Panen Raya Bawang Merah di Desa Tlogowulung Alian: Ubah Lahan Pegunungan jadi Lebih Produktif
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 50
- comment 0 komentar

ALIAN (KebumenUpdate.com) — Desa Tlogowulung di Kecamatan Alian sukses membuktikan bahwa kawasan pegunungan yang selama ini mengandalkan tadah hujan mampu menjadi sentra pertanian produktif.
Hal tersebut terbukti dalam acara panen raya bawang merah yang dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama jajaran pemerintah daerah, Jumat 24 Juli 2026.
Keberhasilan budidaya di lahan seluas 3 hektar yang tersebar di beberapa titik ini menjadi pencapaian tersendiri bagi warga setempat.
Pasalnya, komoditas bawang merah dinilai mampu memberikan hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan tanaman padi konvensional yang sebelumnya menjadi andalan warga dataran tinggi tersebut.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), para penyuluh pertanian, serta seluruh petani yang telah bekerja keras mengembangkan sektor ini.
Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa sinergi yang baik mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini mungkin seumur hidup saya baru panen bawang merah, biasanya panen padi. Tapi sekarang panen bawang merah yang hasilnya menggembirakan, bagus, besar-besar, dan tentunya saya sangat bangga Desa Tlogowulung yang ada di pegunungan hasilnya memuaskan,” ujar Bupati Lilis Nuryani.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Kabupaten Kebumen.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir mendukung kemajuan sektor ini, termasuk membantu menyelesaikan kendala infrastruktur pertanian seperti ketersediaan pasokan air yang menjadi catatan penting dalam kunjungan tersebut.
“Tadi Bapak Kepala Desa menyampaikan kekurangan air. Tolong Pak Kepala Dinas Pertanian dibantu dan difokuskan, karena ini bawang merahnya bagus. Pemerintah Kabupaten Kebumen akan terus hadir mendukung kemajuan sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur, layanan penyuluhan, hingga akses permodalan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tlogowulung, Turyono, mengungkapkan bahwa terobosan menanam bawang merah ini berawal dari evaluasi panjang terhadap efektivitas penanaman padi di wilayah pegunungan yang membutuhkan biaya pengolahan tanah tinggi setiap musimnya, serta kendala ketersediaan air saat musim kemarau.
Melalui program ketahanan pangan desa, pihaknya kemudian memberikan stimulan bantuan bibit kepada warga.
“Alhamdulillah dari 1 kilogram bibit bisa menghasilkan hingga 25 kilogram saat panen perdana. Saat ini sudah ada sekitar 61 petani yang menanam di lahan seluas kurang lebih 3 hektar. Ini menjadi alternatif luar biasa untuk membantu dan meningkatkan ekonomi masyarakat pegunungan karena hasilnya jauh lebih menjanjikan dibanding padi,” ungkap Turyono.
Dalam kesempatan yang sama, Kades Turyono juga memaparkan inovasi pendukung lainnya, seperti pembuatan kolam penampungan air mini dan pengembangan produk turunan sabut kelapa oleh warga setempat untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Dengan capaian produktivitas yang tinggi serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kebumen, program pengembangan bawang merah di Tlogowulung diharapkan tidak hanya menyejahterakan petani setempat, tetapi juga mampu menginspirasi desa-desa pegunungan lainnya di Kecamatan Alian untuk mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar