Pemkab Kebumen Siap Terapkan WFH Sepekan Sekali demi Efisiensi Anggaran
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 21 Mar 2026
- visibility 2.034
- comment 0 komentar

Ilustrasi work from home (WFH). Foto: Gemini
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) pasca-libur Lebaran 2026.
Langkah ini diambil menyusul instruksi Pemerintah Pusat sebagai upaya penghematan energi di tengah melonjaknya harga minyak dunia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang menunggu surat edaran resmi terkait teknis pelaksanaan WFH satu hari dalam sepekan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan usai acara silaturahmi Lebaran di Pendopo Kabumian bersama Bupati Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah, Sabtu 21 Maret 2026.
Efisiensi Anggaran Operasional
Menurut Edi, Pemkab Kebumen tidak keberatan dengan kebijakan tersebut karena sebelumnya telah memiliki pengalaman menerapkan skema serupa. Ia memprediksi, hari Jumat akan menjadi pilihan paling rasional untuk pelaksanaan WFH mingguan.
“Jika merujuk arahan Presiden, WFH ini hanya sekali seminggu. Kemungkinan besar diambil hari Jumat karena merupakan hari kerja pendek. Dari sisi efisiensi, penghematan listrik dan air mungkin tidak terlalu signifikan, namun penghematan anggaran operasional seperti belanja pegawai dan mobilitas akan terasa dampaknya,” ujar Edi Rianto.
Meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah, Edi menjamin pelayanan publik tetap berjalan dengan sistem terbatas agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Inovasi Halalbihalal: Aksi Bersih Alun-Alun dan Pemberdayaan PKL
Selain membahas WFH, Pemkab Kebumen juga mengumumkan perubahan konsep acara Halalbihalal yang dijadwalkan pada 27 Maret 2026.
Alih-alih menggelar seremoni formal, Pemkab akan melaksanakan apel bersama yang dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih Alun-Alun Kebumen bersama pedagang dan masyarakat.
Menariknya, anggaran yang biasanya digunakan untuk penyediaan kudapan (snack) acara, dialihkan menjadi kupon belanja untuk memberdayakan Pedagang Kaki Lima (PKL).
“Kami merencanakan sekitar 3.000 hingga 4.000 kupon yang nantinya bisa ditukarkan di lapak UMKM atau PKL sekitar. Jadi, tradisi kebersamaan tetap terjaga, lingkungan menjadi bersih, dan ekonomi lokal khususnya PKL ikut berputar,” tambah Edi.
Dengan konsep ini, setiap PKL diperkirakan bisa mendapatkan kuota hingga 100 porsi dari penukaran kupon tersebut. Aksi ini diharapkan dapat memastikan Alun-Alun Kebumen tetap nyaman bagi wisatawan dan masyarakat selepas masa libur Lebaran. Makin Tahu Indonesia









Saat ini belum ada komentar