Sinergi IWAKK Walet Emas dan Pemkab, Bersatu Jaga Status UNESCO Global Geopark Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Kam, 10 Jul 2025
- visibility 718
- comment 0 komentar

Bupati Lilis Nuryani menerima cenderamata dari Ketua Umum IWAKK "Walet Emas", Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) “Walet Emas” menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan tanah kelahiran. Kamis, 10 Juli 2025, rombongan IWAKK “Walet Emas” diterima langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, didampingi suaminya, Ir Mohammad Yahya Fuad SE, dalam sebuah audiensi di Ruang Aroengbinang.
Pertemuan ini menandai sebuah langkah penting untuk mempererat silaturahmi dan menjalin kolaborasi strategis antara para perantau dan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah mendukung Kabupaten Kebumen dalam mempertahankan status bergengsi sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).

Bupati Lilis Nuryani foto bersama pengurus dan anggota IWAKK Walet Emas di depan Pendopo Kabumian. (Foto: Hari)
Audiensi ini juga dihadiri Asisten Administrasi Umum Muhamad Arifin, Kepala Bakesbangpol Widiatmoko, dan Kepala Bapperida Bahrun Munawir.
Hadir pula Togu Pardede selaku perwakilan dari Bappenas, serta Dr Tulus Wijayanto ST MM, pimpinan tim dari Universitas Indraprasta (Unindra). Jajaran pengurus dan anggota IWAKK “Walet Emas” juga turut memadati ruangan, menunjukkan antusiasme mereka.
Adapun rombongan IWAKK yang berjumlah 50 orang ini merupakan perwakilan dari berbagai wilayah seperti Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Tangerang, Bogor, Depok, dan Bandung Raya.
Jembatan Membangun Kampung Halaman
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa. Mempertemukan semangat membangun kampung halaman dengan pengalaman dan jejaring dari berbagai penjuru,” ungkap Bupati Lilis.
Bupati juga menegaskan bahwa upaya membangun Kebumen tak bisa dilakukan sendiri. Ia menekankan perlunya kolaborasi dan jejaring yang kuat.
“IWAKK Walet Emas adalah mitra strategis kami dalam berbagi gagasan juga membuka peluang investasi,” imbuhnya.
Bupati berharap silaturahmi ini menjadi wadah untuk saling mendengar dan bersinergi, serta menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat, konkret, dan berkelanjutan, demi Kebumen yang semakin berdaya dan membanggakan.
Komitmen IWAKK untuk Geopark Kebumen
Ketua Umum IWAKK “Walet Emas”, Mayjen TNI (Purn) Ibnu Darmawan, didampingi Sekretaris Umum Nicolo Machia Fely, menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan dukungan penuh serta apresiasi atas predikat UNESCO Global Geopark Kebumen.
“Ini kan harus dipertahankan. Bagaimana dukungan dari warga Kebumen perantauan bersama Pemkab Kebumen tentunya, mempertahankan status UGGp tadi,” terang Ibnu Darmawan.
Nicolo Machia Fely menambahkan bahwa rombongan IWAKK berencana meninjau beberapa lokasi potensial pengembangan, antara lain Pantai Suwuk, Sagara View of Karangbolong, Biogas Banyumudal, dan Embung Tugu.
“Di Sagara kami mengundang empat camat (Puring, Rowokele, Buayan, dan Ayah) dan kepala desa yang kami harapkan agar wilayah tersebut dengan status geopark-nya dapat dipertahankan dan upaya mengurangi kerusakan lingkungan. Jadi misinya di situ,” tegas Nicolo.
Pada intinya, audiensi ini berfokus pada upaya mempertahankan status Geopark Kebumen UGGp dan mengembangkan potensi yang ada di wilayah tersebut.
Dukungan Bappenas dan Isu Kemiskinan
Perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Togu Pardede, turut memberikan pandangannya mengenai Geopark Kebumen. Ia menjelaskan bahwa logo geopark merepresentasikan tiga unsur utama: geodiversity, biodiversity, dan culture, yang menjadi alasan Kebumen diakui secara internasional.
“Ada tiga yang harus dilakukan. Konservasi, lalu ekonomi. Dan terakhir edukasi, unggulannya di sini. Taman bumi. Mohon itu dipelihara, insyaallah tidak akan yellow card,” jelas Togu, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian alam, pengembangan ekonomi, dan edukasi.
Dalam kesempatan yang sama, juga dibahas mengenai predikat Kabupaten Kebumen sebagai salah satu daerah termiskin di Jawa Tengah dan berbagai upaya untuk mengentaskan masalah tersebut.
Pembahasan meliputi beragam sektor, termasuk infrastruktur, pangan, UMKM, batik Kebumen, dan pariwisata, sebagai langkah strategis untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar