Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kolom » Dari Waduk Sempor hingga Magelang: Mengayuh Kembali Sisa-Sisa Racun Masa Remaja

Dari Waduk Sempor hingga Magelang: Mengayuh Kembali Sisa-Sisa Racun Masa Remaja

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SEPEDA mini warna merah itu sudah mangkrak belasan tahun di samping rumah, berdebu dan mengenaskan—nasibnya tak jauh beda dengan sepeda lipat keponakan.

Daripada terus menjadi besi tua yang mubazir, akhirnya muncul niat untuk “menghidupkannya” kembali.

Rencananya, si merah ini akan saya ajak berkeliling menyusuri sudut-sudut Kota Kebumen. Hitung-hitung, cari keringat sekaligus bernostalgia.

Seperti kata Einstein, “Hidup itu seperti naik sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, Anda harus terus bergerak.”

***

Hari Minggu sore sepeda mini warna merah tersebut saya bawa ke bengkel di timur koplak dokar—Jalan Arungbinang. Orang bengkel bilang tidak bisa selesai sore itu, paling tidak Senin atau Selasa.

Berhubung Senin dan Selasa mendapat tugas sampai sore, maka sepeda tersebut baru bisa saya ambil Rabu pagi ini.

“Telas pinten Mas?” tanya saya. Dijawab 250 ribu. Angka yang tidak jauh dari prediksi. Karena harus ganti ban luar, ban dalam, rantai, kabel rem, dan sadel.

***

Saya jadi ingat, medio tahun 2000-an saat masih SMP–SMA, untuk pertama kalinya saya punya sepeda. Yang pertama adalah sepeda jengki hasil dibelikan ibu saat menjelang kelulusan SMP. Sepeda jengki ini juga menemani saya mendaftar ke SMA dan menemani berangkat pulang sekolah setiap hari.

Saat kelas satu SMA, teman-teman di lingkungan rumah mulai punya sepeda balap. Di antaranya Iwan Dawir dan Karjo.

Dari ‘racun’ yang disebarkan oleh mereka berdua akhirnya saya memiliki sepeda kedua berjenis MTB rakitan. Meski beda jenis dengan sepeda balap seperti milik Iwan dan Karjo, tapi saya sering diajak bersepeda jarak jauh seperti ke Waduk Sempor, Wadaslintang, atau sampai Kecamatan Tambak perbatasan Kebumen–Banyumas.

Sepeda gunung rakitan yang sering dibawa blusukan, mulai dari Waduk Sempor dan Wadaslintang hingga jauh ke Magelang. (Foto: Hari)

Bahkan saat itu saya sampai diajak bergabung ke Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kebumen untuk ikut berlaga di berbagai kompetisi. Namun karena saya lebih memilih kegiatan pecinta alam SMA (Gaspala), peluang tersebut tidak saya ambil.

Hingga lulus SMA saya masih aktif bersepeda kemana-mana. Termasuk di tahun 2011 saat menemani adik-adik pecinta alam di SMA untuk survei ke Gunung Merbabu, saya memilih naik sepeda dari Kebumen–Terminal Magelang pergi pulang.

Waktu pandemi sepeda gunung rakitan ini akhirnya berpisah dengan saya karena dijual. Menyusul sepeda jengki pertama saya yang dijual lebih dulu. Sekarang hanya tersisa 2 sepeda di rumah—mini dan lipat.

***

Kembali booming-nya aktivitas bersepeda di Kebumen akhir-akhir ini tentu menjadi momentum yang pas. Entah nanti jalurnya mulus atau menanjak, yang penting pedal kembali dikayuh.

Menyusuri jalan-jalan desa, pinggiran sawah, hingga pereng kali—bukan lagi untuk mengejar jarak ekstrem seperti belasan tahun lalu, melainkan untuk merawat ingatan dan menjaga keseimbangan hidup di atas dua roda. **Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan PMI Kebumen menyemprot masjid dengan desinfektan. (Foto: Dok. PMI Kebumen)

    Desa di Zona Hijau Covid-19 Diizinkan Gelar Salat Jumat

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.547
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Desa-desa yang masuk dalam zona hijau Covid-19 mendapatkan ijin untuk kembali melaksanakan salat Jumat di masjid. Ijin tersebut disampaikan oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz di sela-sela meninjau pelaksanaan rapid test massal di Pasar Keputihan Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Kamis 3 Mei 2020. “Terkait Jumatan untuk daerah hijau sudah diperbolehkan. Namun protokol […]

  • Kebumen Targetkan Swasti Saba, Buktikan Peningkatan Kesehatan Hingga Penanggulangan Bencana

    Kebumen Targetkan Swasti Saba, Buktikan Peningkatan Kesehatan Hingga Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tim penilai verifikasi lanjutan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2025 melakukan penilaian melalui zoom meeting terhadap Kabupaten Kebumen, Selasa 5 Agustus 2025. Penilaian melibatkan tim dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, serta Tim Pembina KKS tingkat pusat dan provinsi. Bupati Lilis Nuryani, Sekda, Kepala […]

  • Rambut Gimbal

    Dieng Culture Festival: Bocah Ini Minta Rambut Gimbalnya Dipotong oleh Gubernur Ahmad Lutfi dan AHY

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.185
    • 0Komentar

    BANJARNEGARA (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti prosesi ruwatan potong rambut gimbal atau anak bajang dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2025 di Kompleks Candi Arjuna, Minggu, 24 Agustus 2025. Dalam prosesi itu, Ahmad Luthfi bersama Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat permintaan khusus dari Faiza Ahmad […]

  • Terhempar KA Gajayana

    Jalan di Tepi Rel, Warga Wonosari Kebumen Terhempas Angin KA Gajayana, Begini Kondisinya

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pria bernama Muhamad Arifin (59), warga Desa Wonosari, Kecamatan/Kabupaten Kebumen, selamat setelah terjatuh akibat hempasan angin Kereta Api Gajayana yang melintas di jalur Kaligawe, Minggu 22 Februari 2026 sekitar pukul 06.30 WIB. Peristiwa terjadi saat korban berjalan di tepi rel dan tidak menyadari rangkaian kereta datang dari arah belakang. Kapolres Kebumen […]

  • Arif Sugiyanto,

    Tak Ada Pemberian Gelar Hadratusyekh kepada Arif Sugiyanto

    • calendar_month Ming, 3 Nov 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.671
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com)  – Pemberian gelar hadratusyekh dan panglima laskar kiai kepada calon bupati Kebumen Arif Sugiyanto seperti ditulis di kanal media online Siaran Indonesia tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya pemberian gelar itu tidak ada konfirmasi atau persetujuan. Hal itu disampaikan langsung oleh Arif Sugiyanto. Ia menegaskan pemberitaan yang ditulis dengan judul “Arif Sugianto Didaulat Jadi Hadrotus […]

  • Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Pelatihan Audit Kematian Digelar di Kebumen

    Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Pelatihan Audit Kematian Digelar di Kebumen

    • calendar_month Sel, 4 Jun 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.362
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penguatan strategi penurunan kasus kematian ibu dan anak melalui audit kematian dan rekomendasi bersumber dari aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) di Kabupaten Kebumen bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan audit kematian ibu dan anak. Baca Juga: Bidan Wajib Miliki Skill Mumpuni Tangani Obstetri dan Neonatal Emergency Penerapan audit kematian […]

expand_less