Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Greenwashing dalam Dunia Bisnis: Etika atau Strategi Marketing?

Greenwashing dalam Dunia Bisnis: Etika atau Strategi Marketing?

  • account_circle Doro Kuncoro Aji
  • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
  • visibility 454
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah greenwashing semakin sering muncul di ruang publik, terutama ketika perusahaan besar berlomba-lomba menunjukkan citra “ramah lingkungan”. Mulai dari iklan produk yang diklaim berkelanjutan, kampanye pengurangan emisi, hingga penggunaan istilah “eco-friendly” yang masif di berbagai industri. Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah ini benar-benar bentuk komitmen etika, atau sekadar strategi marketing yang dikemas lebih hijau?

Antara Kepedulian Lingkungan dan Citra Perusahaan

Secara sederhana, greenwashing adalah praktik ketika perusahaan membangun citra ramah lingkungan tanpa tindakan nyata yang sepadan. Di atas kertas, mereka terlihat progresif: mengurangi emisi, menggunakan bahan daur ulang, atau mendukung energi terbarukan. Namun dalam praktiknya, kontribusi tersebut sering kali tidak signifikan atau bahkan menutupi dampak lingkungan yang lebih besar.

Fenomena ini menjadi semakin kompleks karena konsumen modern memang semakin sadar lingkungan. Perubahan perilaku ini mendorong perusahaan untuk “menyesuaikan diri”, tetapi tidak semua perubahan dilakukan secara substansial. Sebagian hanya berhenti pada permukaan-kampanye iklan, slogan hijau, dan branding yang meyakinkan.

Ketika Narasi Tidak Sejalan dengan Realita

Beberapa perusahaan global kerap menjadi sorotan dalam isu greenwashing. Misalnya, perusahaan energi seperti BP yang gencar mengiklankan komitmen menuju energi bersih, sementara sebagian besar bisnis intinya masih bergantung pada bahan bakar fosil.

Di sektor fashion, H&M juga pernah menghadapi kritik terkait koleksi “conscious collection” yang diklaim berkelanjutan, tetapi tetap berada dalam model bisnis fast fashion yang dikenal menghasilkan limbah tekstil besar.

Sementara itu, Coca-Cola beberapa kali mendapat sorotan terkait kontribusi limbah plastik global, meskipun mereka menjalankan berbagai kampanye daur ulang dan keberlanjutan.

Contoh-contoh ini menunjukkan satu pola: narasi keberlanjutan sering kali digunakan untuk memperbaiki citra, bukan mengubah struktur bisnis secara fundamental.

Etika Bisnis di Persimpangan Kepentingan

Dari sudut pandang etika bisnis, greenwashing menimbulkan dilema serius. Di satu sisi, perusahaan memiliki hak untuk mempromosikan inovasi dan inisiatif lingkungan mereka. Namun di sisi lain, ketika klaim tersebut dilebih-lebihkan atau tidak transparan, maka terjadi manipulasi persepsi publik.

Masalah utama dari greenwashing bukan hanya soal “berbohong”, tetapi soal ketidakseimbangan antara komunikasi dan realitas. Konsumen dibuat percaya bahwa mereka mendukung produk berkelanjutan, padahal dampak lingkungan yang dihasilkan masih jauh dari ideal.

Dalam konteks ini, etika bisnis seharusnya tidak hanya berbicara tentang kepatuhan hukum, tetapi juga kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab jangka panjang terhadap masyarakat dan lingkungan.

Mengapa Greenwashing Terus Terjadi?

Ada beberapa faktor yang membuat praktik ini terus bertahan:

1. Tekanan pasar

Konsumen modern cenderung memilih brand yang “hijau”, sehingga perusahaan terdorong mengikuti tren ini.

    2. Persaingan industri

      Ketika satu perusahaan mengklaim ramah lingkungan, pesaingnya merasa harus melakukan hal serupa agar tidak tertinggal.

      3. Biaya transformasi yang tinggi

      Perubahan nyata menuju bisnis berkelanjutan membutuhkan investasi besar, sementara greenwashing relatif murah dan cepat dilakukan.

      4. Regulasi yang belum ketat

      Di banyak negara, standar klaim lingkungan masih longgar sehingga ruang interpretasi sangat besar.

      Hilangnya Kepercayaan Publik

      Greenwashing bukan sekadar isu branding. Dalam jangka panjang, praktik ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap seluruh gerakan keberlanjutan. Ketika konsumen merasa “ditipu”, mereka bisa menjadi skeptis terhadap semua klaim hijau, termasuk dari perusahaan yang benar-benar berupaya melakukan perubahan.

      Lebih jauh lagi, greenwashing juga memperlambat transisi menuju ekonomi berkelanjutan. Alih-alih mendorong inovasi nyata, perusahaan bisa terjebak dalam “ilusi keberlanjutan” yang nyaman secara bisnis tetapi tidak berdampak signifikan bagi lingkungan.

      Etika atau Strategi Marketing?

      Pada titik ini, greenwashing berada di wilayah abu-abu antara etika dan strategi marketing. Secara teknis, ia adalah bagian dari komunikasi bisnis. Namun secara moral, praktik ini menjadi bermasalah ketika klaim yang dibangun tidak sejalan dengan kenyataan operasional.

      Jika perusahaan benar-benar ingin dianggap etis, maka transparansi harus menjadi fondasi utama. Bukan sekadar menyampaikan apa yang ingin didengar publik, tetapi juga membuka apa yang masih menjadi kekurangan dan tantangan.

      Saatnya Konsumen Lebih Kritis

      Pada akhirnya, tanggung jawab tidak hanya berada di tangan perusahaan. Konsumen juga memegang peran penting dalam menekan praktik greenwashing dengan lebih kritis terhadap klaim yang beredar. Label “hijau” tidak seharusnya langsung dianggap sebagai kebenaran mutlak.

      Greenwashing mengajarkan satu hal penting: bahwa di era modern, citra bisa dibangun lebih cepat daripada perubahan nyata. Dan di antara keduanya, etika bisnis akan selalu diuji oleh satu pertanyaan sederhana, apakah yang dilakukan perusahaan benar-benar berdampak, atau hanya terlihat baik di permukaan?

      Doro Kuncoro Aji, Mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen.

      Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
      • Penulis: Doro Kuncoro Aji

      Komentar (0)

      Saat ini belum ada komentar

      Silahkan tulis komentar Anda

      Rekomendasi Untuk Anda

      • PSHT Kebumen

        Peringatan Seabad PSHT di Kebumen, Gelar Apel Kebangsaan dan Sholawat Persaudaraan

        • calendar_month Sen, 24 Jan 2022
        • account_circle Kebumen Update
        • visibility 3.993
        • 0Komentar

        KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Peringatan hari jadi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang ke-100 tahun atau seabad digelar oleh PSHT Cabang Kabupaten Kebumen Pusat Madiun dengan Apel Kebangsaan. Apel yang berlangsung di Halaman Pendopo Kabumian, Sabtu, 22 Januari 2022 itu dimeriahkan dengan atraksi pencak silat. Apel dipimpin oleh Warga PSHT Bambang Priyohardi dan sebagai Pembina Komandan […]

      • Pantai Menganti

        Tanah Longsor, Pantai Menganti Tutup Sementara

        • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
        • account_circle Kebumen Update
        • visibility 3.479
        • 0Komentar

        AYAH (KebumenUpdate.com) – Tanah longsor melanda  kawasan objek wisata Pantai Menganti di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen, Minggu 6 November 2022. Tebing di atas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangduwur yang sedang dalam pembangunan jalan longsor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun satu rumah warga hancur dan sedikitnya lima warung yang berada di bawah […]

      • Santri Hingga Wakil Bupati Kebumen Doakan Kelancaran Pelantikan Presiden

        Santri Hingga Wakil Bupati Kebumen Doakan Kelancaran Pelantikan Presiden

        • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
        • account_circle Kebumen Update
        • visibility 2.724
        • 0Komentar

        KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Berbagai elemen masyarakat Kebumen berharap proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI berlangsung aman dan lancar. Doa pun dipanjatkan demi negara Indonesia yang damai dan kondusif. Ratusan  santri Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen menggelar doa bersama di masjid pondok setempat. Doa bersama dipimpin oleh pengasuh Gus Fachrudin Achmad […]

      • Tingkatkan Daya Saing, 150 UMKM dan Difabel Kebumen Ikuti Pelatihan AI

        Tingkatkan Daya Saing, 150 UMKM dan Difabel Kebumen Ikuti Pelatihan AI

        • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
        • account_circle Hari Satria
        • visibility 593
        • 0Komentar

        KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan inklusif di era digital. Langkah ini diwujudkan melalui Diskusi Publik dan Pelatihan AI bertajuk “Membangun Kapasitas Digital yang Inklusif” yang digelar di Pendopo Kabumian, Rabu 28 Januari 2026. Kegiatan yang diikuti 150 peserta dari kalangan pelaku UMKM […]

      • Lomba Agustusan di UPB

        Universitas Putra Bangsa Gelar Aneka Lomba Agustusan, Begini Kemeriahannya

        • calendar_month Sab, 12 Agu 2023
        • account_circle Kebumen Update
        • visibility 2.055
        • 0Komentar

        KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kemeriahan Agustusan tidak hanya terjadi di lingkungan perkampungan masyarakat saja. Akan tetapi, perguruan tinggi juga tidak ketinggalan menggelar sejumlah kegiatan untuk menyambut perayaan HUT ke- 78 kemerdekaan RI. Salah satunya digelar oleh Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen yang melaksanakan beraneka lomba untuk memperingati HUT ke-78 RI. Tidak hanya sehari, lomba berlangsung selama […]

      • Tahun Politik, Awak Media di Kebumen Berkomitmen Jaga Kondusifitas

        Tahun Politik, Awak Media di Kebumen Berkomitmen Jaga Kondusifitas

        • calendar_month Kam, 26 Okt 2023
        • account_circle Hari Satria
        • visibility 1.672
        • 0Komentar

        KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam ajang pesta demokrasi yang tinggal menghitung hari, sudah selayaknya publik menerima informasi atau pemberitaan positif akan hal tersebut. Masyarakat tentu tidak ingin disuguhi dengan ujaran kebencian, kampanye negatif, fitnah, dan berita hoaks. Atas dasar tadi, Kapolres Kebumen bersilaturahmi dengan awak media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kebumen dalam […]

      expand_less