Dari Reserse ke Strategi Digital, Kisah Bripka Bayu Perdana Raih Pin Emas Kapolri
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 91
- comment 0 komentar

Bripka I Gede Bayu Perdana. (Foto: Istimewa)
Perjuangan Medis dan Operasi Kraniotomi
Dalam kondisi kritis, Bayu dilarikan ke RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto. Tim medis segera melakukan operasi kraniotomi untuk menangani pendarahan otak yang dialaminya.
Tindakan medis tersebut menjadi penentu keselamatan jiwanya. Setelah menjalani masa koma hampir satu pekan, Bayu akhirnya berhasil melewati fase kritis dan perlahan pulih.
Peristiwa ini mencerminkan tingginya risiko yang dihadapi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
Transformasi Digital di Polres Karanganyar
Setelah pulih dan berpindah tugas ke Polres Karanganyar pada 2017, Bayu mengemban peran baru di bidang hubungan masyarakat (humas). Ia mulai fokus pada pengelolaan komunikasi publik, khususnya melalui media sosial.
Bayu menilai kehadiran polisi di ruang digital menjadi penting untuk merespons cepat keluhan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik.
Kemampuannya dalam mengelola dan menganalisis media sosial kemudian menarik perhatian Bambang Widiatmoko, yang saat itu menjabat sebagai Kasatgas Siber dalam Operasi Damai Cartenz.

Diplomasi Siber dan Pesan Damai di Papua
Pada 2022, Bayu terlibat dalam Operasi Damai Cartenz di Papua sebagai bagian dari Satgas Siber. Dalam penugasan tersebut, ia menjalankan strategi komunikasi digital untuk menjaga stabilitas keamanan.
Tim menerapkan pendekatan “cooling system” dengan menyebarkan pesan damai yang relevan dengan nilai-nilai masyarakat setempat. Selain itu, mereka juga melakukan pemetaan terhadap penyebaran hoaks dan konten provokatif di media sosial.







Saat ini belum ada komentar