Atlet Sepak Takraw Karanggayam dan Sadang Harumkan Kebumen di POPDA Jateng
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 85
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet pelajar Kabupaten Kebumen pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Jawa Tengah 2026. Dari cabang olahraga sepak takraw, atlet-atlet muda asal Kecamatan Karanggayam dan Sadang sukses membawa pulang dua medali perunggu.
Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena para atlet lahir dan berlatih di kawasan pegunungan Kebumen yang secara geografis cukup jauh dari pusat kota. Keterbatasan fasilitas serta jarak yang harus ditempuh tidak menyurutkan semangat mereka untuk berlatih secara konsisten.
Untuk mencapai lokasi latihan, anak-anak harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Tantangan geografis ini justru menjadi bagian dari tempaan mental dan fisik dalam mempersiapkan diri menghadapi ketatnya persaingan POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Persiapan matang pun telah dilakukan sejak jauh hari melalui latihan rutin, disiplin tinggi, serta komitmen yang kuat.
Pelatih takraw, Nuri Tri Jatmoko, mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan tanpa kenal lelah yang ditunjukkan oleh anak asuhnya.
“Dedikasi anak-anak luar biasa. Mereka rela berkorban waktu, tenaga, dan lain-lain demi bisa mengharumkan nama Kabupaten Kebumen,” ungkap Nuri.
Dalam perhelatan POPDA Jateng 2026, tim sepak takraw Kebumen tampil impresif hingga menembus babak semifinal. Kendati demikian, langkah mereka harus terhenti setelah berhadapan dengan Kabupaten Jepara.
Jepara dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dalam cabang olahraga sepak takraw pelajar, di mana sejumlah atletnya berstatus sebagai binaan PPLOP serta pernah mewakili Indonesia di ajang ASEAN School Games.
Meski harus mengakui keunggulan lawan dan puas dengan raihan medali perunggu, pencapaian ini tetap menjadi sejarah manis bagi tim sepak takraw Kebumen.
Dua medali perunggu tersebut bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan representasi dari kerja keras, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah anak-anak dari pelosok pegunungan.
Para pelajar ini telah membuktikan bahwa keterbatasan jarak dan kondisi geografis bukanlah halangan untuk berprestasi. Dari wilayah pegunungan yang jauh dari hiruk-pikuk kota, lahir generasi muda berbakat yang mampu berdiri sejajar dan bersaing di panggung olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar