Bupati Kebumen Lantik 87 Kepala Sekolah Sekaligus Dekatkan Tempat Tugas dengan Domisili
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 226
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen melantik 87 Guru PNS untuk mengisi jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SD dan SMP di Pendopo Kabumian, Senin 6 Juli 2026. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Dari total 87 pejabat yang dilantik, sebanyak 57 orang merupakan kepala sekolah yang berpindah tugas (mutasi), terdiri dari 52 Kepala SD dan 5 Kepala SMP.
Sementara itu, 30 orang lainnya merupakan guru yang mendapatkan promosi atau penugasan baru sebagai kepala sekolah, dengan rincian 22 Kepala SD dan 8 Kepala SMP.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen, Agus Sunaryo, menjelaskan bahwa pelantikan ini bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah yang selama ini dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Meski demikian, jumlah tersebut belum sepenuhnya menutup seluruh kekosongan yang ada.
“Saat ini masih ada kekurangan 87 posisi Plt di tingkat SD. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan terobosan non-reguler melalui penjaringan calon kepala sekolah untuk mempercepat proses pengisian,” ujar Agus.
Melalui metode non-reguler ini, Disdikpora akan memangkas prosedur normal (diklat panjang) menjadi pembekalan intensif, lalu mengajukannya ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk diterbitkan SK Bupati.
Agus menegaskan, metode potong kompas ini diperbolehkan secara aturan asalkan secara kepegawaian yang bersangkutan tidak bermasalah.
Terkait sinkronisasi dengan program unggulan Bupati Kebumen “ASN Nyaman” yang berfokus pada redistribusi guru agar bertugas dekat dengan domisili, Agus menyatakan bahwa mayoritas penempatan saat ini sudah disesuaikan agar lebih dekat dengan tempat tinggal para guru.
“Sebagian besar sudah didekatkan dengan tempat tinggalnya. Memang tidak semua bisa sesuai keinginan perorangan karena ada sekolah di wilayah sulit yang tetap harus diisi demi memberikan pelayanan pendidikan yang memadai bagi anak-anak di sana. Namun untuk promosi baru, rata-rata ditempatkan di lokasi yang masih terjangkau,” jelas Agus.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani menekankan bahwa kepemimpinan kepala sekolah adalah motor penggerak utama mutu pendidikan, melampaui pentingnya fasilitas fisik gedung sekolah.
“Hari ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Saya berharap kepala sekolah menjadi pemimpin yang hadir di tengah guru, dekat dengan siswa, serta mampu mengelola sekolah secara tertib dan bertanggung jawab. Jadikan kepentingan peserta didik sebagai dasar dalam setiap keputusan,” tegas Bupati Lilis. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar