Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Integritas, Fondasi Kepemimpinan Peradilan

Integritas, Fondasi Kepemimpinan Peradilan

  • account_circle Ronaldo D. Ginola
  • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
  • visibility 289
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Mengapa Kepemimpinan yang Berintegritas Menentukan Wajah Peradilan Kita?

SETIAP tahun, berbagai survei mengingatkan kita bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan masih perlu terus dipupuk. Ini bukan semata soal kekurangan aturan, sebab perangkat hukum kita sudah cukup lengkap, melainkan soal bagaimana nilai-nilai dalam aturan itu benar-benar hidup dalam keseharian institusi. Pertanyaannya bukan lagi “mengapa kepercayaan itu belum sepenuhnya pulih”, melainkan “apa yang bisa diperkuat lebih dulu agar tren ini terus membaik”.

Salah satu jawaban paling mendasar, sederhana namun sering dilupakan, ada pada kualitas kepemimpinan dan satu unsur di dalamnya yang tidak tergantikan: integritas.

Integritas semestinya tidak diperlakukan sebagai pelengkap normatif, semacam nilai luhur yang ditempel di dinding ruang tunggu. Integritas adalah kompetensi kepemimpinan yang nyata, yang ikut menentukan apakah sebuah pengadilan berjalan adil sekaligus dipercaya publik. Tanpa fondasi ini, upaya reformasi birokrasi sehebat apa pun akan sulit membekas secara mendalam.

Pemimpin yang Diuji, Bukan Sekadar Dipercaya

Ilmu kepemimpinan modern lama menjelaskan ini. Pakar kepemimpinan transformasional James MacGregor Burns menekankan bahwa pemimpin sejati tidak berhenti pada memberi target, tetapi menarik orang-orang di sekitarnya ke standar moral yang lebih tinggi  dan itu hanya mungkin jika si pemimpin sendiri lebih dulu menjadi contoh yang bisa dipercaya.

Robert Greenleaf, lewat gagasan servant leadership, menambahkan bahwa pemimpin yang sebenarnya adalah mereka yang menaruh kepentingan institusi dan masyarakat di atas kepentingan pribadinya. Dalam dunia pengadilan, ini bukan teori yang jauh dari kenyataan: seorang ketua pengadilan yang melayani  bukan sekadar memerintah  akan membentuk lingkungan kerja yang mendorong stafnya bertindak adil, bukan sekadar takut pada atasan.

Sosiolog Philip Selznick menyebut institusi semacam ini sebagai “organisasi berkarakter”  lembaga yang punya pegangan nilai yang tidak mudah goyah meski digoyang tekanan dari luar. Karakter seperti itu hanya tumbuh kalau pemimpinnya, dari hari ke hari, mempraktikkan integritas dalam keputusan-keputusan kecil sekalipun, bukan hanya saat sedang diawasi.

Kepercayaan yang Dibangun Pelan, Dijaga Bersama

Kepercayaan publik terhadap pengadilan dibangun pelan-pelan, lewat ratusan putusan yang adil dan ratusan pelayanan yang transparan. Namun kepercayaan semacam ini juga rentan, dan bisa terganggu signifikan hanya karena satu persoalan integritas di level pimpinan. Psikolog menyebut kecenderungan ini sebagai negativity bias kecenderungan manusia memberi bobot lebih berat pada satu kabar buruk dibanding banyak kabar baik yang menyertainya.

Itulah sebabnya menjaga integritas di level pimpinan bukan sekadar urusan pribadi sang pemimpin. Riset Transparency International pada 2020 menemukan kaitan kuat antara persepsi publik atas integritas pimpinan lembaga hukum dan tingkat kepercayaan terhadap sistem peradilan secara keseluruhan. Artinya, menjaga integritas pemimpin sama dengan menjaga nama baik ribuan hakim dan staf yang setiap hari bekerja dengan jujur.

Mendukung Sistem agar Semakin Berpihak pada Kejujuran

Penting juga untuk jujur mengakui konteks struktural yang melingkupi kepemimpinan di lembaga peradilan. Banyak pemimpin bekerja dalam sistem yang masih bisa diperkuat lebih jauh: hierarki yang cenderung kaku, mekanisme saling mengawasi antar-sesama pejabat yang masih bisa ditingkatkan, serta tekanan tak resmi dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan hasil perkara.

Justru karena itulah pemimpin berintegritas menjadi makin penting: ia dibutuhkan untuk terus mendorong sistem ke arah yang lebih baik, bukan sekadar menyesuaikan diri dengan keadaan. Ini bukan alasan untuk pesimis, melainkan pengingat bahwa kepemimpinan semacam itu membutuhkan dua modal sekaligus karakter pribadi yang kukuh, dan keberanian untuk mendorong perbaikan dari dalam institusi.

Tiga Hal yang Bisa Mulai Diukur

Dari semua itu, setidaknya tiga hal bisa mulai ditata serius di lembaga peradilan. Pertama, keteladanan: pemimpin harus menunjukkan bahwa aturan berlaku sama untuk semua orang, termasuk dirinya. Ini bukan soal tidak pernah salah, tapi soal berani mengakui salah ketika itu terjadi.

Kedua, keterbukaan dalam mengambil keputusan. Keputusan yang dibuat diam-diam tanpa dasar yang jelas selalu membuka pintu bagi kecurigaan dan, pada akhirnya, korupsi. Ketiga, keberanian menolak tekanan. Integritas tidak diuji saat semua berjalan mudah, melainkan saat ada desakan untuk berkompromi baik dari atasan maupun dari pihak luar yang berkepentingan. Pemimpin yang berani menolak intervensi semacam itu adalah mereka yang benar-benar menjaga fondasi hukum negeri ini.

Integritas sebagai Syarat, Bukan Sekadar Pelengkap

Reformasi birokrasi akan jauh lebih bermakna bila berjalan seiring dengan transformasi kepemimpinan yang substansial, bukan hanya bertumpu pada aturan baru dan SOP yang lebih tebal. Pemimpin yang berintegritas bukan sekadar pemimpin yang “baik” secara moral ia adalah pemimpin yang juga efektif dalam menjalankan institusi.

Integritas layak ditempatkan bukan sebagai nilai tambahan yang boleh ada atau tidak, melainkan sebagai syarat utama, sejajar dengan kecakapan manajerial dalam menentukan siapa yang layak memimpin lembaga yang menjadi tumpuan rasa keadilan warga negara. Mendorong proses rekrutmen dan penilaian pemimpin di lembaga peradilan agar semakin menjadikan integritas sebagai ukuran yang nyata dan terukur adalah langkah yang patut terus diperjuangkan bersama. *** Makin tahu Indonesia

Ronaldo D. Ginola adalah mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa Kebumen.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Ronaldo D. Ginola

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi Kebumen, Ini Agenda KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa

    Kunjungi Kebumen, Ini Agenda KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.164
    • 0Komentar

    KEBUMEN  (KebumenUpdate.com) – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan kunjungan ke Kebumen, Sabtu, 11  Januari 2020. Kunjungan orang pertama di jajaran TNI AD tersebut tertutup untuk liputan media. Dari informasi yang dihimpun KebumenUpdate.com, kunjungan KSAD ke Kebumen melalui Yogyakarta. Bertolak dari kediaman di Perum Hyarta Resident, Ngaglik, Sleman Jenderal Andika Perkasa  […]

  • Bumi Mania Tak Perlu Khawatir, Stadion Chandradimuka Targetkan Siap Pakai Akhir 2026

    Bumi Mania Tak Perlu Khawatir, Stadion Chandradimuka Targetkan Siap Pakai Akhir 2026

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 831
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) memberikan kepastian terkait progres renovasi Stadion Chandradimuka. Langkah ini sekaligus menjawab pertanyaan para pendukung setia Persak Kebumen, Bumi Mania, mengenai kesiapan home base tim berjuluk Laskar Joko Sangkrip tersebut. Kepala Disdikpora Kebumen, Agus Sunaryo, menjelaskan bahwa pengembangan stadion tahun ini dilakukan secara […]

  • Tiket Go Show

    Mulai 1 Januari 2025, Penjualan Tiket Go Show di Stasiun Kebumen dan Gombong Jadi Pukul 05.00-21.00 WIB

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 9.140
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kabar gembira bagi kalian yang sering naik kereta api dengan mengandalkan tiket go show. PT KAI Daop 5 Purwokerto membuat terobosan untuk memudahkan pelayanan kepada konsumen. Salah satunya dengan melakukan penyesuaian pelayanan di Stasiun Gombong dan Kebumen. Mulai Rabu 1 Januari 2025 operasional pelayanan penjualan tiket go show menjadi mulai pukul 05.00 […]

  • Diva Expo

    Hari Ini Diva Expo Dibuka, Hadirkan 2.700 Judul Buku

    • calendar_month Sen, 6 Jun 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.557
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penerbit Diva Press kembali menggelar pameran buku bertajuk Diva Expo – Book Sale di Kabupaten Kebumen. Pameran buku kali ini berlangsung di  Gedung Tulus Jalan HM Sarbini Nomor 4A Kebumen tepatnya di seberang gerai Pizza Hut Kebumen. Pameran buku Diva Expo ini terbuka untuk masyarakat umum selama sembilan hari, mulai Senin, 6 […]

  • Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024, KPU Kebumen Adakan Media Gathering

    Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024, KPU Kebumen Adakan Media Gathering

    • calendar_month Sel, 4 Okt 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.776
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Keberadaan media sebagai salah satu penyambung atau fasilitator ke masyarakat khususnya mengenai tahapan pemilu dinilai penting oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen. Berangkat dari hal itu, pada Senin-Selasa, 3-4 Oktober 2022 KPU Kabupaten Kebumen mengadakan kegiatan gathering bersama media yang ada di Kebumen baik cetak, elektronik, maupun online. Baca juga: Menuju Pemilu […]

  • Sepeda motor Yamaha Vixion terbakar usai tabrakan. (Foto: Facebook.com)

    Hindari Pesepeda Menyeberang, Warga Setrojenar Meninggal Tertabrak Truk

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.668
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Seorang warga Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren, Kebumen bernama Haryadi (34) meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Rabu 8 Juli 2020 sekira pukul 07.55 wib. Sepeda motor Yamaha Vixion Nopol B-3387-FRR yang dikendarai korban terbakar setelah tertabrak truk yang melaju dari arah berlawanan. Hindari Pesepeda yang Hendak Menyebarang […]

expand_less