Warung Sate Gombong: Pertahankan Cita Rasa Otentik Sejak Zaman Belanda
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 26 Des 2024
- visibility 3.622
- comment 0 komentar

Memanggang satai di Warung Sate Gombong. (Ft. Padmo)
BAGI para pencinta kuliner utamanya satai, tak afdol jika berkunjung ke kota Gombong tidak singgah di warung ini. Apa pasal, warung satai legendaris ini merupakan pioner kuliner di Kabupaten Kebumen.
Adalah Warung Sate Gombong, yang di balik kelezatan seporsi satai kambing tersimpan kisah panjang warisan kuliner yang mengakar sejak zaman penjajahan Belanda.
Warung satai yang terletak di Jalan Yos Sudarso Gombong persinya berseberangan dengan kampus Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) tetap setia menyajikan cita rasa otentik yang menggugah selera.
Cita Rasa Sejak Zaman Belanda
Perjalanan Warung Sate Gombong dimulai pada masa penjajahan Belanda, dirintis oleh seorang sosok yang penuh semangat bernama Mbah Sawab. Resep rahasia dan teknik memasak yang diwariskan turun-temurun telah menjadi kunci keberhasilan warung ini bertahan hingga saat ini.
Agus Susanto, generasi ketiga penerus usaha keluarga, menceritakan kisah di balik setiap tusuk sate yang disajikan.
Cita Rasa yang Tak Terlupakan

Satai daging kambing. (Ft. Padmo)
Apa yang membuat Sate Gombong begitu istimewa? Rahasianya terletak pada pemilihan daging kambing yang berkualita, perpaduan bumbu yang pas, dan proses memasak yang teliti.







Saat ini belum ada komentar