Breaking News
light_mode
Beranda » News » Sering Ngeluh Jalan Kebumen Rusak? Ini Alasan Logis di Baliknya!

Sering Ngeluh Jalan Kebumen Rusak? Ini Alasan Logis di Baliknya!

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
  • visibility 906
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pertanyaan menggelitik bertajuk “Dalan Kebumen Kapan Aluse?” (Kapan Jalan Kebumen Halus?) yang kerap disuarakan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan, akhirnya dikupas tuntas.

Menjawab keresahan publik tersebut, Tradha Group bersama Tradha Youth Leadership menggelar talkshow interaktif, Kamis 4 Juni 2026.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr Faiz Alauddien Reza Mardhika bersama Kepala DPUPR Joni Hernawan dalam acara Talkshow: Dalan Kebumen Kapan Aluse. (Foto: Hari)

Acara yang berlangsung di Teman Hati Coffee Kebumen ini dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, pengelola wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, hingga relawan kebencanaan.

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kebumen, Joni Hernawan ST MT. Acara ini dipandu langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, selaku moderator yang juga CEO Tradha Group.

Dalam pemaparannya, Joni Hernawan menjelaskan kondisi jalan di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan data teknis, tingkat jalan mantap di Kabupaten Kebumen saat ini di angka 74,27%, sementara 25,73% sisanya (sekitar 261 kilometer dari total panjang jalan kabupaten 1.015,7 kilometer) berada dalam kondisi tidak mantap atau rusak.

Angka capaian jalan mantap Kebumen ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga seperti Purworejo (63,4%), Wonosobo (65,43%), dan Purbalingga (72,15%), meski masih berada di bawah Banjarnegara (77,61%) dan Cilacap (78%).

“Masyarakat yang ingin melihat validitas dan akurasi data mengenai panjang serta status jalan di Kabupaten Kebumen secara transparan dapat langsung mengecek situs resmi binamargakebumen.com,” ujar Joni.

Merespons keluhan masyarakat mengenai keterlambatan perbaikan jalan—seperti di ruas Muktisari-Bocor yang viral karena berdebu dan berlubang—Joni mengungkapkan alasannya.

Dinamika politik di Timur Tengah berimbas pada kenaikan kurs dolar AS hingga menyentuh angka Rp18.000.

Lonjakan ini memicu kenaikan harga aspal dan solar yang membuat para pengusaha pemenang kontrak harus melakukan penyesuaian harga. Namun, Joni memastikan proses pengadaan dan pengerjaan rutin akan kembali berjalan bulan ini.

Selain faktor ekonomi, tantangan berat lainnya adalah fenomena over tonase. Pengalihan arus lalu lintas kendaraan berat akibat perbaikan proyek nasional—seperti Jembatan Karanganyar—membuat kendaraan bermuatan hingga 30 ton melintasi jalan kelas kabupaten. Beban yang melebihi kapasitas inilah yang mempercepat kerusakan jalan.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa perwakilan masyarakat turut menyampaikan aspirasinya.

Ahmad Kholawi menyoroti pentingnya mitigasi longsor di situs Geopark Kebumen (Batu Selaranda) menggunakan inovasi alat deteksi dini, penataan estetika kabel bawah tanah, minimnya penerangan jalan, hingga menanyakan porsi anggaran infrastruktur.

Tak hanya itu, perwakilan dari Rahayu River Tubing, Muhanif, juga menanyakan rencana perbaikan pada ruas jalan kabupaten ruas Sawangan-Padureso yang menjadi akses utama bagi lebih dari 10.000 wisatawan river tubing setiap bulannya.


Menanggapi pertanyaan kritis dari Muhtar (warga Bejiruyung) mengenai porsi anggaran, Joni menjelaskan bahwa total kebutuhan anggaran untuk membuat seluruh jalan kabupaten di Kebumen menjadi mulus mencapai Rp900 miliar untuk konstruksi aspal dua lapis, dan hampir Rp1 triliun jika menggunakan konstruksi beton.

Pada tahun anggaran 2026 ini, Pemkab Kebumen mengalokasikan sekitar Rp170 miliar untuk sektor infrastruktur fisik jalan.

Meski angka tersebut baru berkisar 5,8% dari total APBD Kebumen yang mencapai Rp2,9 triliun, serapan anggaran tahun ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Joni menegaskan bahwa APBD kabupaten tidak dapat sepenuhnya dialokasikan untuk infrastruktur jalan karena pemerintah harus membagi prioritas secara bijak ke sektor penting lainnya, seperti penanggulangan kemiskinan ekstrem, sektor kesehatan, dan pendidikan.

Menambahkan penjelasan tersebut, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika menekankan adanya aspek kemanusiaan yang wajib didahulukan oleh pemerintah daerah.

Saat ini, Kebumen telah berhasil meraih predikat Universal Health Coverage (UHC), di mana warga tidak mampu dapat langsung mengaktifkan dan memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan tanpa harus menunggu lama.

Pemerintah Kabupaten Kebumen sendiri mengalokasikan dana sebesar Rp80 miliar khusus untuk jaminan sosial kesehatan ini.

Terkait keluhan fasilitas publik lainnya, Joni juga menjelaskan mengenai kerusakan jalan di perlintasan sebidang dengan rel kereta api (KAI).

Sesuai aturan, wilayah kanan-kiri perlintasan (rel kereta) merupakan aset dan wewenang penuh PT KAI, termasuk pemilihan material yang hingga kini masih menggunakan aspal.

Kendati demikian, Pemkab Kebumen terus berkoordinasi aktif dengan PT KAI ketika terjadi kerusakan parah di 30 titik perlintasan yang ada.

Sementara untuk jalur Tembana-Peniron serta Mertokondo-Karangsambung, pihak DPUPR telah mengusulkan penanganan jangka panjang melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) masing-masing sebesar Rp15 miliar dan Rp47 miliar agar mendapatkan perhatian serta pembiayaan dari pemerintah pusat.

Hal ini erat kaitannya dengan adanya Geopark Kebumen yang telah mendapatkan predikat UNESCO Global Geopark. Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurang Gizi Kronis, 10.291 Balita di Kebumen Stunting

    Kurang Gizi Kronis, 10.291 Balita di Kebumen Stunting

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.753
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Stunting masih menjadi problem serius di Kebumen. Bagaimana tidak, angka stunting di Kebumen pada tahun 2019 berada di 19,20 persen atau sekitar 10.291 balita stunting dari total balita 53.083 yang terdata. Potensi kasus stunting dapat bertambah mengingat sebagian balita masih dalam proses pendataan. Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dokter Hj Yohanita Rini Kristiani […]

  • Surat Edaran Menkes Wajibkan Dapur MBG Miliki SLHS

    Surat Edaran Menkes Wajibkan Dapur MBG Miliki SLHS

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 815
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen serius memperketat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penekanan ini disampaikan dalam kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Program MBG yang digelar di Pendopo Kabumian, Kamis 2 Oktober 2025. Kegiatan ini menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan dan sebagai respons atas kasus keracunan pangan yang sebelumnya terjadi […]

  • KPU Kabupaten Kebumen Sosialisasikan PKPU Nomor 17 dan 18 Tahun 2024

    KPU Kabupaten Kebumen Sosialisasikan PKPU Nomor 17 dan 18 Tahun 2024

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sembilan hari menjelang pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, KPU Kabupaten Kebumen menggelar Sosialisasi PKPU Nomor 17 dan PKPU Nomor 18 Tahun 2024. Ketua KPU Kebumen Dzakiatul Banat dalam sambutannya mengatakan bahwa tahapan Pilkada yang berlangsung saat ini hampir mendekati puncak. Dengan adanya sosialisasi PKPU […]

  • Jokowi

    Jokowi, OCCRP, dan Kebenaran yang Tertunda

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.819
    • 0Komentar

    Korupsi Sistemik dan Representasi Global Oleh: Shohibul Kafi Di balik tingginya nilai tingkat kepuasan masyarakat (approval rating) Presiden Ke-7 Jokowi tidak sebanding dengan prestasi yang dirilis oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Organisasi jurnalisme investigasi terbesar di dunia itu merilis sederet finalis yang masuk Person of the Year 2024 untuk kategori kejahatan organisasi […]

  • Gangguan Listrik

    Hujan Angin, 8 Kecamatan di Kebumen Terdampak Listrik Padam

    • calendar_month Jum, 19 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.370
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Hujan yang disertai angin melanda di sejumlah wilayah Kebumen mulai Kamis 18 Januari 2024 pukul 05.00 WIB.  Hingga Jumat 19 Januari 2024 malam ini, hujan masih terus mengguyur wilayah Kebumen. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan delapan kecamatan terdampak listrik padam. Penyebabnya adalah pohon tumbang menimpa jaringan listrik di beberapa kecamatan. Yakni; Petanahan, Mirit, […]

  • Kinerja Moncer, Bank Jateng Kebumen Kantongi Laba Rp17,3 Miliar per Maret 2026

    Kinerja Moncer, Bank Jateng Kebumen Kantongi Laba Rp17,3 Miliar per Maret 2026

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.153
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bank Jateng Cabang Kebumen menunjukkan performa finansial yang impresif pada awal tahun 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 111,13 persen. Capaian positif ini disampaikan dalam acara pembinaan karyawan yang dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di Co-Working Space Bank Jateng Kebumen, Selasa 14 April 2026. Dalam laporannya, Pemimpin […]

expand_less