Pencarian Korban Longsor Majenang Diperkuat 21 Ekskavator dan 9 Anjing Pelacak
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 16 Nov 2025
- visibility 469
- comment 0 komentar

Lokasi tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap. (Foto: Humas Jateng)
CILACAP (KebumenUpdate.com) – Tim SAR Gabungan meningkatkan intensitas pencarian pada hari keempat operasi penyelamatan korban tanah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Puluhan alat berat dan unit spesialis dikerahkan untuk mempercepat penemuan 12 korban yang masih tertimbun.
Untuk memperkuat pencarian di Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukuhan, tim mengerahkan 21 ekskavator, 17 pompa air (alkon), dan 9 anjing pelacak (K-9) pada Minggu, 16 November 2024. Seluruh peralatan itu difokuskan pada empat sektor pencarian.
SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Abdullah, menjelaskan bahwa empat sektor tersebut meliputi Worksite A-1 dan A-2 di Dusun Cibuyut, serta Worksite B-1 dan B-2 di Dusun Tarukuhan. Masing-masing lokasi masih menyisakan enam korban dalam pencarian.
“Kami membagi area terdampak menjadi empat sektor prioritas. Pengerahan 21 ekskavator mempercepat pembukaan akses dan pembersihan material, sementara K-9 dan alkon membantu mendeteksi serta mengeringkan titik yang diduga menjadi lokasi para survivor,” ujarnya.
Abdullah menambahkan, cuaca tidak menentu menjadi tantangan utama. Curah hujan tinggi membuat kondisi tanah labil dan berpotensi memicu longsor susulan.
Pemprov Jateng Berikan Perhatian Penuh
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan prihatin dan duka mendalam atas musibah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, yang memakan korban jiwa.
“Kami menyampaikan bela sungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas musibah tanah longsor di Majenang, Cilacap,” ungkap Ahmad Luthfi.
Gubernur mengatakan, Pemprov Jateng memberikan perhatian penuh atas musibah longsor di Cilacap. Bersama pihak terkait, Pemprov memfokuskan pada pencarian korban yang belum ditemukan.
“Saat ini personel maupun peralatan dan logistik dari Pemprov Jateng sudah diturunkan di sana. Kita bahu membahu melakukan penanganan dan proses evaluasi bersama jajaran pemerintah Kabupaten Cilacap, TNI dan Polri,” ungkap Ahmad Luthfi.
Menurut Gubernur saat ini difokuskan pada upaya penanganan kedaruratan bencana. Pemprov juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, TNI, Polri serta pihak-pihak terkait, dalam penanganan evaluasi korban maupun warga terdampak.
Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggulangan, mengatakan, total ada 46 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah.
“Saat ini kami fokus pada pencarian korban yang hilang dan tertimbun longsoran tanah. Kita upayakan terus sampai korban ditemukan,” ungkapnya. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar