Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Cerpen » Cerita Misteri: Rumah Sakit Londo (Bagian-1)

Cerita Misteri: Rumah Sakit Londo (Bagian-1)

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 1 Apr 2025
  • visibility 2.116
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh Gita Kurniawan

Jam sudah menunjukan pukul 16.15 sore. Hujan deras yang mengguyur kota K sejak siang mulai mereda. Mendung masih menggantung dengan rintik gerimis yang masih tampak menghiasi langit. Sore itu, Akif dan Dani baru saja keluar dari ruang kelas mereka.

Seperti biasanya, Dani, seorang remaja tanggung berumur 16 tahun mengajak sahabatnya, Akif, untuk pulang bersama. Rumah mereka memang masih satu kecamatan walaupun beda desa.

“Nggak apa-apa, kan, lumayan jadi irit ongkos,” jawab Dani. “Lagian buat temen aku ngobrol di jalan, daripada sendirian,” tambahnya lagi.

Terkadang Akif memang bersikeras untuk berangkat dan pulang naik angkot karena terlalu sering merepotkan sahabatnya itu.

Di lain waktu Dani dengan entengnya menjawab, “Ya kalo kamu nggak enak, ntar traktir aku aja di kantin buat gantinya,” katanya sambil tertawa licik.

Bukannya bagaimana, Dani tahu sendiri kondisi ekonomi dari keluarga sahabatnya itu. Walaupun tidak bisa dibilang miskin, Ayah Akif sudah tiada, sedangkan motor satu-satunya di rumah dipakai ibunya bekerja. Akif masih mempunyai seorang adik kecil, sehingga mau tidak mau ibunya harus menyewa seorang rewang (pengasuh) untuk menjaga adiknya ketika ditinggal bekerja.

Akif dan Dani bersahabat sudah cukup lama, lebih tepatnya sejak duduk di bangku SMP. Tak disangka persahabatan mereka berlanjut hingga jenjang SMK. Letak sekolah mereka saat ini memang terbilang cukup jauh. Dani rutin menjemput karena rumah Akif sendiri berada satu jalur yang sama dengannya.

“Yuk, Kif, buruan, boncengan aja biasa sama aku,” kata Dani setengah memaksa sambil berjalan.

“Biar cepet sampe rumah, udah mendung lagi tuh,” serunya lagi sembari menyerongkan wajahnya ke atas menunjuk langit.

“Oke, Dan, lagian aku juga males nunggu angkot kalau hujan-hujan begini, pasti lama ngetemnya,” jawab Akif setuju.

“Tapi pelan-pelan aja bawa motornya ya, Dan, takut licin jalannya,” tambah Akif lagi. Dani pun mengangguk.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil yang melintas di Kebumen disemprot menggunakan disinfektan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Pasien Corona Meninggal Saat Dirujuk ke RSUD Margono

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 18.430
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sehari setelah dinyatakan positif Coronavirus (Covid-19), seorang warga Kecamatan Kebumen berinisial YP (62) dinyatakan meninggal dunia Rabu 8 April 2020 sore. Pasien meninggal dunia dalam perjalanan di Kemranjen Banyumas saat dirujuk ke RSUD Margono Purwokerto. Jenazah kemudian dimakamkan di tempat pemakaman milik Pemkab Kebumen di Gang Tanjung Kelurahan Tamanwinangun sekira pukul 18.00 […]

  • Bamsoet: Demokrasi Kita Hari Ini Transaksional, Bicara Angka-angka

    Bamsoet: Demokrasi Kita Hari Ini Transaksional, Bicara Angka-angka

    • calendar_month Jum, 19 Jan 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.815
    • 0Komentar

    KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Saat awal kemerdekaan, dengan membangun narasi yang romantis seperti misalnya, “Atas dasar rasa senasib sepenanggungan, maka kita siap berjuang,” itu sudah bisa memunculkan rasa persatuan. “Namun jika narasi di atas disampaikan ke masyarakat sekarang, rasa-rasanya tidak mempan untuk membangun persatuan,” kata Singgih Tri Sulistiyono, Ketua DPW LDII Jawa Tengah saat menjadi narasumber […]

  • Suci Syahrini

    Viral Mirip Syahrini, Suci Penjual Mendoan Amba Keluarkan Single Perdana

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 21.686
    • 0Komentar

    “Nelongsone ati iki krungu kowe ngiket janji Mbrebes mili moto iki weruh kowe kalung melati Bendungan Sempor sing dadi saksi Roso tresno iki wis kepati-pati” PETIKAN lirik tersebut merupakan single perdana dari Suci Sotang si penjual tempe mendoan amba di Waduk Sempor Kebumen yang viral karena mirip artis Syahrini. Mengambil genre lagu campursari bertajuk Bendungan […]

  • Lansia

    Sempat Hilang, Jasad Lansia Ditemukan di Saluran Irigasi Sempor

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 337
    • 0Komentar

    SEMPOR (KebumenUpdate.com) -Seorang perempuan lanjut usia (lansia) berinisial ST (71) warga Kelurahan Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Kebumen Jumat, 22 November 2024 ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi Sempor,  Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor pukul 06.30 WIB. Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polsek Gombong, Selasa 19 November 2024 sekitar pukul 22.00 WIB. Keluarga merasa khawatir […]

  • Tim Voli Junior Kebumen Siap All Out di Kejurprov Jateng

    Tim Voli Junior Kebumen Siap All Out di Kejurprov Jateng

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.641
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Tim bola voli U-19 Kabupaten Kebumen siap berlaga di Kejurprov Junior Jateng yang digelar di GOR Satria Purwokerto, 13-17 Oktober 2019. Pada kejuaraan kali ini, Pengkab Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kebumen menerjunkan empat tim yang terdiri atas satu tim putra indoor, satu tim putri indoor dan dua tim putra voli […]

  • Hard Work

    Hustle Culture: Budaya Kerja Keras yang Diam-diam Menguras Kesehatan Mental

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 556
    • 0Komentar

    “Kerja dulu, nikmati hasilnya nanti.” “Kalau belum capek, berarti belum maksimal.” Kalimat-kalimat seperti itu sering kita dengar, apalagi di kalangan anak muda produktif. Budaya ini dikenal sebagai hustle culture—gaya hidup yang mengagungkan kerja keras tanpa henti. Tapi di balik semangatnya, ada risiko besar bagi kesehatan mental yang kerap diabaikan. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kemboro […]

expand_less