UNNES-UAD Dorong Produktivitas Tempe Bungkus Daun Desa Meles, Bantu Mesin dan Pendampingan Digital
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month Sab, 8 Agu 2026
- visibility 433
- comment 0 komentar

Tim pengabdian memperkenalkan teknologi kepada perajin tempe bungkus daun di Desa Meles. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tim pengabdian Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendorong peningkatan produktivitas dan pemasaran industri rumah tangga tempe bungkus daun di Desa Meles, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi usaha, Jumat 7 Agustus 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing industri pangan berbasis potensi lokal sekaligus mendukung agenda Asta Cita dan pengembangan sektor industri strategis pangan.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Produktivitas dan Pemasaran Tempe Bungkus Daun Desa Meles” itu melibatkan pelaku industri rumah tangga tempe sebagai mitra utama. Tim pengabdi terdiri atas Ranu Iskandar MPd dan Aulia Prima Kharismaputra MPd dari UNNES serta Rendra Ananta Prima Hardiyanta SPd MPd dari UAD.
Program pengabdian tersebut berfokus pada penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal melalui peningkatan kapasitas produksi sekaligus perluasan pasar tempe bungkus daun yang menjadi salah satu produk unggulan Desa Meles.
Tim pengabdian tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga memperkenalkan teknologi yang dapat langsung digunakan pelaku usaha. Dua teknologi tepat guna yang diserahkan kepada mitra yakni mesin pemecah kedelai dan mesin pencuci kedelai.
Penggunaan kedua mesin tersebut diharapkan dapat mempercepat tahapan produksi, mengurangi beban kerja, meningkatkan efisiensi, serta membantu menjaga kualitas dan kebersihan bahan baku tempe.
Dorong UMKM Tempe Masuk Ekosistem Digital
Selain aspek produksi, program pengabdian juga menyasar pemasaran dan transaksi digital. Para pelaku industri rumah tangga diperkenalkan dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta penggunaan e-wallet sebagai alternatif pembayaran non-tunai.
Tim pengabdi juga memberikan pendampingan pemanfaatan marketplace digital. Langkah tersebut diharapkan membuka akses pemasaran yang lebih luas sehingga produk tempe bungkus daun Desa Meles tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi berpeluang menjangkau konsumen di tingkat regional hingga nasional.
Digitalisasi dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan industri rumah tangga karena pelaku usaha dapat memperkenalkan produk sekaligus melayani transaksi secara lebih praktis.
Ketua tim pengabdian mengatakan tempe bungkus daun memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk pangan lokal bernilai ekonomi sekaligus memiliki aspek keberlanjutan lingkungan.
“Penguatan industri tempe berbasis teknologi dan digitalisasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Mitra Sambut Pendampingan
Pelaku industri rumah tangga yang menjadi mitra menyambut positif program tersebut. Mereka menilai bantuan teknologi produksi dan pendampingan digital sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha di tengah perubahan pola transaksi dan pemasaran.
Penerapan mesin pemecah serta pencuci kedelai diharapkan membantu meningkatkan kapasitas produksi. Sementara pemanfaatan QRIS, e-wallet, dan marketplace membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.
Program tersebut sekaligus mempertemukan potensi pangan lokal dengan inovasi teknologi dan strategi pemasaran digital. Pendekatan itu diharapkan membuat industri rumah tangga tempe bungkus daun Desa Meles semakin produktif dan mampu menghadapi persaingan pasar. *** Makin tahu Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar