Kisah Wartinah: Operasi Tumor Payudara Nol Rupiah Berkat Program JKN
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan perannya dalam memberikan kepastian medis dan perlindungan finansial bagi masyarakat.
Kali ini, pengalaman positif datang dari Wartinah (47), seorang perangkat desa asal Dukuh Karanglo, Desa Karangrejo, Kecamatan Karanggayam, Kebumen.
Kisah Wartinah bermula sebulan lalu saat ia merasakan nyeri dan gejala tidak nyaman pada payudaranya.
Sadar akan kesehatan, ia segera memeriksakan diri ke Puskesmas menggunakan haknya sebagai peserta JKN. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ia dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Gombong untuk penanganan lebih lanjut.
“Tim medis bertindak sangat cepat dan tanggap. Setelah observasi, saya dinyatakan harus segera menjalani operasi,” ujar Wartinah.
Meski sempat cemas, ia merasa tenang berkat pelayanan humanis dari tenaga medis. Operasi pengangkatan tumor tersebut berjalan lancar, dan hasil laboratorium menyatakan tumor tersebut bersifat jinak.
Kemudahan Digital Melalui Mobile JKN
Selain layanan medis yang berkualitas, Wartinah memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi aplikasi Mobile JKN.
Ia mengaku fitur antrean online sangat memudahkannya dalam mengakses layanan rumah sakit tanpa perlu menunggu lama di loket pendaftaran.
“Saya bisa mengambil nomor antrean dari rumah. Ternyata sangat mudah diakses dan sangat membantu di tengah kesibukan,” tambahnya.
Kepastian Biaya: Benar-benar Nol Rupiah
Sebagai istri buruh dengan tiga anak, Wartinah mengakui bahwa Program JKN adalah penyelamat ekonomi keluarganya.
Ia menegaskan bahwa seluruh biaya operasi hingga perawatan pasca-operasi sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Operasi saya kemarin benar-benar nol rupiah. JKN membuat saya bisa fokus pada penyembuhan tanpa harus memikirkan biaya,” tegasnya.
Komitmen BPJS Kesehatan Terhadap Mutu Layanan
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menyatakan bahwa kasus Wartinah adalah potret keberhasilan transformasi mutu layanan.
Pihaknya terus berkomitmen menghapus kendala administratif melalui digitalisasi layanan.
“Kami terus mendorong mitra fasilitas kesehatan untuk memberikan layanan yang mudah, cepat, dan setara. Tidak boleh ada diskriminasi antara pasien JKN dengan pasien umum,” tegas Dina.
Saat ini, Wartinah tengah menjalani masa pemulihan dan rutin melakukan kontrol medis setiap dua minggu sekali.
Baginya, Program JKN adalah harapan nyata bagi masyarakat untuk tetap sehat dan produktif tanpa rasa khawatir akan biaya kesehatan. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar