Hadiah Hari Anak: RSU Purbowangi Selamatkan Mata Pasien Cilik Lewat Soft Launching Glaukoma Center
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 127
- comment 0 komentar

Direktur RSU Purbowangi, dr. H. A. Dwi Budi Satrio, M.Kes, dengan ramah menuntun pasien anak penderita glaukoma. (Foto: Hari)
BUAYAN (KebumenUpdate.com) — Masih dalam nuansa perayaan Hari Anak, soft launching Glaukoma Center RSU Purbowangi pada Sabtu, 25 Juli 2026, diwarnai keberhasilan operasi medis.
Tim dokter sukses melakukan reposisi implan pada mata anak penderita glaukoma dengan tekanan bola mata sangat tinggi.
Direktur RSU Purbowangi, dr. H. A. Dwi Budi Satrio, M.Kes, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan tindakan tersebut. Bagi pihak rumah sakit, menyelamatkan masa depan seorang anak dari ancaman kebutaan permanen adalah sebuah panggilan kemanusiaan yang luar biasa.

Pemeriksaan tekanan bola mata menggunakan non-contact tonometer pada pasien anak penderita glaukoma sebelum tindakan reposisi implan. (Foto: Hari)
“Ini suatu hal yang luar biasa, atas izin Allah, bahwa kita bisa menyelamatkan masa depan anak dari keselamatan matanya. Melalui pemasangan implan untuk mengalirkan cairan mata akibat tekanan yang sangat tinggi, insyaallah kita berikan yang terbaik demi masa depannya,” ungkap dr. Dwi Budi Satrio.
Di balik perjuangan medis tersebut, terdapat kisah haru dari sang ibu, Satiyem, warga Karangjoho, Sempor.
Berawal dari kecurigaan saat sang anak beranjak kelas 2 atau 3 SD melihat kondisi bola matanya yang tampak goyang, Satiyem sempat mengalami kebingungan dan keterbatasan biaya saat harus dirujuk ke luar kota seperti Yogyakarta.
Berkat ketulusan hati dan pendampingan jejaring sosial—termasuk tetangganya, Musinah, yang rutin mengantar jemput sekolah—kini Satiyem merasa terbantu karena penanganan medis dapat diakses lebih dekat dari rumah di RSU Purbowangi.
Glaukoma: Ancaman Nyata ‘Fenomena Gunung Es’ di Tengah Masyarakat
Kasus yang dialami pasien cilik tersebut membuka mata kita betapa berbahayanya glaukoma. Dikenal sebagai salah satu penyebab utama kebutaan permanen di dunia, glaukoma kerap dijuluki sebagai fenomena gunung es.
Berbeda dengan katarak yang dapat dipulihkan melalui operasi, kerusakan saraf mata akibat glaukoma bersifat permanen.
Oleh karena itu, deteksi dini, pemantauan jangka panjang, dan penanganan subspesialistik yang tepat menjadi kunci utama.
Berdasarkan data nasional Kementerian Kesehatan dan Riskesdas, prevalensi glaukoma di Indonesia mencapai 4 hingga 5 orang dari setiap 1.000 penduduk (0,46%).
Untuk wilayah Kabupaten Kebumen dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, diperkirakan terdapat 600 hingga 750 pasien glaukoma.
Komitmen dan Keunggulan RSU Purbowangi Menuju Comprehensive Eye Center
Kehadiran Glaucoma Center di RSU Purbowangi bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan terdepan di wilayah Jawa Tengah Selatan.
Melalui pengembangan ini, masyarakat Kebumen dan sekitarnya tidak perlu lagi menempuh perjalanan melelahkan dan biaya tambahan ke luar daerah seperti Yogyakarta atau Bandung.

RSU Purbowangi. (Foto: Hari)
Keunggulan RSU Purbowangi didukung oleh persiapan matang melalui kehadiran dokter konsultan glaukoma yang merupakan tenaga medis subspesialis berpengalaman.
Rumah sakit ini juga memiliki infrastruktur terpadu yang mengintegrasikan Retina Center dan layanan refraksi sebagai fondasi Comprehensive Eye Center.
Selain itu, tersedia fasilitas diagnostik dan operasi modern yang siap menangani kasus kompleks, mulai dari diagnosis dini, terapi laser, hingga operasi implan.
Guna memastikan mutu dan keselamatan pasien, RSU Purbowangi turut memperkuat jejaring rujukan melalui kerja sama luas dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), puskesmas, klinik, serta pusat pendidikan nasional.
Dengan kesiapan sistem yang matang dan teruji, soft launching hari ini membuktikan bahwa RSU Purbowangi telah siap sepenuhnya memberikan pelayanan mata paripurna.
Langkah ini sekaligus menjadi awal dari dedikasi tiada henti rumah sakit untuk terus bertumbuh, menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, serta menjaga cahaya masa depan penglihatan masyarakat. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar