Bupati Kebumen Serahkan 5,4 Ton Beras untuk Korban Banjir di Prembun
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 8 Apr 2022
- visibility 1.116
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen secara simbolis menyerahkan bantuan beras. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyerahkan bantuan beras sebanyak 5,4 ton untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Prembun.
Penyerahan bantuan beras secara simbolis usai salat tarawih dan silaturahim (Tarhim) di Masjid Al Islakh, Desa Kedungbulus, Kecamatan Prembun, Kamis 7 April 2022 malam.
Tarhim dihadiri oleh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kebumen. Tampak Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama, Ketua DPRD Kebumen H Sarimun SSy yang merupakan warga Desa Mulyosri, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eduar Hendri, dan Kajari Kebumen Drs Fajar Sukristyawan.
Baca Juga: Anggota DPRD Kebumen Bareng Istri Bantu Korban Banjir
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyebutkan bahwa beras akan dibagikan di Desa Kedungbulus untuk 2.188 jiwa. Kemudian Desa Mulyosri 185 jiwa, dan Desa Sembir 325 jiwa.
“Kedungbulus ini kemarin termasuk yang terparah terkena banjir. Apalagi masjid ini berdekatan langsung dengan sungai dan kena banjir juga,” ujar Arif Sugiyanto usai tarhim.
Penguatan Ekonomi

Kapolres Kebumen menyerahkan bantuan beras. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
Kecamatan Prembun merupakan salah satu kecamatan yang terdampak banjir terparah yang terjadi pada Maret 2022. Beberapa desa juga terendam banjir, sehingga menyebabkan ribuan orang harus mengungsi. Salah satu yang terparah adalah Desa Kedungbulus.
Selain dari pemerintah kabupaten, imbuh Bupati, bantuan juga diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kodim 0709 dan Polres Kebumen.
“Ini sekaligus dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat,” imbuh Bupati Arif Sugiyanto.
Baca Juga: SPBU Korda Kebumen Kirim Makanan Hingga Sabun Mandi untuk Korban Banjir
Bupati bersyukur, dampak banjir dapat teratasi dengan baik di Kecamatan Prembun. Misalnya padi atau gabah yang terendam banjir bisa langsung diselamatkan di Sentra Pembangunan Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Rice Milling Unit (RMU) yang ada di Kutowinangun.
“Alhamdulillah, padi-padi atau gabah masyarakat di sini juga bisa diselamatkan di RMU untuk dikeringkan. Jadi mereka petani bisa menjualnya dengan harga yang kompetitif. RMU ini bisa mengurangi kerugian material dari banjir,” tandasnya.








Saat ini belum ada komentar