Isu Teror Pocong Resahkan Warga, Polres Kebumen: Situasi Kondusif, Jangan Terpancing Hoaks
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 76
- comment 0 komentar

Ilustrasi pocong di depan rumah. (Foto: Gemini/AI)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Polres Kebumen mengimbau masyarakat agar tetap tenang menyikapi maraknya isu teror pocong yang belakangan ini ramai beredar di media sosial. Pihak kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini, tidak ditemukan kejadian serupa di wilayah Kabupaten Kebumen.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa sejumlah informasi yang beredar telah ditelusuri. Hasilnya, sebagian besar konten tersebut merupakan hoaks serta video hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Untuk di wilayah Kebumen sendiri tidak ditemukan kejadian seperti yang ramai di media sosial. Banyak informasi yang ternyata hoaks atau video AI,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Senin 25 Mei 2026.
Sebelumnya, media sosial diramaikan oleh unggahan tangkapan layar dan video yang menampilkan sosok menyerupai pocong. Bahkan dalam beberapa video yang beredar, sosok tersebut dinarasikan mengetuk pintu rumah warga sambil membawa senjata tajam untuk melakukan aksi kejahatan.
Menanggapi isu yang meresahkan tersebut, Polres Kebumen meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Polisi juga meminta warga untuk segera melaporkan setiap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ke Polres Kebumen atau melalui layanan call center 110 milik Polri.
Tanggapan Logis dari Warga
Merespons isu ini, Surya Pradikas, seorang warga Kecamatan Sruweng, menilai masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan, bahkan jika ada oknum yang sengaja menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti warga.
Menurut Surya, seseorang yang mengenakan kostum pocong justru akan kesulitan bergerak karena bagian tangan dan kakinya terikat. Kondisi tersebut dinilai akan memudahkan warga untuk melumpuhkan pelaku jika mereka benar-benar berniat melakukan tindak kejahatan.
“Kalau memang ada yang memakai kostum pocong untuk aksi kejahatan, sebenarnya warga tidak perlu takut. Justru akan lebih mudah diringkus karena geraknya terbatas,” kata Surya.
Ia juga mengajak masyarakat Kebumen untuk lebih bijak dan jernih dalam menyaring informasi di media sosial, serta tidak langsung mempercayai unggahan yang belum terverifikasi kebenarannya. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar