Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge di Kebumen Jadi Teladan Layanan Kesehatan Masyarakat
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 48 menit yang lalu
- visibility 61
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar kegiatan bertajuk “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge” (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang dipusatkan di Desa Tanuharjo, Kecamatan Alian, Selasa 15 September 2026.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Oktavianus.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengobatan umum, pemeriksaan dokter spesialis, peringatan World Contraception Day, Active Case Finding (ACF) TBC, serta bakti sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Wamendagri dan Wamenkes ke Kebumen.
Ia menegaskan bahwa penanggulangan Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu prioritas nasional demi mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030.
Pemkab Kebumen saat ini telah memperkuat jejaring layanan kesehatan yang melibatkan 35 puskesmas, 12 rumah sakit, serta klinik dan tenaga medis swasta.
Hingga awal September 2026, pemeriksaan aktif telah dilaksanakan di 74 lokus dengan menjangkau sekitar 7.400 orang. Sementara itu, program CKG juga telah berjalan di seluruh puskesmas dan diikuti oleh lebih dari 703 ribu warga.
“Sampai Agustus 2026, sebanyak 2.139 kasus TBC telah ditemukan dan dilaporkan. Angka ini masih berada di bawah estimasi kasus yang diperkirakan mencapai 3.690 kasus. Artinya, masih ada kesenjangan penemuan kasus yang harus kita selesaikan bersama melalui penemuan aktif, pengobatan tuntas, hingga terapi pencegahan kontak serumah,” ujar Bupati Lilis.
Pemkab Kebumen berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, terutama dalam memperluas ketersediaan alat pemeriksaan cepat TBC serta sarana pemeriksaan paru portabel untuk menjangkau wilayah pelosok.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan gerakan TOSS TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh.
Sementara itu, Wamenkes dr. Benjamin Paulus Oktavianus mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik secara nasional.
Menurutnya, CKG sangat penting untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi guna mencegah komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.
Terkait penanganan TBC, Wamenkes menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, camat, kepala desa, hingga kader PKK dan Posyandu.
Meskipun tingkat keberhasilan pengobatan pasien yang ditemukan sudah sangat baik di atas 90 persen, tantangan utama saat ini berada pada pemeriksaan kontak erat serumah yang masih rendah. Oleh karena itu, kolaborasi masif melalui penemuan kasus aktif dan pemberian obat pencegahan sangat diperlukan.
Wamendagri Akhmad Wiyagus turut memberikan apresiasi dan menekankan pentingnya sinkronisasi program penanggulangan TBC ke dalam perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD, hingga APBD.
Ia optimis bahwa melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, hingga tingkat desa dan kelurahan, berbagai persoalan kesehatan termasuk penanggulangan TBC dapat diselesaikan dengan baik. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar