Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Mbah Djarot Bukan Londo Ireng

Mbah Djarot Bukan Londo Ireng

  • account_circle Sigit Tri Prabowo
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SEJAK pertengahan 1968, hati Mbah Djarot gundah. Seperti umumnya warga Gombong lainnya, beliau sangat mencintai dan peduli kotanya. Apalagi Djarot Prawirosoewarno, nama lengkap  beliau adalah mantan Ketua Cabang Muhammadiyah Gombong (1950-1963). Lalu datanglah satu kabar yang sungguh membuat gundah. Kabar yang justru datang dari salah satu petinggi kota.

Ceritanya begini. Tahun 1968 adalah masa di mana bangsa Indonesia tengah berusaha bangkit setelah terkoyak mega badai sosial politik tahun 1965. Gombong bahkan lebih parah lagi. Jebolnya Waduk Sempor di akhir 1967 memakan ratusan korban jiwa, merusak ribuan rumah, ratusan hektare sawah, jalan bahkan rel kereta api. Semangat membangun kembali mulai bangkit, namun tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Dalam situasi itulah, salah satu pejabat lokal menyampaikan “kabar gembira”. Ada potensi pembiayaan pembangunan yang tidak semata mengandalkan anggaran negara. Terungkap bahwa seorang bandar jud! (c4sino) dari Cilacap bersedia memberikan sumbangan dana sebesar Rp250.000 per bulan untuk biaya pembangunan kota Gombong. Hampir satu miliar setahun jika dinilai dengan uang sekarang.

Syaratnya? Ijin pembukaan pusat perjudian c4sino di Gombong.

Di masa itu, kegiatan perjud!an memang diijinkan secara hukum. Undang Undang Darurat No. 11 Tahun 1957 mengijinkan pemerintah daerah memungut pajak dari kegiatan perjud!an. Gubernur Jakarta Ali Sadikin menjadi salah satu tokoh yang melegalkan perjud!an di wilayahnya. Keterbatasan anggaran negara untuk membiayai pembangunan menjadi alasannya.

Surati Gubernur Jawa Tengah

Mbah Djarot tidak anti pembangunan. Namun sumber pembiayaan yang berasal dari perjud!an sangat mengganggu nuraninya. Dengan tegas beliau menentang paham het doel heiligt de middelen, cara yang kurang baik dapat diambil asal tujuannya baik. Dalam kegalauannya, beliau bersuara lewat sebuah surat yang dengan tegas, terang benderang namun tertata penuh adab mengungkapkan pikiran dan ketidaksetujuan beliau.

Mbah Djarot mengingatkan agar kita tidak terburu nafsu mengejar pembangunan fisik semata dan mengabaikan membangun jiwa dan sikap mental.

“…jang dimaksud mengenai modernisasi desa jang harus didahulukan adalah pembangunan manusia-manusianja itu sendiri sebelum berbitjara mengenai alat hidup/kebutuhan manusia… jang penting adalah merubah, membangun mental, merubah tjara berfikir rakjat jang statisch…”

Dalam surat yang ditulis pada 20 September 1968 tersebut, dengan alur yang jelas Mbah Djarot menyuarakan protesnya. Data dan argumen disampaikan dengan baik. Tegas namun tidak menantang. Sikap terus terang, blakasuta berhadapan dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah. Beliau bahkan siap memaparkan solusi yang lebih baik.

Tidak tanggung-tanggung, surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah dengan tembusan ke para pimpinan sipil dan militer, baik di Jawa Tengah maupun Kebumen. Tentu sikap ini sangat berisiko. Masa itu, luka-luka dari kemelut 1965 masih sangat mewarnai dunia sosial politik. Tata kelola pemerintahan sangat represif, masyarakat dihantui ketakutan dan kebencian. Bersuara berbeda dapat serta merta dipandang sebagai gerakan subversif yang berniat merongrong pemerintahan sah.

Mbah Djarot tetap bergeming dengan sikap dan keyakinannya. Dia tidak khawatir mendapat cap mbalelo atau bahkah dijuluki londo ireng yang mengkhianati bangsa. Kritik Mbah Djarot bukan ujaran kebencian. Itu bentuk kecintaan pada tanah air dan kebenaran.

Waktu kemudian membuktikan kebenaran sikap salah satu pemrakarsa berdirinya Balai Pengobatan (klinik) Muhammadiyah yang saat ini menjadi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong itu. Pemerintah tidak pernah lagi melegalkan perjud!an di Gombong. *** Makin tahu Indonesia

Sigit Tri Prabowo, Peminat Budaya dan Literasi.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Sigit Tri Prabowo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makodim 0709 Bakal Dibangun di Timur Terminal Bus, Bekasnya akan Didirikan Ini

    Makodim 0709 Bakal Dibangun di Timur Terminal Bus, Bekasnya akan Didirikan Ini

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.869
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen menghibahkan tanah seluas 1,5 hektare di Jalan Lingkar Selatan kepada Kodim 0709 Kebumen. Tanah di timur Terminal Bus Kebumen itu rencananya akan dibangun Makodim 0709. Terkait hibah itu, Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz beraudiensi dengan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabes TNI AD Jakarta, Selasa 7 Januari 2020.  Turut […]

  • PWI Kebumen Goes to School di MAN 2 Kebumen, Begini Acaranya

    PWI Kebumen Goes to School di MAN 2 Kebumen, Begini Acaranya

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.193
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kebumen menjadi lokasi pertama dalam rangkaian acara Road Show PWI Kebumen Goes to School menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2023. Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Kebumen Drs. Warsam MPd ketika memberikan sambutan, Kamis 9 Februari 2023, menyampaikan bahwa MAN 2 Kebumen sudah cukup dikenal masyarakat. Baca juga: PWI […]

  • Warga Ambal

    Warga Ambal Ditangkap Polisi Karena Curi Alat Tukang Kayu

    • calendar_month Sel, 2 Nov 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.237
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Serapat-rapatnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Mungkin ini peribahasa yang tepat untuk menggambarkan aksi kejahatan yang dilakukan oleh PN (52) warga Desa Benerkulon, Kecamatan Ambal, Kebumen. Aksi pencurian alat perkakas pertukangan kayu yang dilakukan warga Ambal ini akhirnya dibongkar polisi meski telah disembunyikan dengan rapih. Tersangka diduga melakukan pencurian di bengkel […]

  • Pilkada Kebumen

    Arif Sugiyanto-Ristawati Kantongi Rekomendasi 5 Partai Politik, Siap Maju Kembali di Pilkada Kebumen

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.230
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Peta politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Kebumen 2024 semakin jelas. Seluruh partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kebumen telah menentukan dukungannya. Pasangan petahana Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH MH dan Wakil Bupati, Hj Ristawati Purwaningsih SST MM kembali mendapatkan kepercayaan. Selain dukungan dari PDI Perjuangan, PAN, dan PPP […]

  • Tersangka pencurian sepeda motor bersama barang buktinya di Mapolres Kebumen. (Foto: Polres Kebumen)

    Pedagang Sayur Keliling Nyambi Curi Motor, Apes Aksinya Kepergok

    • calendar_month Ming, 9 Agu 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.065
    • 0Komentar

    SRUWENG (KebumenUpdate.com) – Pedagang sayur keliling berinisial AM (25) warga Desa Pandansari, Kecamatan Sruweng, Kebumen, harus berurusan dengan polisi. Dia diduga mencuri sepeda motor Honda Supra X 125 milik Suratmin (41) warga Desa Kejawang, Kecamatan Sruweng Kebumen. Pencurian dilakukan oleh tersangka pada Senin 3 Agustus 2020 dinihari di sebuah gudang kayu Desa Kejawang Kecamatan Sruweng. […]

  • Baznas Kebumen

    Baznas Kebumen Alokasikan Rp 1,750 Miliar untuk Beasiswa

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.539
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen pada tahun 2022 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,750 miliar untuk beasiswa. Beasiswa dan dana penunjang pendidikan tersebut diberikan melalui Program Kebumen Cerdas Baznas Kebumen. Adapun beasiswa tersebut diberikan kepada para penerima mulai SMA, perguruan tinggi serta Tenaga Pendidikan Keagamaan (TPK) Islam. Para calon penerima beasiswa mengikuti […]

expand_less