JAGA FEST: Menyatukan Seni, Nilai, dan Kebersamaan dalam Harmoni Gombong
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 79
- comment 0 komentar

Para pelajar berlatih untuk pementasan sendratari “Jagatan”. (Foto: Istimewa)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Apa jadinya jika pendidikan karakter, seni budaya, dan kebersamaan masyarakat dirangkai dalam satu hari penuh makna?
Hal itulah yang akan dihadirkan dalam “JAGA FEST”, sebuah festival budaya dan edukasi yang akan diselenggarakan oleh SMP Pius Bakti Utama Gombong pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, orang tua, serta masyarakat luas, dan akan digelar sepanjang hari dengan rangkaian aktivitas mulai pagi hingga malam, berpuncak pada pementasan sendratari “Jagatan”.
Melalui festival ini, nilai-nilai karakter seperti kepedulian, toleransi, dan tanggung jawab dihidupkan dalam bentuk pengalaman nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mengusung semangat “Bersama Menjaga & Berbudaya”, JAGA FEST bukan sekadar festival, melainkan wujud nyata pendidikan karakter yang dikemas melalui seni, kebugaran, dan interaksi sosial. Sejak pagi hari, kegiatan diawali dengan jalan sehat dan senam bersama, mengajak masyarakat untuk memulai hari dengan energi positif. Suasana semakin semarak dengan lomba mewarnai bagi anak-anak serta beragam permainan dan panggung ekspresi yang membuka ruang kreativitas.
Puncak acara terletak pada pementasan sendratari “Jagatan”, sebuah karya yang sarat makna dan menjadi cerminan identitas lokal Gombong. Terinspirasi dari buku Jagatan karya Saskia Tjokro di bawah naungan Yayasan Amalan Bakti Ekata, pertunjukan ini mengangkat kisah tentang keberagaman, toleransi, dan kehidupan harmonis di tengah perbedaan. Gombong digambarkan sebagai ruang yang “berwarna”, sebuah tempat berbagai latar belakang hidup berdampingan tanpa sekat.
Menariknya, sendratari ini dibawakan langsung oleh siswa-siswi SMP Pius Bakti Utama Gombong. Di balik setiap gerak tari dan alur cerita, terselip nilai-nilai penting yang dirangkum dalam program karakter sekolah, JARI TELU: Jaga Diri, Jaga Teman, dan Jaga Lingkungan. Nilai-nilai ini tidak hanya disampaikan secara konseptual, tetapi dihidupkan melalui ekspresi seni yang menyentuh.

Jadi Ruang Pembelajaran dan Ekspresi
Selain menjadi ruang pembelajaran dan ekspresi, kegiatan ini juga menghadirkan unsur kebersamaan yang lebih luas melalui partisipasi masyarakat. Panitia menyediakan tiket dengan kontribusi terjangkau, Rp5.000 yang di dalamnya turut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mendapatkan berbagai bentuk apresiasi, mulai dari hadiah utama sebuah motor, hingga beragam hadiah menarik lainnya.
Kehadiran elemen ini menjadi daya tarik tambahan, namun tetap ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun antusiasme dan keterlibatan publik dalam mendukung kegiatan yang sarat nilai edukasi dan budaya.
Ketua Panitia Cyrillus Ratdianto atau yang kerap disapa Pak Anto menyampaikan bahwa para alumni turut serta tampil dalam kegiatan drumband sebagai bentuk dukungan untuk memeriahkan acara ini.
“Kami ingin membuat kegiatan yang bisa dinikmati semua kalangan, sederhana tetapi bermakna. Harapannya, masyarakat tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga ikut merasakan nilai kebersamaan yang ingin kami bangun bersama,” ungkapnya.
Dalam proses kreatifnya, para siswa didampingi oleh praktisi seni dari Sanggar Dhea, memastikan bahwa kualitas artistik berjalan selaras dengan pesan edukatif yang ingin disampaikan. Hal ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media pembelajaran yang kuat, bukan hanya untuk mengasah bakat, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan karakter.
Bentuk Kolaborasi Libatkan Banyak Pihak
Kepala SMP Pius Bakti Utama Gombong Valentina P SM menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga para pendukung yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara.
“Sinergi ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman bersama di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui festival ini, nilai-nilai besar tentang kebersamaan, toleransi, dan kepedulian diharapkan dapat tumbuh dan mengakar, terutama pada generasi muda. *** Makin tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar