Optimalkan Potensi Desa Banjareja, Bupati Lilis Resmikan Samsat Budiman dan Panen Nila Sistem RAS
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 63
- comment 0 komentar

KUWARASAN (KebumenUpdate.com) – Kemandirian desa di Kabupaten Kebumen kini semakin diperkuat melalui integrasi layanan digital dan ketahanan pangan.
Hal tersebut terlihat saat Bupati Lilis Nuryani mengunjungi Desa Banjareja, Kecamatan Kuwarasan pada Selasa, 5 Mei 2026.

Bupati Lilis Nuryani meresmikan Samsat Budiman (BUMDes Digital Mandiri). (Foto: Hari)
Dalam kunjungan tersebut, Bupati meresmikan layanan Samsat Budiman (BUMDes Digital Mandiri) sekaligus melakukan panen perdana ikan nila.
Peresmian Samsat Budiman ini disambut hangat oleh warga. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lilis berinteraksi langsung dengan masyarakat, salah satunya saat menyerahkan hadiah dari Jasa Raharja kepada Ketua RT setempat yang tertib administrasi.
“Hari ini kita meresmikan layanan Samsat Budiman di Desa Banjareja. Jadi, siapa saja yang mau membayar pajak tahunan, tidak perlu jauh-jauh lagi, cukup datang ke sini. Prosesnya lebih cepat, dekat, dan mudah,” tutur Bupati Lilis dengan penuh semangat.
Diketahui bahwa saat ini di Kebumen telah tersedia 11 titik layanan yang bekerja sama dengan KDMP dan sekitar 60 BUMDes. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan akses masyarakat yang berada jauh dari pusat kota agar tetap bisa memenuhi kewajiban pajaknya dengan nyaman.
Tak hanya soal administrasi, kemandirian ekonomi desa juga ditunjukkan melalui keberhasilan Bumdes “Sri Manunggal”.
Melalui program ketahanan pangan, desa ini sukses menerapkan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk pembesaran ikan nila.
“Alhamdulillah, hari ini panen perdana melalui kelompok ternak ikan nila sistem RAS. Mudah-mudahan kehadiran Ibu Lilis menambah semangat kami untuk terus berbudidaya dan meningkatkan perekonomian desa,” ungkap Kepala Desa Banjareja Eko Yulianto.
Keberhasilan sistem RAS di desa ini tergolong sangat baik. Dari target tebar 7.200 ekor, tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai lebih dari 90% (sekitar 6.000 ekor).
Dengan masa pemeliharaan selama tiga bulan, total hasil panen kali ini diperkirakan mencapai 1,2 ton, yang siap didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat maupun pasar kuliner lokal. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar