Disdukcapil Kebumen Jemput Bola, Layani Perekaman e-KTP untuk ODGJ, Difabel, dan Lansia
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 19 Feb 2025
- visibility 547
- comment 0 komentar

Petugas Disdukcapil Kebumen melayani perekaman e-KTP untuk lansia. (Foto: Dok Pemkab Kebumen)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kebumen membuat terobosan dengan membuka layanan jemput bola untuk perekaman KTP Elektronik (e-KTP). Layanan ini menyasar lansia, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dan difabel yang kesulitan untuk datang ke kantor Disdukcapil.
Pada Rabu, 19 Februari 2025, tim Disdukcapil yang dipimpin oleh Kepala Dinas, Jamal Darwanto, mendatangi Desa Banyumudal Kecamatan Buayan untuk melaksanakan perekaman e-KTP bagi warga lansia, ODGJ, dan difabel.
“Program ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan pencatatan sipil, khususnya bagi lansia, ODGJ, dan penyandang disabilitas yang belum memiliki e-KTP atau yang hilang maupun rusak,” kata Jamal.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Gerakan Perlindungan Bagi Penyandang Disabilitas (Gerlin Difaduk). Program ini memberikan layanan perekaman e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat di desa-desa atau di rumah-rumah bagi kaum ODGJ, jompo, sakit menahun, lansia, atau mereka yang berkebutuhan khusus.
“Mereka adalah orang-orang yang tidak memungkinkan untuk melakukan perekaman di kecamatan atau di Disdukcapil, sehingga kami perlu jemput bola dengan langsung mendatangi rumah-rumah mereka,” tambah Jamal.
Jamal menegaskan bahwa memiliki e-KTP adalah hak semua warga negara. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memberikan pelayanan yang mudah dan cepat bagi masyarakat yang ingin mendapatkannya.
“Di sini kita hanya perekaman, nanti cetaknya bisa di kecamatan. Kemudian, setelah jadi, Pemerintah Desa akan mengantar ke rumah mereka,” tuturnya.
Pada tahun 2024, program Gerlin Difaduk telah melayani 215 perekaman e-KTP, dengan rincian 76 ODGJ, 60 lansia, 66 penyandang disabilitas, 6 orang lumpuh, dan 7 orang sakit menahun.
Jamal mengajak desa-desa yang ingin mendapatkan program ini untuk mengirim surat ke Disdukcapil agar dapat ditindaklanjuti.
“Untuk mendapatkan pelayanan ini mudah, desa cukup mengirim surat ke kami, nanti akan ditindaklanjuti. Saya harap pihak desa bisa proaktif mendata warganya, khususnya mereka yang rentan dan belum memiliki e-KTP agar kita buatkan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banyumudal, Suprapto, menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten. Menurutnya, program ini sangat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan haknya sebagai warga negara.
“Terutama bagi kami desa-desa yang jauh dari kota kabupaten ini sangat diuntungkan dengan program ini. Masyarakat tidak perlu datang ke sana untuk antri, tetapi mereka bisa langsung datang ke sini ke rumah-rumah warga yang memang secara fisik mereka ini tidak mampu,” ucapnya.
Di Desa Banyumudal, terdapat tujuh warga dengan kategori di atas yang mendapatkan pelayanan rekam e-KTP. Suprapto berharap program ini tidak hanya menyasar kelompok rentan, tetapi juga para pemula atau remaja yang baru ingin mendapatkan e-KTP.
“Tadi sudah dijawab oleh Dinas bahwa Disdukcapil juga punya program pembuatan e-KTP di sekolah-sekolah, yakni mendatangi sekolah-sekolah. Saya kira ini juga bagus, artinya anak-anak remaja yang baru mau buat e-KTP bisa langsung dilayani pemerintah. Ini perlu disosialisasikan lagi ke masyarakat,” tandasnya.







Saat ini belum ada komentar