Prof Imam Robandi Motivasi Guru Sekolah Muhammadiyah Gombong
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 5 Agu 2019
- visibility 7.175
- comment 0 komentar

Prof Imam Robandi foto bersama para murid. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
GOMBONG (KebumenUpdate) – Kemajuan teknologi dibarengi pesatnya globalisasi merupakan suatu tantangan di semua bidang, tak terkecuali di bidang pendidikan. Menjadi guru profesional yang mampu menghadapi era modern telah menjadi keharusan.
Guru harus menyiapkan peserta didik menjadi manusia melek teknologi, manusia berpengetahuan luas, namun sarat dengan karakter yang kuat . Sebagai salah satu usaha mewujudkan hal tersebut, Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong mengadakan Great Seminar “Services in Modern School Marketing 1” di Gedung Dakwah PCM Gombong, Sabtu (3/8/2019).
Panitia menghadirkan Prof Dr Eng Imam Robandi dari ITS. Profesor multi talent, berwawasan internasional, pandai bergaul dengan semua kalangan itu adalah salah satu putra terbaik Gombong. Seminar ini diikuti oleh para guru Muhammadiyah se-Kabupaten Kebumen.
Tidak hanya itu, beberapa guru di luar Muhammadiyah juga hadir. Bahkan, beberapa orang dari luar Kebumen, seperti Banjarnegara dan Purworejo juga tak ketinggalan.
Baca Juga: Teknologi Informasi Jadi Panglima Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi
Para peserta cukup antusias dengan materi yang disampaikan Prof Imam. Dengan bahasa yang ringan, pembawaan santai, membuat peserta seminar mudah menangkap apa yang disampaikan. Tegas, namun lugas dan provokator bagi mereka yang kehilangan semangat untuk berkarya.
Sikapi Kelesuan Sekolah
Ketua Pimpinan Cabang Muhamammadiyah (PCM) Gombong Widijantoro Tri Atmadji SPd mengatakan, pihaknya mengundang Prof Imam karena melihat kelesuan di beberapa sekolah. Di satu sisi, semangatnya memang tidak merosot, tapi stagnan.
Baca Juga: Keren, Siswi SMK Purnama 2 Gombong Ciptakan Alat Pengamanan Perlintasan Kereta Api
Padahal, jika sekolah yang sedang berkibar ingin lebih maju, harusnya terus berkembang. Apalagi dengan adanya sistem zonasi untuk SMP dan SMA. Sistem zonasi suatu keniscayaan, bukan untuk diratapi, tapi dihadapi.
Beberapa upaya, seperti kajian bulanan sudah dikemas dengan marketing industri 4.0, namun dirasa masih kurang.
“Untuk itu kegiatan semacam ini masih harus terus digelorakan, agar kita semangat dan pantang menyerah,” ujarnya.
Widijantoro Tri Atmadji menambahkan, sekolah-sekolah Muhammadiyah harus terus maju, tahu betul kebutuhan zaman seperti apa. Siapa yang bisa menguasai teknologi dan media sosial, itu yang akan dapat siswa.
“Harapan kita, dengan mengundang Prof Imam ke sini, semoga masing-masing sekolah bisa menangkap isi seminar dan lari lebih cepat dari yang lain,” imbuhnya. (hri)







Saat ini belum ada komentar