Dapur Produksi Keripik Singkong di Buayan Terbakar, Kerugian Jutaan Rupiah
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 84
- comment 0 komentar

BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Dapur rumah produksi keripik singkong milik Ngatman di Dukuh Blanakan RT 02 RW 01, Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, terbakar pada Jumat dini hari 31 Juli 2026. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini mengakibatkan kerugian material hingga jutaan rupiah.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K., menjelaskan bahwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh percikan bara api yang belum sepenuhnya padam dari aktivitas produksi menggunakan tungku kayu bakar pada Kamis sore 30 Juli 2026.
“Diduga bara api belum sepenuhnya padam, kemudian menyambar tumpukan daun kering di atas atap melalui cerobong dapur hingga akhirnya memicu kebakaran,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Jumat 31 Juli 2026.
Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pada pukul 02.45 WIB. Seorang saksi mata yang sedang melintas melihat kobaran api muncul di bagian atas tempat penggorengan, tepatnya di sekitar cerobong dapur produksi. Saksi tersebut kemudian bergegas meminta bantuan warga setempat untuk melakukan pemadaman secara mandiri.
Namun, saat warga kembali ke lokasi, api telanjur membesar dan membakar sebagian besar bangunan dapur. Berkat gotong royong warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB.
Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Buayan, IPTU Walali Saebani, bersama jajarannya langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, meteran listrik di lokasi ditemukan dalam kondisi normal, sehingga petugas memastikan penyebab kebakaran bukan berasal dari korsleting arus pendek. Bagian bangunan yang hangus meliputi dapur produksi, atap di atas tungku penggorengan, serta tiga unit tungku kayu bakar beserta peralatan produksi lainnya. Di lokasi kejadian juga dipastikan tidak terdapat kompor maupun tabung LPG karena seluruh proses produksi murni menggunakan kayu bakar.
Akibat musibah ini, pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp10 juta. Namun, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Kebumen mengimbau masyarakat, khususnya para pelaku usaha rumahan yang masih menggunakan tungku kayu bakar, agar senantiasa memastikan bara api benar-benar padam secara total sebelum ditinggal atau setelah aktivitas produksi selesai. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar