Breaking News
light_mode
Beranda » News » Ini Fakta di Balik Viral Mikrobus Kontingen POPDA Kebumen ke Semarang

Ini Fakta di Balik Viral Mikrobus Kontingen POPDA Kebumen ke Semarang

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
  • visibility 2.273
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar rapat evaluasi terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 menyusul adanya sorotan publik di media sosial mengenai armada transportasi kontingen.

Rapat evaluasi dihadiri Bupati Kebumen dan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen, Kamis, 3 September 2026.

Turut hadir Sekretaris Daerah, Asisten 1 Sekda, Kepala Disdikpora, Bapperida dan BPKPD, Ketua KONI, K3S, MKKS, perwakilan cabang olahraga, serta para pegiat olahraga daerah.

Evaluasi ini digelar menanggapi viralnya pemberitaan di media sosial mengenai penggunaan mikrobus engkel untuk pemberangkatan atlet pelajar menuju Semarang.

Publik sempat memberikan tanggapan negatif mengingat para atlet muda tersebut membawa nama harum Kabupaten Kebumen dalam perjalananan jarak jauh antarkota.

Paparan Teknis dan Pemicu Lonjakan Kebutuhan

Dalam pemaparannya, Kabid Kepemudaan dan Olahraga Tri Mujiyanto menjelaskan bahwa kontingen Kebumen tahun ini berkekuatan total 321 orang, yang terdiri atas 248 atlet dari alokasi dinas, 16 atlet mandiri, serta 57 pelatih dan official.

Kontingen ini didampingi oleh 7 orang unsur dinas dan 5 orang panitia pelaksana (Panpel), serta ditempatkan di penginapan BPBMP Semarang untuk bertanding pada 18 cabang olahraga yang tersebar di 14 venue di 3 kabupaten/kota (Kendal, Pati, dan Kota Semarang).

Peningkatan kebutuhan anggaran dan logistik pada tahun ini didorong oleh sejumlah perubahan signifikan dibanding pelaksanaan tahun 2025:

• Lonjakan Kuota dan Cabor: Jumlah cabang olahraga bertambah dari 16 menjadi 18 cabor. Kebijakan baru dari provinsi juga memperbolehkan juara 1 dan 2 cabor beregu lolos ke tingkat provinsi (sebelumnya hanya juara 1), yang mendongkrak kuota atlet secara drastis dari 209 orang pada tahun 2025 menjadi 522 potensi kuota pada 2026 (dengan realisasi keberangkatan 312 atlet).

• Perubahan Format Pertandingan: POPDA tahun ini dilaksanakan dalam satu tahap penuh selama 6 hari berjenjang (1–6 September 2026), berbeda dengan tahun sebelumnya yang dibagi menjadi dua tahap (SD/SMP dan SMA terpisah).

• Keterlambatan Juknis: Petunjuk teknis (Juknis) baru diterbitkan pada April 2026, sehingga ruang pergeseran dan penyesuaian anggaran sangat terbatas.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pembengkakan kebutuhan pokok hingga hampir tiga kali lipat dari alokasi awal di DPA yang senilai Rp391.051.600 untuk tingkat provinsi.

Berdasarkan perhitungan riil, kebutuhan anggaran melonjak hingga mencapai Rp620.192.000, sehingga terdapat selisih (defisit) sekitar Rp229.140.400 pada beberapa komponen utama seperti angkutan, konsumsi, dan seragam.

Terkait pemilihan armada mikrobus engkel yang sempat viral, pihak dinas menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil melalui perhitungan efisiensi anggaran serta pertimbangan fleksibilitas mobilitas mengingat venue pertandingan yang tersebar di 14 titik berbeda.

Penggunaan mikrobus dinilai lebih lincah untuk mobilisasi harian di Semarang, serta meninjau aspek historis mobilitas kontingen pada tahun-tahun sebelumnya. Kendati demikian, pihak dinas menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan yang terjadi dalam perencanaan mitigasi risiko di lapangan.

Pandangan dan Kritikan Pegiat Olahraga

Sujud Sugiarto, selaku pegiat olahraga sekaligus Ketua Perbati, menyampaikan kritik dan masukan konstruktif kepada Pemkab Kebumen dan Disdikpora. Dirinya menekankan bahwa para atlet berjuang membawa nama baik daerah sehingga aspek kenyamanan dan kesejahteraan seharusnya mendapat perhatian utama dari para pengampu anggaran.

“Ini atlet untuk membawa nama baik Kebumen. Yang mengelola anggaran mestinya melihat perubahan atau dinamika di lapangan. Karena ini evaluasi, maka tahun depan jangan terjadi lagi,” ujar Sujud.

Komitmen dan Langkah Tegas Bupati Kebumen

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Kebumen menyampaikan rasa prihatin dan menegaskan bahwa persoalan ini tidak terlepas dari kendala komunikasi antara perangkat daerah dan pimpinan.

Bupati mengaku tidak menerima undangan resmi saat proses pelepasan kontingen, sehingga koordinasi terkait kelayakan fasilitas tidak dapat ditangani lebih awal.

“Jangankan Pak Sujud, saya seorang ibu juga sedih melihat kendaraan seperti itu. Mengapa tidak ada komunikasi? Saya merasa anak-anak itu seperti anak saya sendiri. Harus ada rasa nyaman, karena mereka membawa nama Kebumen,” tegas Bupati.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kecintaan kepada para atlet pelajar yang sedang berjuang, Bupati memastikan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah konkret untuk mengganti armada transportasi kontingen agar atlet dapat beristirahat dan bertanding dengan lebih nyaman.

“Insyaallah ke depan akan diperbaiki. Karena bagaimanapun itu anak-anak kita yang akan mengharumkan nama Kebumen. Saya sebagai Bupati, nanti bus-busnya akan saya ganti,” pungkasnya seraya bersiap meninjau langsung ke Semarang.

Di tengah dinamika evaluasi tersebut, kontingen Kabupaten Kebumen hingga tanggal 3 September 2026 telah berhasil mengumpulkan total 12 medali dengan rincian 4 Emas, 2 Perak, dan 6 Perunggu, menempatkan posisi sementara kontingen di peringkat ke-11 se-Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap capaian ini terus memotivasi para atlet untuk memberikan hasil terbaik di sisa rangkaian pertandingan POPDA Provinsi tahun ini. **Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biaya Haji

    Dibuka 9 Januari 2024, Pelunasan Biaya Haji Bisa Dicicil

    • calendar_month Kam, 21 Des 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.168
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Pemerintah dan Komisi VIII telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M dengan rerata sebesar Rp 93,4 juta. Sedangkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang harus dibayar oleh jemaah rerata Rp 56,04 juta. “Pelunasan Bipih atau biaya yang dibayar jemaah haji reguler dibuka mulai 9 Januari 2024,” kata Menteri Agama […]

  • Residivis Narkoba Kebumen Kembali Ditangkap, Terancam 20 Tahun Penjara

    Residivis Narkoba Kebumen Kembali Ditangkap, Terancam 20 Tahun Penjara

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 947
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang residivis narkoba berinisial AR (41), warga Desa Mengkowo, Kecamatan Kebumen, kembali diamankan oleh Satresnarkoba Polres Kebumen pada Rabu, 19 Februari 2025, terkait dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Kasatresnarkoba AKP Heru Sanyoto dalam konferensi pers menjelaskan bahwa penangkapan AR berawal dari pengembangan informasi yang didapatkan […]

  • Kiai Palsu

    Tertipu Kiai Palsu, Nenek di Gombong Kehilangan Emas 35,6 Gram

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.451
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Seorang nenek berinisial RA (61) warga Desa Wero, Kecamatan Gombong, Kebumen kehilangan emas perhiasan seberat 35,6 gram atau senilai Rp 25 juta. Perempuan tua itu menjadi korban kelompok penipu yang mengaku sebagai kiai sakti yang ternyata kiai palsu. Polsek Gombong berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap salah satu pelaku. Polisi juga menangkap […]

  • Mancing Ikan, Tiga Pria Ini Bawa Pulang Hadiah Sepeda Motor

    Mancing Ikan, Tiga Pria Ini Bawa Pulang Hadiah Sepeda Motor

    • calendar_month Ming, 23 Jun 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.640
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Sekitar 3.000 mancing mania dari Kebumen dan sekitarnya memancing bareng di sepanjang saluran irigasi di Jalan Letjen Suprapto Kebumen, Minggu (23/6/2019). Tak tanggung-tanggung panitia menebar satu ton ikan lele untuk diperlombakan. Lomba mancing memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73 itu, panitia juga menyiapkan hadiah berupa sepeda motor. Peserta yang beruntung mendapatkan ikan Lele berpita […]

  • Sahabat Mas Dar

    Relawan Sahabat Mas Dar dan Kordes Se-Kecamatan Sempor Deklarasi Dukung Sudaryono Jadi Cagub Jateng

    • calendar_month Sel, 2 Jul 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.666
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Relawan Sahabat Mas Dar (SADAR) dan kordinator desa se-Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, mendeklarasikan dukungan terhadap Sudaryono dalam Pilkada Jawa Tengah 2024. Deklarasi digelar pada Temu Relawan SADAR dan Kordes se-Kecamatan Sempor digelar di Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu 30 Juni 2024. “Kami adalah pemuda milenieal  dan petani yang tersebar […]

  • Pembangunan jembatan gantung di Sungai Lukulo. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Jembatan Gantung di Sungai Lukulo Hampir Selesai Dibangun

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 17.098
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Tidak lama lagi warga Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan dan sekitarnya akan memiliki akses alternatif menuju pusat kota Kebumen. Pasalnya jembatan gantung bantuan warga negara Swiss Toni Ruttiman yang dibangun di atas Sungai Lukulo itu memasuki tahap akhir. Jembatan gantung senilai Rp 3 miliar itu menghubungkan Dukuh Penambangan Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan dengan […]

expand_less