Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Sejarah Hari Ibu Dirayakan Setiap 22 Desember

Sejarah Hari Ibu Dirayakan Setiap 22 Desember

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 22 Des 2024
  • visibility 1.628
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

HARI Ibu di Indonesia diperingati setiap 22 Desember sebagai momentum penting untuk mengapresiasi peran dan pengorbanan seorang ibu. Peringatan ini tidak hanya mengakui kontribusi ibu dalam keluarga, tetapi juga menekankan posisi strategis ibu dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Perbedaan Hari Ibu Nasional dan Hari Ibu Internasional

Perayaan Hari Ibu di Indonesia berbeda dengan yang diperingati di banyak negara. Di Indonesia, Hari Ibu jatuh pada 22 Desember, sementara Hari Ibu Internasional diperingati pada minggu kedua bulan Mei.

Asal Usul Penetapan Hari Ibu Nasional di Indonesia

Peringatan Hari Ibu di Indonesia berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama yang diadakan di Gedung Dalem Joyodipuran, Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928. Kongres ini dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta dari 30 organisasi perempuan di Jawa dan Sumatera, serta perwakilan dari berbagai organisasi pria seperti Budi Utomo dan Muhammadiyah.

Kongres yang dipimpin oleh RA Soekonto ini menjadi tonggak perjuangan perempuan Indonesia, di mana mereka memperjuangkan kesetaraan hak, hak pendidikan, dan hak politik untuk perempuan.

Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para tokoh perempuan, 22 Desember 1928, hari pertama Kongres Perempuan Indonesia, akhirnya dipilih sebagai Hari Ibu Nasional. Penetapan ini dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang bukan Hari Libur.

Tema Hari Ibu 2024: Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Pada peringatan Hari Ibu ke-96 pada tahun 2024, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengusung tema “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”.

Melansir dalam laman kemenpppa.go.id Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menjelaskan bahwa “Perempuan Menyapa” mencerminkan peran aktif perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun pembangunan bangsa.

“Perempuan Berdaya” menggambarkan perempuan yang kuat, berdaya, dan memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan hidup, memberikan kontribusi, serta memperjuangkan hak-haknya.

Sementara itu, “Menuju Indonesia Emas 2045” mengingatkan kita pada tujuan besar bangsa Indonesia untuk meraih kemajuan pada peringatan 100 tahun kemerdekaannya.

Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Hari Ibu adalah momen yang mengingatkan kita akan pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di semua sektor kehidupan. Dengan menghargai peran ibu tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam pembangunan negara, kita dapat menciptakan Indonesia yang lebih baik dan lebih berdaya.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Partai Gerindra Kebumen,

    Konsolidasi Partai Gerindra Kebumen Diwarnai Kericuhan

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 956
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Rapat Konsolidasi DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah dengan DPC Partai Gerindra Kabupaten Kebumen di kantor DPC Gerindra Kebumen, Jumat 7 April 2023 diwarnai kericuhan. Para pendukung kepengurusan lama membentangkan spanduk yang berisi permintaan penangguhan dan menolak adanya SK tentang Kepengurusan DPC Partai Gerindra Kebumen yang baru. Rapat konsolidasi dihadiri Anggota DPR […]

  • Dhealogy

    Pementasan Dhealogy “Art for Art’s Sake” di Desa Semanding

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    “GERAK adalah doa, tubuh adalah bahasa.” Begitulah makna yang menjadi napas dari gelaran Dhealogy “Art for Art’s Sake”, sebuah pertunjukan tari dan teatrikal yang diselenggarakan oleh Sanggar Dhea pada Sabtu malam, 11 Oktober 2025, di Lapangan Mandala Krida, Desa Semanding, Kecamatan Gombong. Acara ini menjadi event perdana mandiri Sanggar Dhea sebagai panggung besar yang merangkum […]

  • Lari Maraton

    Rizal Sofyan Fuadi: Putra Kebumen Menaklukkan Maraton Warszawski 2025 Polandia dengan Batik

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 938
    • 0Komentar

    WARSAWA (KebumenUpdate.com) – Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Rizal Sofyan Fuadi, pelari asal Kebumen, saat mengikuti 47th Maraton Warszawski 2025 di Warsawa, Polandia. Dengan waktu 4 jam 6 menit 48 detik, ia sukses menuntaskan maraton penuh 42,2 km pertamanya. Prestasi ini bukan sekadar catatan pribadi. Rizal menjadi orang Kebumen pertama yang berhasil menyelesaikan maraton di […]

  • Dunia Terbalik dalam Lukisan Kapri

    Dunia Terbalik dalam Lukisan Kapri

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.098
    • 0Komentar

    PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Tak banyak perupa yang mengkhususkan diri melukis tokoh-tokoh wayang. Lebih sedikit lagi yang menggoreskan kuasnya pada lembaran kaca bening. Salah satunya adalah ‘Kapri’ Supriyanto, seorang pelukis kaca yang tinggal di Jambewangen, Prembun, Kebumen. Dari tangan pria kelahiran 1959 ini telah lahir puluhan karya lukis kaca yang mayoritas bertema adegan wayang. Rumahnya yang […]

  • Pemuda Tanjungsari Ditemukan Tewas di Sungai Lukulo, Ternyata Ini Sebabnya?

    Pemuda Tanjungsari Ditemukan Tewas di Sungai Lukulo, Ternyata Ini Sebabnya?

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.391
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Seorang pemuda ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia mengapung di Sungai Lukulo, masuk Desa/Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Rabu (25/9/2019). Pemuda malang itu  belakangan diketahu bernama Nur Sapto Mulyo (24) warga DesaTanjungsari RT 03 RW 01 Kecamatan Petanahan, Kebumen. Mayat pemuda itu kali pertama ditemukan oleh Sri Endah (50) warga Desa Pejagoan RT 04 […]

  • Kampung Moderasi Beragama

    Tiga Desa/Kelurahan Ini Ditetapkan Sebagai Kampung Moderasi Beragama, Ini Tujuannya

    • calendar_month Jum, 14 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.902
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen menetapkan tiga desa di tiga kecamatan di Kabupaten Kebumen sebagai Kampung Moderasi Beragama. Desa/Kelurahan tersebut adalah Kelurahan Kebumen Kecamatan Kebumen, Desa Gebangsari Kecamatan Klirong dan Desa Sikayu Kecamatan Buayan. Keputusan  tersebut tertuang dalam Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Kepala Kankemenag Kebumen H Sukarno Nomor 155 Tahun 2023 […]

expand_less