Padukan Tradisi dan Spiritual, Kebumen Siap Gelar ‘Ruwat Kabumian’ di Pendopo dan Alun-Alun
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 25 Jun 2025
- visibility 994
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Memadukan tradisi dan harapan, budayawan Kebumen bersama pemerintah daerah akan menggelar “Ruwat Kabumian” yang rencananya berlangsung pada Kamis malam, 26 Juni 2025.
Prosesi adat dan spiritual yang sarat makna ini akan berlangsung di Pendopo Kabumian dan Alun-Alun Kebumen, dimulai pukul 21.00 WIB hingga menjelang tengah malam.
Acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya 1 Suro/Muharam dan bertepatan dengan malam Jumat Kliwon, yang diyakini sebagai momentum sakral dalam tradisi Jawa.
Tujuan utamanya adalah memohon keselamatan dan mendatangkan berkah bagi seluruh masyarakat Kebumen, sekaligus mengiringi awal kepemimpinan bupati baru dengan doa dan harapan akan kebaikan.
“Ruwat Kabumian” akan melibatkan seluruh elemen masyarakat budaya, tokoh lintas agama, serta unsur pemerintahan, merefleksikan persatuan dan harmoni.
Rangkaian Kegiatan Sarat Makna
Berbagai kegiatan sakral dan penuh makna akan mewarnai malam suci tersebut, antara lain:
1. Doa Bersama Lintas Agama
Menjadi wujud toleransi dan harapan bersama untuk kedamaian serta kemajuan daerah.
2. Ritual Ranupada
Prosesi membasuh kaki Ibu Bupati sebagai simbol penghormatan dan restu dari rakyat kepada pemimpin baru. Air yang digunakan diambil dari tujuh sumber air sakral di penjuru Kebumen.
3. Kirab Budaya
Akan menampilkan pusaka-pusaka daerah, gunungan hasil bumi, dan tumpeng sebagai lambang kemakmuran, serta puluhan obor (oncor) sebagai simbol pencerahan.
4. Kidung dan Mantra Ruwat: Lantunan doa utama dalam prosesi ruwatan.
5. Ritual Cowongan:
Tradisi lokal untuk memohon keselamatan dan keberkahan, melambangkan penyatuan dengan alam.
6. Pelepasan Satwa (Ayam dan Burung)
Satwa yang dilepaskan ini akan diperebutkan warga sebagai simbol kebebasan, limpahan rezeki, dan keberkahan.
7. Rebutan Gunungan (Ngalap Berkah):
Gunungan yang berisi sayuran dan buah-buahan ini melambangkan kesejahteraan yang dapat dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat.
Lebih dari Sekadar Acara Budaya
“Ruwat Kabumian” bukan hanya sekadar pagelaran budaya, melainkan juga bentuk ikhtiar spiritual dan budaya lokal untuk menata kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan sejahtera.
“Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kita hidup berdampingan dengan nilai-nilai luhur, dan bahwa kepemimpinan sejati dimulai dengan kerendahan hati dan restu dari rakyatnya,” ungkap Wiji Winaras, penggagas acara saat audiensi ke Bupati Lilis Nuryani bersama tokoh budayawan Kebumen di Pendopo Kabumian, Minggu 22 Juni 2025.
Penyelenggaraan “Ruwat Kabumian” ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tak hanya menguatkan identitas budaya Kebumen, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan spiritual masyarakatnya.
Senada dengan semangat ini, mantan Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kebumen, Pekik Sat Siswomirmolo, menuturkan bahwa kegiatan serupa pernah diselenggarakan secara mandiri oleh para pelaku budaya pada tahun 2017.
“Kegiatan di tahun 2017 tersebut berpusat di Blambangan Resto,” kata Pekik Sat Siswomirmolo.






