Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Mbah Djarot Bukan Londo Ireng

Mbah Djarot Bukan Londo Ireng

  • account_circle Sigit Tri Prabowo
  • calendar_month Kam, 30 Jul 2026
  • visibility 691
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SEJAK pertengahan 1968, hati Mbah Djarot gundah. Seperti umumnya warga Gombong lainnya, beliau sangat mencintai dan peduli kotanya. Apalagi Djarot Prawirosoewarno, nama lengkap  beliau adalah mantan Ketua Cabang Muhammadiyah Gombong (1950-1963). Lalu datanglah satu kabar yang sungguh membuat gundah. Kabar yang justru datang dari salah satu petinggi kota.

Ceritanya begini. Tahun 1968 adalah masa di mana bangsa Indonesia tengah berusaha bangkit setelah terkoyak mega badai sosial politik tahun 1965. Gombong bahkan lebih parah lagi. Jebolnya Waduk Sempor di akhir 1967 memakan ratusan korban jiwa, merusak ribuan rumah, ratusan hektare sawah, jalan bahkan rel kereta api. Semangat membangun kembali mulai bangkit, namun tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Dalam situasi itulah, salah satu pejabat lokal menyampaikan “kabar gembira”. Ada potensi pembiayaan pembangunan yang tidak semata mengandalkan anggaran negara. Terungkap bahwa seorang bandar jud! (c4sino) dari Cilacap bersedia memberikan sumbangan dana sebesar Rp250.000 per bulan untuk biaya pembangunan kota Gombong. Hampir satu miliar setahun jika dinilai dengan uang sekarang.

Syaratnya? Ijin pembukaan pusat perjudian c4sino di Gombong.

Di masa itu, kegiatan perjud!an memang diijinkan secara hukum. Undang Undang Darurat No. 11 Tahun 1957 mengijinkan pemerintah daerah memungut pajak dari kegiatan perjud!an. Gubernur Jakarta Ali Sadikin menjadi salah satu tokoh yang melegalkan perjud!an di wilayahnya. Keterbatasan anggaran negara untuk membiayai pembangunan menjadi alasannya.

Surati Gubernur Jawa Tengah

Mbah Djarot tidak anti pembangunan. Namun sumber pembiayaan yang berasal dari perjud!an sangat mengganggu nuraninya. Dengan tegas beliau menentang paham het doel heiligt de middelen, cara yang kurang baik dapat diambil asal tujuannya baik. Dalam kegalauannya, beliau bersuara lewat sebuah surat yang dengan tegas, terang benderang namun tertata penuh adab mengungkapkan pikiran dan ketidaksetujuan beliau.

Mbah Djarot mengingatkan agar kita tidak terburu nafsu mengejar pembangunan fisik semata dan mengabaikan membangun jiwa dan sikap mental.

“…jang dimaksud mengenai modernisasi desa jang harus didahulukan adalah pembangunan manusia-manusianja itu sendiri sebelum berbitjara mengenai alat hidup/kebutuhan manusia… jang penting adalah merubah, membangun mental, merubah tjara berfikir rakjat jang statisch…”

Dalam surat yang ditulis pada 20 September 1968 tersebut, dengan alur yang jelas Mbah Djarot menyuarakan protesnya. Data dan argumen disampaikan dengan baik. Tegas namun tidak menantang. Sikap terus terang, blakasuta berhadapan dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah. Beliau bahkan siap memaparkan solusi yang lebih baik.

Tidak tanggung-tanggung, surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah dengan tembusan ke para pimpinan sipil dan militer, baik di Jawa Tengah maupun Kebumen. Tentu sikap ini sangat berisiko. Masa itu, luka-luka dari kemelut 1965 masih sangat mewarnai dunia sosial politik. Tata kelola pemerintahan sangat represif, masyarakat dihantui ketakutan dan kebencian. Bersuara berbeda dapat serta merta dipandang sebagai gerakan subversif yang berniat merongrong pemerintahan sah.

Mbah Djarot tetap bergeming dengan sikap dan keyakinannya. Dia tidak khawatir mendapat cap mbalelo atau bahkah dijuluki londo ireng yang mengkhianati bangsa. Kritik Mbah Djarot bukan ujaran kebencian. Itu bentuk kecintaan pada tanah air dan kebenaran.

Waktu kemudian membuktikan kebenaran sikap salah satu pemrakarsa berdirinya Balai Pengobatan (klinik) Muhammadiyah yang saat ini menjadi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong itu. Pemerintah tidak pernah lagi melegalkan perjud!an di Gombong. *** Makin tahu Indonesia

Sigit Tri Prabowo, Peminat Budaya dan Literasi.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Sigit Tri Prabowo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kambing Seni

    Peternak Kambing Seni Kebumen Bentuk HPKSI

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.468
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Para peternak kambing di Kebumen mulai mengembangkan budidaya kambing seni atau kambing untuk kontes. Bahkan para peternak secara resmi membentuk DPD Himpunan Peternak Kambing Seni Indonesia (HPKSI) Kebumen. Struktur organisasi DPD HPKSI Kebumen periode 2021-2024 dilantik oleh Ketua DPW HPKSI Jateng Mistono Eliyas di Wijaya Farm Desa/Kecamatan Poncowarno, Minggu 19 Desember 2021. […]

  • Longsor Majenang

    Tim SAR Gabungan Kembali Temukan 2 Korban Longsor Majenang

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 425
    • 0Komentar

    CILACAP (KebumenUpdate.com) – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban pada hari ke-empat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pasca bencana tanah longsor di Desa Cibeubying Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu 16 Nopember 2025. Tim juga menemukan dua bagian tubuh (body part) yang diduga kuat merupakan bagian dari korban yang masih tertimbun dalam bencana tanah longsor […]

  • Gelar Pelatihan Jurnalistik, Kepala SMAN 1 Pejagoan Sampaikan Pesan Inspiratif

    Gelar Pelatihan Jurnalistik, Kepala SMAN 1 Pejagoan Sampaikan Pesan Inspiratif

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.462
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – SMA Negeri 1 Pejagoan menjadi lembaga pendidikan ke-3 yang dikunjungi oleh PWI Kebumen dalam rangka pelatihan jurnalistik bertajuk PWI Kebumen Goes to School, Senin 13 Februari 2023. Kepala SMA Negeri 1 Pejagoan, Erna Umu Nurlaela SPd MEng dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya pelatihan ini sebagai langkah awal bagi peserta didiknya untuk […]

  • Jadi Kurir Sabu, Seorang Pemuda Diamankan Satresnarkoba Polres Kebumen

    Jadi Kurir Sabu, Seorang Pemuda Diamankan Satresnarkoba Polres Kebumen

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 879
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pemuda inisial HA (29) warga Desa Semanding Kecamatan Gombong diamankan Satresnarkoba Polres Kebumen karena diduga sebagai kurir pengedar narkotika jenis sabu. Wakapolres Kompol Muhammad Nurkholis didampingi Kasatresnarkoba AKP Heru Sanyoto saat konferensi pers menjelaskan, HA diamankan pada Kamis 26 September 2024, sekira pukul 10.00 WIB, di sebelah barat tugu batas kota […]

  • Kebakaran Kapal

    Sat Polairud Polres Kebumen Latihan Padamkan Kebakaran di Kapal

    • calendar_month Kam, 10 Feb 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 994
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Risiko terbesar kapal saat berlayar di lautan, selain tenggelam yakni kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Kebakaran bisa karena korsleting listrik atau kesalahan awak kapal yang bisa memicu percikan api sehingga terbakar. Awak kapal harus bisa cekatan mengendalikan situasi dalam keadaan apapun, agar bisa selamat menepi ke daratan berikut kapal yang ditumpangi. […]

  • Polres Kebumen

    Polres Kebumen Patroli di Trio Mall, Jadi Baru dan Rita Pasaraya, Tindak Juru Parkir Liar

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 945
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Polres Kebumen menggelar patroli intensif di sejumlah pusat perekonomian. Tiga pasar modern di Kebumen, Kamis 29 Mei 2025 menjadi sasaran patroli yakni Trio Mall di Jalan Sarbini, Toserba Jadi Baru di Jalan Kusuma dan  Rita Pasaraya di Jalan Soekarno-Hatta Kebumen. Patroli digelar untuk menindak praktik pungutan liar (pungli) oleh juru parkir liar. […]

expand_less