Warga Bersama TNI-Polri Gotong Royong Perbaiki Rumah Korban Kebakaran di Kutowinangun
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar

KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) — Warga bersama anggota TNI-Polri bergotong royong memperbaiki rumah Sodirin (70), warga Dukuh Penajung, Desa Tunjungseto, Kecamatan Kutowinangun, Minggu 27 September 2026.
Rumah berukuran 7 x 8 meter tersebut sebelumnya ludes terbakar pada 18 September lalu. Peristiwa itu menghanguskan bangunan beserta sejumlah barang berharga dan hewan ternak milik korban, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menyatakan bahwa keikutsertaan personel kepolisian dalam kerja bakti ini merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Polres Kebumen melalui Polsek Kutowinangun hadir membantu warga yang sedang ditimpa musibah. Semoga apa yang kami lakukan bisa sedikit meringankan beban korban,” ujar AKBP Putu.
Kegiatan renovasi yang dimulai pukul 08.31 WIB ini melibatkan sejumlah aparat kepolisian, Sekretaris Kecamatan Kutowinangun beserta jajaran, personel TNI, Kepala Desa Tunjungseto beserta perangkat desa, dan puluhan warga.
Melalui kolaborasi lintas elemen ini, diharapkan korban dapat kembali bangkit dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
Kronologi dan Imbauan Kewaspadaan
Berdasarkan hasil penyelidikan, kebakaran bermula pada Jumat 18 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, pada pukul 19.00 WIB, salah satu anggota keluarga membakar sisa rumput pakan ternak di area dapur, lalu ditinggal pergi bekerja.
Sekitar pukul 23.00 WIB, warga sekitar melihat api sudah membesar di bagian dapur dan berusaha melakukan pemadaman darurat.
Kendati demikian, kobaran api dengan cepat membesar akibat lokasi sumber air yang cukup jauh. Meskipun tidak ada korban jiwa, insiden ini menghanguskan bangunan beserta hewan ternak seperti ayam, kelinci, dan bebek.
Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak sembarangan meninggalkan aktivitas pembakaran tanpa pengawasan ketat.
“Jangan meninggalkan api yang masih menyala. Pastikan bara sudah benar-benar padam, terutama jika pembakaran dilakukan di dekat rumah,” tegas AKBP Putu. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar