Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Kebumen Gelar Job Fair dan PMI Expo pada 25-26 Juni Mendatang
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 78
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) siap menggelar kegiatan bertajuk “Kebumen Job Fair dan PMI (Pekerja Migran Indonesia) Expo Tahun 2026”.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata memperluas penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memperkuat edukasi guna menekan angka pemberangkatan pekerja migran nonprosedural (ilegal) yang berisiko tinggi di luar negeri.
Dalam jumpa pers yang berlangsung di Sasana Pambiwara Diskominfo Kebumen, Senin 15 Juni 2026, Kepala Disnaker Kebumen, Cokro Aminoto, mengungkapkan bahwa Kabupaten Kebumen hingga saat ini masih bertahan di peringkat 10 besar daerah pengirim pekerja migran terbanyak di Provinsi Jawa Tengah.
Namun, tingginya animo masyarakat untuk bekerja di luar negeri belum sepenuhnya diimbangi dengan kesadaran prosedural yang aman. Berdasarkan catatan berkala, cerita-cerita ironis dan kasus kemanusiaan akibat keberangkatan ilegal masih terus membayangi.
Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, tercatat ada lima kasus kematian pekerja migran asal Kebumen di luar negeri, di mana korban yang berangkat melalui jalur non-resmi mengalami hambatan besar dalam pemulihan hak hukum dan pemulangan jenazah.
“Belum lama ini, kami menyerahkan jenazah almarhumah Sri Rahayu kepada keluarganya di Desa Tlogosari, Kecamatan Ayah. Almarhumah meninggal dunia saat bekerja di Jepang. Namun, yang perlu digarisbawahi, almarhumah berangkat secara legal sebagai tenaga terampil (spesialis) di sektor pertanian, bukan sebagai pekerja domestik atau informal. Karena jalurnya resmi, seluruh hak asuransi dan proses pemulangannya terlindungi penuh oleh negara. Cerita sukses dan legalitas seperti inilah yang ingin kami edukasikan secara luas melalui expo nanti,” tegas Cokro Aminoto.
Rangkaian acara akan diawali dengan pelaksanaan Workshop Global Talent Day pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Pendopo Kabumian.
Workshop yang mengusung tema penyiapan PMI terampil ini ditargetkan menghadirkan 250 peserta, mulai dari Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), siswa-siswi SMK, mahasiswa politeknik/universitas, hingga jajaran pemerintah desa.
Sejumlah narasumber kompeten dipastikan hadir, di antaranya Direktur Jenderal Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri dan Perluasan Kesempatan Kerja (PTKDN) Kemenaker, perwakilan Kedutaan Besar Jepang, serta perwakilan organisasi non-pemerintah (NGO).
Sementara itu, acara inti bursa kerja (Job Fair) dan PMI Expo akan diselenggarakan selama dua hari, yakni Kamis hingga Jumat, 25–26 Juni 2026, yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Kebumen.
Acara ini rencananya dibuka langsung secara hibrida oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar, yang sekaligus bertindak sebagai pembicara kunci (keynote speaker).
Panitia menargetkan partisipasi dari total 40 perusahaan, dengan rincian 30 perusahaan siap melayani para pencari kerja secara tatap muka (offline) di stan pameran, dan 10 perusahaan lainnya bergabung secara daring (online).
Perusahaan yang terlibat mencakup Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) terakreditasi resmi serta korporasi nasional terkemuka seperti PT PKSS dan PT Yupi Indo Gunawan.
Pihak penyelenggara menegaskan tidak memfasilitasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dalam bursa kerja ini untuk menjamin akurasi kontrak penempatan langsung.
Menariknya, guna mendukung pemerataan kesempatan kerja yang inklusif, panitia menyediakan fasilitas khusus berupa pencantuman logo disabilitas bagi perusahaan dalam negeri yang membuka lowongan bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, guna memberikan gambaran konkret mengenai prosedur migrasi aman, perwakilan dari tiga kedutaan besar negara penempatan penting—termasuk Jepang dan Korea Selatan—dijadwalkan hadir memberikan pembekalan langsung mengenai regulasi ketenagakerjaan di negara mereka.
Melalui sinergi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan awak media, Cokro Aminoto berharap sebaran informasi mengenai bursa kerja formal ini dapat merambah hingga pelosok desa di seluruh Kabupaten Kebumen.
“Masalah ketenagakerjaan dan keselamatan PMI adalah tanggung jawab kolektif. Melalui keterbukaan informasi ini, kita ingin masyarakat cerdas dan tidak lagi memilih jalur belakang yang membahayakan keselamatan nyawa mereka,” pungkasnya. ** Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar