Kirab Agung Palakiyah, Pembuka Pemberdayaan Potensi Desa Watulawang
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 26 Sep 2019
- visibility 3.443
- comment 0 komentar

Warga Desa Watulawang, menggelar Kirab Agung Palakiyah. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
PEJAGOAN (KebumenUdate.com) – Ribuan warga Desa Watulawang dan Peniron, Kecamatan Pejagoan, Kebumen mengikuti Kirab Agung Palakiyah, Kamis (26/9/2019). Rangkaian kirab diawali dengan pemotongan kambing kendhit, penanaman kepala kambing kendhit di batas Desa Watulawang dan Peniron, kenduri dan pentas seni tradisi cepetan.
Kirab Agung Palakiyah dilepas oleh Camat Pejagoan, Farita Listiati dari halaman rumah Kepala Desa (Kades) Watulawang Wasita. Kirab dipimpin oleh Ketua LKJ Sekar Pangawikan Yogyakarta, R Bambang Nursinggih.
Hadir jajaran Muspika Kecamatan Pejagoan, para kepala desa, kasepuhan, dan warga Desa Watulawang dan sekitarnya seperti Desa Peniron, Kajoran, dan Pengaringan. Usai kirab acara ditutup dengan kenduri massal di jalan desa antara Watulawang dan Peniron.
Kades Watulawang Wasita, menjelaskan digelarnya Kirab Palakiyah ini dimaksudkan untuk bekti bumi, ruwat bumi, dan merti bumi agar kehidupan warga selamat, sentosa, sejahtera dan makmur merata.
Baca Juga: Gelar Kirab Budaya, Mbah Suman Siap Tebar Recehan Rp 10 Juta
Wasita menambahkan bahwa Desa Watulawang memiliki potensi yang harus dikembangkan untuk meningkatkan penghasilan warga. Seperti memiliki alam yang unik dengan kepundan gunung api purba. Selain itu potensi seni budaya yang lengkap, jejak sejarah yang ada sejak zaman purba.
“Juga flora fauna seperti jenitri dan tembakau tali abang, serta kuliner ingkung kluweg dan ayam kukus bumbu,” ujar Kades muda yang baru tiga bulan menjabat.
Wasita mengisahkan, ada amanah sejarah yang penting tidak saja bagi Desa Watulawang tetapi juga bangsa Indonesia, yakni bendera merah putih. Bendera merah putih tersebut dikibarkan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Baca Juga: Khatam Al Quran, 40 Santri MI Maarif 2 Jatisari Dikirab dengan Kuda Joget
“Tiap kali terjadi pergantian kepala desa, bendera tersebut diserahterimakan sebagai amanah yang diemban oleh kades yang menjabat. Karenanya mulai tahun ini kita arak dalam Kirab Palakiyah,” ujarnya seraya menyebutkan Kirab Palakiyah merupakan momen pembuka pemberdayaan potensi dan masyarakat Desa Watulawang.
Camat Pejagoan, Farita Listiati dalam sambutannya menyebutkan Kirab Palakiyah merupakan media pewarisan nilai-nilai luhur nenek moyang yang telah berlangsung secara turun-temurun. Ada kearifan yang hendak disampaikan agar kehidupan berlangsung penuh harmoni, selaras dan penuh kebersamaan.
“Kita harus menjaga keberlangsungan tradisi ini agar generasi penerus tak kehilangan jatidiri,” katanya seraya menyebutkan acara tradisi itu bisa dikembangkan untuk kepentingan pariwisata dengan tidak meninggalkan karakter dan jatidiri. (yps)







Saat ini belum ada komentar