Hubungkan Jalan Daendels-JLSS, Ruas Munggu-Karanggadung Rusak Parah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 21 Jul 2020
- visibility 3.096
- comment 0 komentar

Mobil melintasi ruas Jalan Munggu-Karanggadung yang rusak parah. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Salah satu jalan yang menghubungkan Jalan Daendels dengan Jalan Lintas Selatan-selatan (JLSS) atau Jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) rusak parah. Kerusakan yang sangat parah terjadi di ruas Jalan Munggu hingga Karanggadung, Kecamatan Petanahan.
Meski kerusakan tersebut terjadi sudah satu tahun lamanya, namun belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Padahal jalan tersebut sangat ramai dilalui kendaran termasuk kendaraan besar berasal dari Jalan Nasional hendak menuju ke Jalur Pansela.
Ruas Jalan Rusak Parah 1,5 Kilometer

Penampakan kerusakan ruas jalan Munggu-Karanggadung. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Dari pantauan di lapangan jalan Guyangan-Petanahan kondisnya memang sangat baik. Dengan cor beton, jalan halus dan mudah digunakan. Namun setelah menyeberangi Jalan Daendels masih terdapat jalan dengan panjang sekitar 1,5 kilometer yang rusak parah.
Kerusakan dimulai dari depan SD Negeri 1 Munggu ke arah selatan yakni Desa Karanggadung Petanahan, hingga sampai persimpangan Jalan Lintas Selatan-selatan (JLSS).
Sangat Membahayakan Pengguna Jalan

Jalan rusak membahayakan pengendara. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Selain tidak nyaman digunakan, kondisi tersebut juga sangat membahayakan pengguna jalan. Menurut warga setempat banyak pendara sepeda motor yang terjatuh karena jalan yang tidak rata. Belum lagi mobil pengangkut telor yang banyak pecah akibat jalan yang rusak cukup ekstrim.
Para pengguna sepeda dan sepeda motor lebih memilih melalui bahu jalan saat melintas. Namun pilihan tersebut juga bukan tanpa risiko. Di sebelah bahu jalan terdapat selokan air atau saluran irigasi yang cukup dalam. Pengguna dapat terperosok baik pada lubang yang ada di bahu jalan maupun selokan yang berada di tepi bahu jalan.
Warga Berharap Jalan Segera Diperbaiki

Kendaraan besar banyak melintas di jalur ini. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Parino (50) warga Desa Karangduwur Kecamatan Petanahan mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Jalan sangat sudah digunakan dan membahayakan baik jiwa maupun barang bawaan.
“Saya kadang membawa rumput menggunakan becak. Setiap kali melewati jalan ini sangat susah. Selain itu pasti ada saja barang bawaan yang jatuh,” katanya berharap Pemkab Kebumen segera memperbaiki jalan tersebut.
Pembangunan Dianggarkan Rp 1,5 Miliar
Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen Haryono Wahyudi ST MT menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut telah dianggarkan pada APBD Kebumen tahun 2020 senilai Rp 1,5 miliar.
Saat ini proyek pembangunan jalan tersebut masih dalam proses tender dan belum ada tanda tangan kontrak.
“Adapun kontrak akan dilaksanakan pada akhir Juli ini,” ujarnya. (ndo)








Saat ini belum ada komentar