Gadaikan Emas Batangan Palsu, Ketua Yayasan Tipu Nyaris Rp 1 Miliar

  • Whatsapp
Ketua yayasan yang jadi tersangka penipuan. (Foto: Istimewa)
Ketua yayasan yang jadi tersangka penipuan. (Foto: Istimewa)

ADIMULYO (KebumenUpdate.com) – Ketua Yayasan Istiqomah Mandiri Desa Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo, Kebumen berinisial RD (40) ditangkap polisi atas dugaan penipuan. Korbannya adalah salah seorang warga Kecamatan Buayan, Kebumen yang mengalami kerugian mendekati miliaran rupiah.

Dugaan penipuan dilakukan dengan modus, tersangka bisa mencairkan dana dari rekeningnya di Bank Indonesia yang telah diblokir oleh Kanwil Semarang dan Jakarta. Iming-iming tersangka, setelah cair, dana itu selanjutnya bisa digunakan untuk membayar material proyek pembangunan pondok pesantren milik tersangka. Seluruh materialnya beli kepada korban yang nunggak.

Berita Lainnya

Emas Batangan yang Dititipkan Ternyata Kuningan
Emas batangan ternyata kuningan (Foto: Istimewa)
Emas batangan ternyata kuningan (Foto: Istimewa)

Alih-alih untuk membuka blokir, tersangka justru meminjam uang kepada korban. Korban harus melakukan transafer sejumlah uang yang dilakukan secara bertahap. Namun setelah transafer Rp 924,6 juta rekening Bank Indonesia milik tersangka belum juga bisa dibuka.

Untuk meyakinkan korban, tersangka menitipkan emas batangan kepada korban. Namun setelah dicek emas batangan yang beratnya kurang lebih 1 Kg lebih itu adalah logam kuningan. Korban yang merasa kecewa selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polres Kebumen, yang berujung pada penangkapan terhadap tersangka Riyadi.

Rangkaian Penipuan Dilakukan Sejak November 2019 
Batu mulia yang diklaim seharga Rp 800 juta. (Foto: Istimewa)
Batu mulia yang diklaim seharga Rp 800 juta. (Foto: Istimewa)

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, tersangka ditangkap pada, Kamis 7 Mei 2020 pukul 16.00 Wib. Rangkaian penipuan dilakukan sejak November 2019. Saat itu tersangka meminjam uang untuk membuka blokir Bank Indonesia.
Untuk memuluskan aksinya tersangka juga menjaminkan cincin batu mulia, yang menurut keterangan tersangka harganya mencapai Rp 800 juta.

“Tersangka ini dalam setiap melakukan aksinya menggunakan barang-barang antik. Ada emas batangan yang ternyata imitasi, ada cincin juga,” ungkap AKBP Rudy.

Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen. Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan. (win)

Berita Terkait