Luncurkan Inovasi SIJALAK, Disdukcapil Kebumen Perkuat Jejaring Literasi Adminduk hingga Tingkat Desa
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 67
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Administrasi kependudukan merupakan fondasi dari pelayanan publik sekaligus identitas hukum setiap warga negara.
Dokumen kependudukan menjadi pintu masuk untuk memperoleh hak-hak dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, perbankan, hingga berbagai layanan pemerintah lainnya.
Meski demikian, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar melayani masyarakat, melainkan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya administrasi kependudukan.
Hingga kini, masih ditemukan dokumen yang belum diperbarui akibat minimnya pemahaman masyarakat terhadap kewajiban pelaporan setiap peristiwa kependudukan, seperti anak yang belum memiliki akta kelahiran, pembaruan data keluarga, maupun pencatatan perubahan status.
Atas dasar itulah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kebumen meluncurkan SIJALAK (Aksi Jejaring Literasi Administrasi Kependudukan). Inovasi pelayanan ini dirancang sebagai gerakan kolaborasi untuk mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun budaya sadar administrasi kependudukan.
Hal ini ditegaskan Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat menghadiri acara tersebut sekaligus Penyerahan Dukcapil Award Tahun 2026 di Pendopo Kabumian, Jumat (7/8/2026).
Bupati Lilis menyampaikan bahwa administrasi kependudukan menyertai hampir seluruh perjalanan hidup seseorang—sejak lahir, memasuki usia sekolah, menikah, hingga berpindah tempat tinggal. Oleh karena itu, tertib administrasi kependudukan sama artinya dengan menjaga hak-hak konstitusional setiap warga negara.
“Alhamdulillah, capaian administrasi kependudukan di Kabupaten Kebumen terus menunjukkan hasil yang baik. Kepemilikan KTP elektronik telah mencapai 99,37 persen dan akta kelahiran anak mencapai 99,73 persen. Namun, masih ada warga yang perlu kita jangkau dan dampingi agar memiliki dokumen kependudukan yang lengkap,” ujar Bupati Kebumen.
Ia menjelaskan, keunggulan SIJALAK terletak pada fokusnya dalam membangun literasi kependudukan. Melalui gerakan ini, masyarakat didorong untuk memahami pentingnya dokumen kependudukan, mengetahui batas waktu pengurusan, serta menyadari manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tumbuhnya kesadaran tersebut, pelaporan peristiwa kependudukan akan semakin tertib, sehingga data pemerintah menjadi lebih akurat guna mendukung ketepatan sasaran program pembangunan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Disdukcapil Kebumen, Jamal Darwanto. Ia menjelaskan bahwa kegiatan launching Sijalak ini merupakan inovasi Disdukcapil dalam upaya meningkatkan cakupan dokumen kependudukan melalui penguatan jejaring dan kesadaran masyarakat.
“Jadi kami melibatkan dunia pendidikan, dunia media, ormas, pemerintah, sehingga semua berkolaborasi untuk me-literasi dan memberikan pembelajaran terhadap masyarakat agar sadar tentang regulasi kependudukan,” ujar Jamal Darwanto.
Jamal memaparkan bahwa rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan pengukuhan duta-duta adminduk yang melibatkan organisasi masyarakat, yakni Tim Penggerak PKK dan Karang Taruna. Selain itu, Disdukcapil juga memberikan penghargaan bagi desa, kecamatan, lembaga, serta operator yang berprestasi dan memiliki cakupan administrasi kependudukan yang baik dalam melayani masyarakat.
Ia menambahkan, jika sebelum tahun 2025 desa yang mampu memberikan layanan adminduk mandiri baru berjumlah 152 desa, maka berkat dukungan program Desa Berdaya dari Bupati, pada akhir tahun 2025 seluruh operator desa dan kelurahan di Kebumen telah dilatih dan kini sudah mampu melayani administrasi kependudukan secara langsung di wilayahnya masing-masing.
“Jadi sekarang dokumen kependudukan itu nggak usah jauh-jauh ke kecamatan, nggak usah jauh-jauh ke kabupaten, itu sudah cukup selesai ada di desa. Harapannya tentu saja jejaring yang kami susun ini akan lebih meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dokumen kependudukan—bukan hanya menyadari hak mereka, tetapi juga sadar bahwa dokumen-dokumen itu harus diperbarui dan di-update secara berkala sesuai dengan peristiwa-peristiwa kependudukan,” pungkasnya.
Dalam mewujudkan hal tersebut, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama. Pemerintah desa, PKK, kader, akademisi, komunitas, dunia usaha, media, dan para mitra strategis diharapkan turut berperan aktif memperluas literasi kependudukan di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kebumen juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para camat, kepala desa, lurah, kader PKK, operator pelayanan, serta seluruh pihak di garda terdepan yang telah mendedikasikan diri dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan di Kebumen. **Makin Tahu Indonesia
Daftar Penerima Dukcapil Award Tahun 2026
1. Kategori Kelembagaan Kecamatan
- Kecamatan Adimulyo
- Kecamatan Prembun
- Kecamatan Karangsambung
2. Kategori Kelembagaan Desa (Penduduk > 3.600 Jiwa)
- Desa Pujotirto (Karangsambung)
- Desa Gunungmujil (Kuwarasan)
- Desa Karangsambung (Karangsambung)
- Desa Jatimulyo (Alian)
- Desa Redisari (Rowokele)
3. Kategori Kelembagaan Desa (Penduduk < 3.600 Jiwa)
- Desa Kedungweru (Ayah)
- Desa Temanggal (Adimulyo)
- Desa Tepakyang (Adimulyo)
- Desa Pasir (Ayah)
- Desa Mengkowo (Kebumen)
4. Kategori Operator Kecamatan
- Destia Dea Ningtyas
- Indah Puspita Dewi
- Seno Tri Atmojo
5. Kategori Operator Desa (Penduduk > 3.600 Jiwa)
- Agus Subagyo
- Umi Rinaty
- Suratno
- Sujud Wisnu Harjono
- Rahmat Widodo
6. Kategori Operator Desa (Penduduk < 3.600 Jiwa)
- Rahmatul Asyiah
- Eli
- Suryanti
- Rahmanto
- Sairin
- Setiyo Budi Eriyanto







Saat ini belum ada komentar