Karangsambung Menuju Pusat Keunggulan Dunia, Kebumen Siap Sambut IUGS-UNESCO 2027
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Pemerintah Kabupaten Kebumen menyambut baik rencana penunjukkan Karangsambung sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan International Union of Geological Sciences (IUGS) yang bekerja sama dengan UNESCO pada 18 hingga 21 Januari 2027 mendatang.
Rencana strategis ini mengemuka saat audiensi dan kunjungan kerja Badan Geologi bersama Tim Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) di Kebumen. Rombongan yang hadir terdiri atas Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Ir. Agus Cahyono Adi, M.T., serta Anggota Dewan Pakar KNGI, Dr. Rudy Suhendar, M.Sc., dan Liela Ubaidi, MBA.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, didampingi Asisten II Sri Kuntarti, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Frans Haidar, Plt. Kepala Bapperida Haryono Wahyudi, serta perwakilan Badan Pengelola Geopark Kebumen, Kamis 27 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas persiapan untuk mengoptimalkan potensi Geopark Kebumen di kancah global. Agenda IUGS-UNESCO di Karangsambung diperkirakan akan dihadiri oleh delegasi dari sekitar 60 negara.
Ajang ini dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran mengenai perkembangan ilmu kebumian, sekaligus memperkenalkan kawasan Karangsambung yang telah ditetapkan sebagai cagar alam geologi selama 20 tahun terakhir.
Mengingat pentingnya peran strategis kawasan ini, muncul gagasan kuat untuk mengusulkan Karangsambung sebagai center of excellence dalam bidang ilmu geologi.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2027 tersebut. Menurutnya, momentum ini sangat baik untuk memperkuat fungsi edukasi di kawasan Geopark Kebumen.
“Kami dari Pemkab Kebumen sangat mendukung kegiatan yang akan diadakan pada Januari 2027 ini. Kami ingin agar Geopark Kebumen dapat berfungsi secara optimal sebagai sarana edukasi publik. Terkait fasilitas pendukung, penginapan sudah tersedia di Kampus Lapangan Karangsambung, dan kami siap memberikan dukungan penuh,” ujar Bupati Lilis.
Senada dengan Bupati, Kepala Disparbud Frans Haidar menyatakan kesiapan jajarannya dalam menyambut para tamu internasional. Pihaknya juga akan berkoordinasi secara intensif terkait proses perizinan dan kedatangan delegasi asing ke Kebumen.
Dukungan IUGS dan Profil Organisasi
IUGS (International Union of Geological Sciences) dan UNESCO selama ini bekerja sama erat dalam bidang ilmu bumi, pelestarian warisan geologi, serta pengembangan taman bumi global (global geoparks).
IUGS merupakan organisasi ilmiah internasional non-pemerintah di bidang ilmu kebumian yang didirikan pada tahun 1961 dan menjadi anggota International Science Council (ISC).
Organisasi yang beranggotakan lebih dari 121 negara ini mewakili lebih dari satu juta geosaintis di seluruh dunia, dipimpin oleh Prof. Hassina Mouri sebagai Presiden periode 2024–2028 dan Ludwig Stroink sebagai Sekretaris Jenderal. Organisasi ini berperan penting dalam menetapkan standar ilmiah kebumian global serta mengoordinasikan kerja sama riset lintas negara.
Rangkaian Agenda IUGS-UNESCO Januari 2027
Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah serangkaian kegiatan penting IUGS-UNESCO yang dipusatkan di Karangsambung (Kabupaten Kebumen) dan Yogyakarta pada awal tahun 2027:
• 18–21 Januari 2027 (Karangsambung, Kebumen):
Rangkaian acara diawali dengan UNESCO Geopark Event serta IUGS Workshop di Kampus Lapangan Karangsambung.
Kegiatan ini berfokus pada pelatihan langsung (direct training), pengisian dossier, peningkatan kapasitas (capacity building), serta diskusi bersama para ahli mengenai mitigasi bencana alam (natural hazards), energi terbarukan, perubahan iklim, hingga manajemen air.
• 21–27 Januari 2027 (Yogyakarta):
Agenda dilanjutkan di Yogyakarta yang meliputi Welcome Reception, IUGS EC Meeting (Open Session), IUGS Gala Dinner di hotel-hotel mitra, Two-day IUGL/Secretariat Field Trip, serta ditutup dengan IUGS EC Meeting (Closed Session) yang melibatkan unsur UNESCO, Geopark, IUGS, perwakilan kementerian, serta kolega nasional dan internasional.
Selain membahas persiapan kegiatan internasional tersebut, pertemuan ini turut menyinggung isu strategis mengenai penambangan pasir di sekitar aliran Sungai Lukulo.
Permasalahan lingkungan ini menjadi catatan penting yang akan dibahas secara lebih komprehensif pada agenda lanjutan bersama instansi terkait. **Makin Tahu Indonesia














Saat ini belum ada komentar