Wujud Guyub Rukun, Lontong Cap Go Meh Jadi Menu Berbuka Warga Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 4 Mar 2026
- visibility 518
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Suara tabuhan simbal dan gong yang energik memecah keriuhan sore di Jalan Pramuka. Bukan sekadar pertunjukan seni, atraksi tiga barongsai ini menjadi pengiring aksi sosial berupa pembagian takjil di halaman Klenteng Kong Hwie Kiong, Kebumen, Selasa 3 Maret 2026.
Dalam kegiatan ini, Polres Kebumen bergandengan tangan dengan pengurus klenteng untuk menyapa warga yang sedang ngabuburit. Sebanyak 750 porsi lontong Cap Go Meh dibagikan secara gratis kepada pengguna jalan maupun masyarakat yang sengaja datang ke lokasi menjelang waktu berbuka puasa.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, yang memimpin langsung jalannya acara menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi fungsi Binmas dengan komunitas Tionghoa.
Ia menekankan bahwa kebersamaan ini adalah kunci dalam menjaga kondusivitas wilayah, terutama di bulan suci Ramadan.
“Berbagi takjil rutin kami laksanakan setiap hari. Namun kali ini terasa spesial karena kami berkolaborasi dengan pihak klenteng. Harapannya, sinergi ini memperkuat rasa kebersamaan antara kepolisian, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat luas,” ujar AKBP Putu.
Pemandangan di depan klenteng tampak hangat. Anggota polisi dan pengurus klenteng berdiri berdampingan di balik meja panjang, menyodorkan paket makanan kepada warga yang datang silih berganti.
Meski perayaan Cap Go Meh tahun ini digelar lebih sederhana tanpa pesta kembang api, antusiasme warga tidak luntur, terutama saat menyaksikan barongsai beraksi sebelum menerima paket takjil.
Ketua Klenteng Kong Hwie Kiong, Hengki Halim, mengungkapkan bahwa perubahan konsep perayaan tahun ini dilakukan dengan penuh pertimbangan. Keputusan meniadakan pesta rakyat dan kembang api diambil untuk menghormati suasana bulan Ramadan yang penuh ketenangan.
“Tahun ini perayaan kami tutup dengan pembagian takjil berupa lontong Cap Go Meh. Kami ingin semangat guyub rukun dan toleransi di Kebumen ini akan selalu terjaga melalui momentum seperti ini,” ungkap Hengki.
Respon positif pun datang dari masyarakat. Nurul, salah satu warga yang melintas, mengaku terkesan dengan inisiatif tersebut. Menurutnya, selain membantu warga yang membutuhkan menu berbuka, kegiatan ini menghadirkan suasana kebersamaan yang nyata di ruang publik. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar