Persiapan Porprov, KONI Kebumen Petakan Kebugaran Atlet Melalui Tes VO2 Max
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 58
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kebumen berupaya memastikan kondisi fisik dan kebugaran para atlet secara optimal melalui kegiatan pengukuran VO2 Max.
Agenda tersebut berlangsung di GOR SMK Negeri 2 Kebumen, Minggu 13 September 2026, diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026.

Ketua KONI Kebumen Zubair Syamsu memberikan sambutan dan membuka acara tes VO2 Max. (Foto: Hari)
Sebelum pelaksanaan tes kebugaran ini, KONI Kebumen juga telah menggelar kegiatan motivasi dan pemantapan mental bagi para atlet pada Sabtu 12 September 2026 di lokasi yang sama.
Wakil Ketua IV KONI Kebumen, Agus Junaedy, menjelaskan bahwa total terdapat 178 atlet dari 25 cabor yang dipersiapkan untuk tampil dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Kemarin diberikan pemantapan mental untuk motivasi, juga ada informasi-informasi hubungannya dengan Porprov. Atlet-atlet Kebumen ini yang akan tampil besok,” ujar Agus.

Atlet Kebumen menjalani tes VO2 Max. (Foto: Hari)
Sementara itu, Ketua KONI Kebumen, Zubair Syamsu, dalam sambutannya saat membuka kegiatan berpesan agar para atlet tidak memaksakan diri apabila merasa kurang sehat. Pihaknya akan memberikan jadwal susulan bagi atlet yang berhalangan hadir, seperti atlet cabor futsal yang sedang mengikuti agenda lain.
“Oleh karena itu, saya berpesan kepada atlet-atletku yang kami banggakan, seandainya pada pagi hari ini anak-anakku sekalian merasa kurang sehat, mohon untuk jangan dipaksakan. Jadi nanti kami beri waktu untuk lain kali,” pesan Zubair.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kebumen, Tri Ngudi Prasetyo, menambahkan bahwa tes VO2 Max ini merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur tingkat kebugaran atlet, meskipun bukan satu-satunya penentu prestasi.
Hasil tes ini digunakan untuk mengevaluasi apakah kondisi fisik atlet mengalami peningkatan, stagnan, atau menurun selama masa latihan.
“Ini hanya untuk mengetahui kondisinya saat ini, apakah stagnan atau menurun. Kalau turun, berarti mungkin bisa dievaluasi lagi karena mungkin sedang sakit atau kurang apa,” jelas Tri.
Pelaksanaan tes dipandu langsung dengan membagi para atlet ke dalam beberapa sesi agar kegiatan berjalan tertib dan sesuai standar latihan. Setiap sesi diisi oleh 15 atlet yang terlebih dahulu melakukan pemanasan (warming up). **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar