Kades Karangkembang Diperiksa Unit Tipikor Polres Kebumen, Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa

Desa Karangkembang
Kades Karangkembang didampingi penasehat hukum usai diperiksa. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kebumen mulai mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi penggunaan Dana Desa (DD) Desa Karangkembang, Kecamatan Alian, Kebumen.

Dalam hal ini penyidik Tipikor Polres Kebumen menindaklanjuti laporan Forum Masyarakat Peduli Desa (FMPD) Desa Karangkembang terkait adanya dugaan  kerugian keuangan desa pada tahun anggaran 2022 sebesar Rp 320.630.590 dan di tahun 2023 sebesar Rp 364.903.000.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Dituding Selewengkan Dana Desa, Kades Karangkembang Beberkan ke Mana Aliran Dananya

Kepala Desa Karangkembang Poniran (63) didampingi Penasehat Hukumnya dari Aksin LawFarm, Senin 9 Oktober 2023 terlihat menghadiri undangan klarifikasi dari pihak kepolisian dalam hal ini Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Kebumen.

“Jadi ada dugaan penyalahgunaan dana desa, bentuknya penyertaan modal ke Bumdes sebesar Rp 150 juta untuk internet masuk desa,” kata Aksin selaku pengacara Kepala Desa Karangkembang kepada wartawan usai pemeriksaan di Mapolres Kebumen.

Usai pemeriksaan, Aksin selaku penasehat hukum Kades mengatakan kliennya tadi selama kurang lebih lima jam dimintai keterangan terkait dalam dugaan perkara tindak pidana korupsi yang terjadi di desa yang ia pimpin.

Penyidik Tipikor Tanyakan Kaitan dengan Bumdes

Aksin menjelaskan, pemeriksaan tersebut masih sebatas klarifikasi tentang sistem keuangan, SPJ dan proses penggunaan dana desa di Desa Karangkembang. Salah satu yang ditanyakan oleh penyidik tipikor adalah kaitanya dengan masalah Bumdes.

“Tadi diceritakan, dijelaskan semua oleh pihak klien kami terkait Bumdes. Bahwa di tahun 2022 ada program yang belum selesai dilaksanakan pekerjaannya yaitu terkait pengadaan internet masuk desa, bentuknya penyertaan modal,” jelas Aksin.

Pos terkait