)







Saat ini belum ada komentar