Usia Senja Sanreja, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reot Tanah Tetangga
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 25 Mei 2022
- visibility 3.941
- comment 0 komentar

Sanreja berada di gubuk reotnya. (Foto: Istimewa)
Sanreja hidup sebatang kara tanpa keluarga tinggal di sebuah gubuk reot tak layak huni.
PURING (KebumenUpdate.com) – Banyak orang yang mendambakan menikmati usia senja dengan bahagia bersama keluarga. Tetapi tidak semua orang bisa merasakannya.
Sanreja alias Kakek Mingin (85) salah satunya. Pria lanjut usia warga Desa Sitiadi RT 01 RW 02 Kecamatan Puring ini hidup sebatang kara tanpa ada keluarga yang menemani. Kakek Mingin tinggal di sebuah gubuk reot yang tidak layak huni.
Baca Juga: Puluhan Tahun Hidup di Tenda Terpal, Sedulur Kebumen Bantu Bangun Rumah Mbah Ngabsah
Rumah Kakek Mingin yang menumpang di tanah warga desa setempat itu tanpa sekat antara ruang tidur dan dapur. Seng usang dan berlubang merupakan dinding dari gubuk tua kakek Mingin.
Tidak jarang, hawa dingin sering merasuki tubuh kakek tua ini di kala malam hari melalui sela-sela atap yang berlobang. Yang lebih menyedihkan lagi saat hujan air akan masuk ke rumahnya.
Penerangan Gunakan Lampu Teplok

Rumah tempat tinggal Sanreja. (Foto: Istimewa)
Tidak ada listrik maupun peralatan elektronik. Dia hanya mengandalkan lampu teplok untuk penerangan setiap malamnya. Dia tak memiliki pilihan sehingga terpaksa bertahan hidup dalam kondisi yang memprihatinkan tersebut.








Saat ini belum ada komentar