Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Lukulo Kebumen, Polisi Cari Keluarga Korban
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 420
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Polres Kebumen mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, khususnya perempuan, untuk segera mendatangi Polres Kebumen atau RSUD dr. Soedirman Kebumen.
Imbauan ini disampaikan menyusul ditemukannya jasad perempuan tanpa identitas di aliran Sungai Lukulo, tepatnya di bawah Jembatan Mangir, Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam, pada Minggu 19 Juli 2026.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyatakan bahwa hingga Senin 20 Juli 2026, identitas korban belum terungkap. Pihak kepolisian sangat mengharapkan partisipasi masyarakat untuk mempercepat proses identifikasi agar korban bisa segera diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, terutama perempuan dengan ciri-ciri yang kami sampaikan, agar segera datang ke Polres Kebumen. Informasi dari masyarakat sangat kami harapkan untuk membantu mengungkap identitas korban,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Peristiwa ini bermula ketika perangkat Desa Wonotirto menerima laporan dari warga mengenai sesosok tubuh yang mengapung di Sungai Lukulo. Setelah memastikan korban telah meninggal dunia, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karanggayam.
Menerima laporan itu, personel Polsek Karanggayam bersama Tim Inafis Polres Kebumen, Satsamapta, PMI Kabupaten Kebumen, serta tenaga kesehatan langsung mendatangi lokasi. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah dari sungai, dan membawanya ke RSUD dr. Soedirman Kebumen untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban berjenis kelamin perempuan dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter dan rambut hitam lurus sepanjang kurang lebih 30 sentimeter. Selain itu, gigi depan bagian atas korban sudah tidak ada, sementara gigi depan bagian bawah tersisa empat buah. Di pergelangan tangan kanannya, ditemukan lebih dari lima gelang karet serta sebuah gelang manik-manik.
Saat ditemukan, korban mengenakan sembilan lapis pakaian secara bersamaan. Pakaian tersebut meliputi jas hujan berwarna hijau, daster batik hijau bermotif bunga, kemeja kotak-kotak kuning, kaus hitam bertuliskan “Wrangler”, kaus hitam bergambar bunga, daster hitam bermotif bunga emas, kaus kuning bertuliskan “Bumblebee”, hem bergaris abu-abu, daster bergaris merah, hingga hem batik berwarna cokelat.
Hasil pemeriksaan medis juga menunjukkan bahwa jenazah telah mengalami pembusukan dan diperkirakan meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan. Tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam, benda tumpul, maupun bekas jeratan pada leher korban.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar sepekan sebelum penemuan jenazah, warga sempat melihat seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan kejiwaan berada di sekitar Desa Wonotirto. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan korban terpeleset saat melintas di sekitar Jembatan Mangir dan jatuh ke Sungai Lukulo. Kendati demikian, kepolisian menegaskan bahwa dugaan ini masih dalam penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab pasti kematian.
Polres Kebumen berharap masyarakat turut membantu proses identifikasi dengan menyebarluaskan informasi ini. Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut, diimbau untuk segera menghubungi pihak kepolisian atau mendatangi RSUD dr. Soedirman Kebumen. Semakin cepat identitas korban diketahui, semakin cepat pula jenazah dapat dikebumikan oleh pihak keluarga. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar