BUBK Kebumen Capai Panen Parsial 46 Ton
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 1 Mei 2026
- visibility 3.098
- comment 0 komentar

PETANAHAN (KebumenUpdate.com) – Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang berlokasi di Desa Tegalretno Kecamatan Petanahan, kini memasuki masa panen parsial.
Keberhasilan proyek percontohan ini diharapkan mampu menjadi lokomotif bagi pertumbuhan industri budidaya udang yang ramah lingkungan di Indonesia.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. TB. Haeru Rahayu, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras para petambak saat meninjau langsung panen parsial udang vaname di lokasi BUBK, Jumat 1 Mei 2026.
Tambak modern terbesar di Indonesia ini diproyeksikan menjadi pendorong utama peningkatan produktivitas udang nasional.
“Alhamdulillah, hari ini bisa kita lihat bersama BUBK masih beroperasi. Terbukti dengan panen parsial sebanyak 9 kolam dengan hasil 4,2 ton. Kegiatan panen udang hari ini saya kira menjadi momentum penting untuk mendukung kebangkitan sektor perikanan Indonesia, khususnya budi daya udang,” ujar Haeru Rahayu.
Haeru menjelaskan bahwa modelling BUBK ini merupakan sebuah terobosan dalam pengelolaan tambak udang modern yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Berdasarkan data teknis, akumulasi hasil panen parsial hingga tahap ketiga ini telah mencapai total 46 ton yang bersumber dari 32 petak tambak.
“Hari ini parsial 9 kolam dengan target 4,2 ton, size 35-40. Panen parsial pertama 12 ton, kedua 15 ton dan ketiga hari ini 19 ton. Jadi total 46 ton,” ungkap Haeru secara mendetail.
Udang yang dihasilkan memiliki kualitas ekspor, bahkan sejumlah pembeli diketahui datang langsung ke kawasan tambak untuk melakukan transaksi.
Kehadiran BUBK di Kebumen terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya alam yang optimal.
“Pesan pentingnya adalah, udang ini salah satu komoditi strategis yang harus bisa jadi andalan Indonesia ke depannya,” tegas Haeru.
Setelah tahap parsial ini, BUBK Kebumen dijadwalkan melaksanakan panen raya pada akhir Mei 2026 dengan target produksi mencapai 75 ton.
Sebagai langkah keberlanjutan, pemerintah melalui KKP saat ini tengah melaksanakan proses pembangunan lokasi budidaya udang terpadu di lahan seluas 2.000 hektar di Waingapu, Sumba Timur, NTT, dengan investasi mencapai hampir Rp7 triliun. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar