Dari Reserse ke Strategi Digital, Kisah Bripka Bayu Perdana Raih Pin Emas Kapolri
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 81
- comment 0 komentar

Bripka I Gede Bayu Perdana. (Foto: Istimewa)
PERJALANAN karier Brigadir Kepala (Bripka) I Gede Bayu Perdana menunjukkan dinamika tugas kepolisian yang tidak hanya berkutat di lapangan, tetapi juga merambah ruang digital. Anggota Polres Karanganyar, Polda Jateng ini berhasil bertransformasi dari penyidik reserse menjadi pengelola strategi komunikasi publik hingga meraih penghargaan Pin Emas Kapolri atas dedikasinya.
Mimpi yang Terpahat Sejak Kecil
Bayu menapaki karier kepolisian dengan motivasi kuat sejak usia muda. Ia terinspirasi oleh ayahnya, I Nyoman Sumaba, yang pernah bertugas sebagai penyidik reserse di Polres Karanganyar pada era 1990-an.
Meski sempat menempuh pendidikan S-1 Sastra Inggris di Universitas Sebelas Maret Surakarta dan gagal pada seleksi awal kepolisian, Bayu tidak menyerah. Pada 2010, ia berhasil lolos sebagai Bintara Penyidik melalui program Megamendung Dua (MMD).
Ia kemudian mengawali penugasan di Satuan Reserse Narkoba Polres Kebumen pada 2011. Doktrin yang ia pegang saat itu, “Belum jadi polisi kalau belum mengungkap sebuah tindak pidana,” menjadi prinsip dalam menjalankan tugas.

Tragedi di Jalur Gombong: Diskresi Demi Tugas
Pada Mei 2016, saat terlibat dalam operasi pemberantasan narkoba di wilayah Gombong, Bayu melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Dalam situasi yang dinamis, ia mengambil tindakan cepat untuk mencegah tersangka melarikan diri bersama barang bukti.
Namun, pengejaran tersebut berujung kecelakaan di jalur Gombong–Karanganyar. Benturan keras membuat Bayu mengalami cedera serius, termasuk pendarahan di otak.







Saat ini belum ada komentar