Pemborong Ditahan Polisi Gegara Tak Bayar Material Rp 86,85 Juta

  • Whatsapp
Tersangka RH dan RD dimintai keterangan oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan. (Foto: Istimewa)
Tersangka RH dan RD dimintai keterangan oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pemborong proyek bangunan berinisial RH (41) warga Desa Banjareja, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen dilaporkan ke Polres Kebumen.  Pemborong tersebut diduga telah melakukan penipuan terhadap kliennya warga Kecamatan Buayan, Kebumen.

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang sedang ditangani Polres Kebumen. Yakni tentang penangkapan terhadap Ketua Yayasan Istiqomah Mandiri Desa Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo.

Berita Lainnya

Akibat Penipuan Itu Korban Merugi Rp 86,85 Juta

Tersangka RH diduga melakukan serangkaian penipuan dengan modus tidak membayar material proyek pembangunan Ponpes Al Istiqomah Adimulyo yang dibeli dari korban. Dengan adanya kejadian itu, korban menelan kerugian sebanyak Rp 86,85 juta. Akibat kejadian itu, total dari dua tersangka RH dan RD korban menelan kerugian lebih dari Rp 1 miliar lebih.

Baca Juga: Gadaikan Emas Batangan Palsu, Ketua Yayasan Tipu Nyaris Rp 1 Miliar

Adapun material yang dibutuhkan tersangka RH telah dicukupi oleh korban untuk membangun pondok pesantren milik tersangka RD (40).  RD merupakan pemilik Pondok Pesantren Al Istiqomah sekaligus Ketua Yayasan Istiqomah Mandiri Desa Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo.

“Tersangka melakukan penipuan tidak membayar material proyek, pada pembangunan Pondok Pesantren milik tersangka RD. Keduanya telah ditahan penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Rabu 20 Mei 2020.

Saat Ditagih, Tersangka Mengaku Masih Menunggu Dana Turun

AKBP Rudy Cahya Kurniawan menambahkan, tersangka RH selalu berkilah saat ditagih mengenai biaya material proyek yang sedang diborongnya pada Agustus 2019 itu. Tersangka mengaku masih menunggu dana turun dari tersangka RD selaku pemilik pesantren yang sedang dikerjakan proyeknya.

Namun hingga batas waktu yang telah disepakati, biaya pembelian material tidak kunjung diterima korban sehingga melaporkan kejadian penipuan itu ke Polres Kebumen.

“Tersangka kita jerat dengan Pasal 378 KUH,” kata AKBP Rudy Cahya Kurniawan. (win)

Berita Terkait