Mahasiswa Universitas Putra Bangsa Lolos Jadi Kandidat Google Student Ambassador 2026, Singkirkan Puluhan Ribu Pendaftar
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 52 menit yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar

Muhammad Pandu Dewanata Yaseh Hidayat. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Mahasiswa Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen kembali menorehkan prestasi. Muhammad Pandu Dewanata Yaseh Hidayat, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komputer UPB terpilih sebagai kandidat resmi Google Student Ambassador (GSA) 2026, program pengembangan talenta digital yang diselenggarakan oleh Google.
Pandu lolos setelah melewati proses seleksi yang ketat dan kompetitif. Program tersebut diikuti lebih dari 81 ribu pendaftar dari berbagai daerah. Sementara hanya sekitar 2.000 peserta yang berhasil melaju ke tahap seleksi lanjutan.
Tahapan seleksi berikutnya akan menyaring peserta menjadi 500 besar untuk masuk ke Tier Gemini Rising Star. Setelah itu, peserta kembali diseleksi menjadi 50 besar di Tier Gemini Achiever, hingga akhirnya dipilih 10 peserta terbaik.
Peserta yang berhasil masuk 10 besar akan memperoleh sejumlah fasilitas dari Google. Dukungan tersebut meliputi pendanaan penyelenggaraan kegiatan offline hingga Rp10 juta, pelatihan kepemimpinan eksklusif, transportasi dan akomodasi untuk workshop di kantor Google, serta akses sertifikasi Google Cloud Generative AI Leader.
Pandu mengaku bersyukur dapat lolos menjadi salah satu kandidat resmi dalam program tersebut.
“Alhamdulillah, setelah melewati rangkaian seleksi yang cukup ketat, saya dinyatakan terpilih menjadi salah satu kandidat resmi untuk periode ini,” ujarnya.
Program Google Student Ambassador bertujuan memperkuat ekosistem digital di lingkungan perguruan tinggi. Dalam program tersebut, Pandu akan berperan sebagai penghubung antara Google dan kampus.
Ia dijadwalkan terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari workshop teknologi, pengenalan tools digital untuk mendukung riset mahasiswa, hingga membuka peluang kolaborasi antara dunia industri teknologi dengan lingkungan akademik.
Pandu berharap keterlibatannya dalam program ini dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi mahasiswa lain dan institusi pendidikan.
“Saya berharap program ini tidak hanya menjadi ajang pengembangan diri, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi mahasiswa dan institusi,” katanya.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UPB mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam pengembangan teknologi digital dan inovasi pendidikan. Capaian ini juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus meningkatkan kompetensi dan meraih prestasi di berbagai bidang. ***







Saat ini belum ada komentar